I Love My Queen

I Love My Queen
SAKIT


__ADS_3

Queen yang tiba - tiba mimisan segera melangkahkan kaki nya dengan cepat untuk segera pergi ke toilet.


Walaupun kepala nya merasa pusing.


Di lain tempat Bian sangat kuatir dengan keadaan Queen.


"Queen kok aneh ya twins?" tanya Arga.


"Iya ya deh ar, kok kita sama ya rasa nya" jawab Vano dan Varo.


"Gue rasa ada yang di sembunyiin Queen dari kita guys" jawab Deril.


Rasa yang di miliki oleh sahabat - sahabat nya menguatkan pikiran nya, bahwa Queen memang menyembunyikan sesuatu terutama tentang kesehatan nya.


Tanpa kata Bian berdiri dari duduknya dan meninggalkan meja di kantin tanpa mengucapkan sesuatu.


Teman - teman nya dan sahabat - sahabat Queen hanya bingung dengan apa yang dilakukan oleh Queen.


Di toilet Queen berdiri di depan Cermin besar.


Di cermin tersebut menampilkan diri nya yang sedang menangis karena melihat diri nya mulai melemah.


Melihat banyak nya darah yang keluar dari hidung nya.


Diri nya bingung apakah diri nya bisa sembuh total?


Lalu apa yang akan dia katakan kepada orang tua kandung dan orang tua angkat nya?


Lalu apa yang akan di katakan kepada abang - abang dan semua sahabat nya?


Apa yang akan di katakan kepada Bian? Apakah dia sanggup meninggalkan mereka?


Jawaban nya dia tidak akan tau apa yang akan di katakan kepada semua orang.


Serta dia tidak akan sanggup meninggalkan mereka. Setelah di rasa hati nya sudah tenang.

__ADS_1


Queen segera membersihkan sisa darah di hidung nya dan mencuci muka serta memberikan bedak tabur untuk menyamarkan mata sembab nya.


Queen segera menelfon Gerry, "Ger jemput gue di cafe dekat sekolah AHS dan rahasikan kita pergi kemana dari anak - anak" ucap Queen dengan datar.


"Baik Nona" ucap Gerry yang langsung di tutup oleh Queen.


Queen segera menyiapkan diri nya untuk pergi ke dokter, lalu segera keluar dari toilet.


Queen kaget melihat Bian yang bersandar di depan toilet wanita.


"Sudah? Apa yang terjadi? " tanya Bian.


Queen : Tidak ada apa - apa Bi


Fabian : yakin?


Queen : iya Bi (gugup)


Fabian : apakah hidung berdarah atau mimisan dan wajah pucat itu bisa di katakan baik - baik saja? (Tanya Bian sambil mengelus pipi Queen)


Fabian : (menghembuskan nafas berat nya) ayo gue antar pulang.


Queen : nggak usah Bi, gue udah di jemput sopir dan body guard di depan.


Fabian : baiklah kalau ada apa - apa kabari dan jangan di pendam sendirian (fabian mengalah dengan keputusan Queen)


Queen : iya prince - nya Queen


Lalu Queen meminta Bian untuk kembali kepada abangnya dan sahabat nya.


Setelah itu Queen segera pergi keluar dan masuk ke dalam mobil yang ada sopir dan Gery.


Queen segera menelfon abang nya Varo....


Queen : bang loudspeaker ( yang langsung di kerjakan Varo)

__ADS_1


Varo : lo dimana dek?


Queen : abang Twins dan deril, beserta bff gue balik dulu ya. Tapi, gue nggak balik rumah dulu mungkin besok atau lusa gue balik rumah.


Renata : emang lo mau kemana Queen?


Queen : gue mau ke apartemen dulu, Mau istirahat ya.


Felisha : kita ikut dong Queen


Queen : Fel, Re, dan semua nya please gue mau sendiri dulu. Gue lagi mau istirahat total dan nggak mau di ganggu.


Deril : hati - hati dan cepat pulang


Queen : bang Vano titip perusahaan daddy sampai lusa ya.


Vano : iya sweety


Queen : oke. See you next time guys.


Semuanya : bye..


Telefon pun di tutup dan segera mengarahkan ke rumah sakit milik nya.


Bagaimana ya keadaan Queen? Kok author jadi galau ya? Oh my Queen jangan tinggal in author ini...


Queen : thor lo ngomong lagi gue tebas pala lu..


Author : eh ya maap njingg


Queen : gue bacok juga


Author : lllaaarrriii


Abaikan percakapan author gila

__ADS_1


Tbc


__ADS_2