
Hari ini tak di sangka semua orang sibuk dengan kesibukan nya masing - masing yang telah membuat rumah menjadi sepi dan hanya ada para pelayan dan para pekerja di rumah.
Sedangkan, penghuni tuan rumah nya hanya ada Quuen dan Renata saja di rumah, Renata tidak ingin kemana - mana termasuk sekolah dengan dalih ingin menjaga Queen khusus hari ini.
Setidak nya ada yang menjaga untuk hari ini, padahal itu hanya alasan atau Alibi dari Renata karena untuk me wawancarai Queen tentang rahasia yang telah di rahasiakan oleh dirinya.
Hari ini semua nya sudah pada rapi dan berkumpul di ruang makan, Queen juga ikut makan di ruang makan yang di bantu jalan nya oleh Deril dan akan kembali ke kamar nya oleh Renata nanti.
Mereka makan dengan tenang dengan menu yang berbagai macam hidangan, akan tetapi itu tak membuat selera makan Queen tumbuh.
Queen hanya mampu makan bubur nya beberapa sendok kecil saja dan air mineral yang memang sudah di sediakan untuk nya, itu saja membuat Quuen ingin merasakan mual yang banyak.
Perut Queen merasa bergejolak tak dapat menerima makanan masuk, mungkin selain efek penyakit nya Queen juga mempunyai lambung yang buruk di karenakan memang dirinya sudah terbiasa siklus makan dan tiba - tiba harus mengurangi makan jatah banyak untuk tetap menjaga keseimbangan tubuh nya.
__ADS_1
Queen perlahan - lahan berdiri dan segera menuju kamar mandi di dapur, kamar mandi terdekat dengan ruang makan, semua orang melihat apa yang terjadi pada Queen dan ingin menyusul nya.
Di saat semua akan menyusul nya, akan tetapi di tahan oleh Renata dan menganjurkan mereka tetap makan dan membiarkan dirinya saja yang melihat apa yang terjadi Queen.
Renata segera mengetuk pintu kamar mandi yang awal nya tidak ingin membuka kamar mandi, akhir nya mengalah terhadap Renata untuk membuka pintu kamar mandi.
Karena jika tidak di buka Renata akan mengeluarkan jurus bawel nya dan mendobrak pintu kamar mandi nya yang secara otomatis Queen pintu nya akan rusak dan akan mengganti dengan pintu yang baru.
Padahal bukan nya Queen pelit dalam bidang keuangan, hanya saja saat ini dirinya malas berdebat dengan siapapun termasuk Renata karena badan nya saja terasa lemah dan lemas.
Queen hanya menggelengkan kepala nya pertanda tidak apa - apa, yang tentu saja jawaban nya itu sangat bohong sekali dan itu di sadari oleh Renata.
Renata : ya sudah, gue anter lu ke ruang keluarga dulu aja ya. nanti gue anter ke kamar
__ADS_1
Queen : hmm....
Renata : masih saja ham hem melulu nih bocah (dalam hati nya)
Queen : nggak usah di batin napa..
Renata langsung menepuk jidat nya karena lupa akan kelebihan Queen akan satu hal tersebut, yaitu membaca isi pikiran orang lain, Renata pun hanya mengeluarkan cengiran bodoh nya untuk menghadapi Queen.
Queen hanya mampu memutar bola mata nya melihat kelakuan Renata yang semakin hari tambah konyol dan di luar ekspetasi pemikiran seorang Queen.
Note :
Terkadang kita perlu curiga terhadap sahabat terdekat kita, karena kecurigaan itu untuk kebaikan dia dan kebaikan orang bersama entah dalam hal atau dalam segala hal aspek kehidupan atau apapun itu.
__ADS_1
Tbc