
Queen yang merasakan sakit di kepala nya dan menyadari dirinya mimisan seakan Queen tau ada yang tidak beres dengan dirinya.
Queen segera menelfon Dokter David, dokter pribadi nya yang ada di Black Rose dan sudah di anggap sebagai abang nya sendiri.
"Halo bang ke mansion utama, setengah jam lu nggak sampai gue tebas kepala lu" ancam Queen dengan terkekeh geli karena tau abang nya pasti ketakutan.
Hp Queen langsung di matikan tanpa menunggu jawaban dari lawan bicara nya.
Sedangkan david setelah menerima telefon dari Queen hanya bisa menggerutu.
Karena dia juga tidak akan berani membantah Queen atau mengeluh dengan sifat Queen.
Bisa - bisa habis tamat riwayat nya jika sampai Queen mengetahui semua nya.
Setengah jam kemudian...
Tok.. Tok.. Tok...
Queen : Sebentar (dengan teriak)
David : ada apa Queen menyuruh gue kesini?
Queen : gue merasa aneh dengan diri gue bang. Akhir - akhir ini kepala ku terasa sakit, tapi tadi jauh lebih menyakitkan dan ditambah dengan mimisan.
David : baiklah, berbaringlah
David memeriksa dengan serius dan teliti.
Lalu menulis resep dan surat pengantar ke rumah sakit milik Queen sendiri.
David : hari ini kamu jangan kelelahan. Kamu besok ke sekolah kan?
Queen : iya, ada apa?
David : besok usaha kan jam 12.00 udah sampai di rumah sakit milik lu Queen. Ini baru prediksi gue sih diri lu mengidap kanker stadium awal. Tapi, lebih pasti nya besok ke rumah sakit. Gue tunggu di ruangan.
Queen : apa? Baiklah bang terima kasih.
Setelah Queen mengantar david kembali bekerja, Queen segera pulang dengan pikiran tak menentu.
Bian sudah menunggu Queen di depan dengan senyuman manis nya.
Mau tak mau Queen harus memberikan senyuman terbaik nya.
"Hai acca nya bian" sapa bian dengan hangat dan senyuman maut nya.
Queen hanya tersenyum dan mengangguk lemas lalu berjalan masuk ke rumah.
__ADS_1
Bian merasakan ada yang aneh dengan diri acca, 'ada apa dengan mu sweety?' batin bian.
Queen berhenti dan menatap bian "gue nggak kenapa - napa kak bian lo nggak usah kuatir ya" kata Queen menenangkan walaupun dia sendiri sangat sedih.
'Kok Queen tau sih apa yang gue pikirin sih' batin bian.
Queen terkekeh, "gue tau isi pikiran lo kak, dan nggak usah mikir aneh - aneh lagi yuk masuk udara malam nggak baik buat kita" jawab Queen dengan lembut.
Mereka pun masuk dan bian memegang tangan nya Queen, Queen hanya diam saja dan membiarkan bian memegang tangan nya.
Di ruang keluarga Queen duduk di tengah - tengah varo dan vano setelah mencium kedua bibir kakak kesayangan nya dan pipi kakak kandung nya.
Vano yang manja kepada Queen membuat iri Fabian dan Derril.
Lalu Queen di tarik derril untuk duduk di tengah - tengah diri nya dan fabian.
Fabian langsung tidur di paha Queen dan derril langsung memeluk tubuh Queen dari samping.
Kejadian tersebut membuat vano dan varo cemberut dan mencebikkan bibir mereka yang di lihat oleh teman - teman nya dan para orang tua.
Mereka semua hanya bisa terkekeh dan menggeleng - gelengkan kepala mereka melihat kelakuan sahabat dan anak - anak nya yang saling memperebutkan Queen untuk di sisi mereka yang membuat mereka seperti anak kecil.
"Tiba - tiba gue pengen nyanyi buat kalian, karena gue sayang kalian" ucap Queen dan langsung berdiri.
Jikalau kau cinta - Judika
Jikalau kau cinta
Jangan katakan
Kamu tidak cinta
Jikalau kau sayang
Benar-benar sayang
Tak hanya kata atau rasa
Kau harus tunjukkan
Jangan sampai hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata
Mungkin saja cinta 'kan menghilang selamanya
__ADS_1
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata cinta
Jikalau kau sayang
Benar-benar sayang
Tak hanya kata atau rasa
Kau harus tunjukkan
O-o-o-u-wo ...
(Percayalah)
O-o-o-u-wo ...
(Percayalah)
Percayalah
Ke mana pun kau acuh
Cinta tak pernah rapuh
Berpaling pun tak mampu hilangkan cinta
Percayalah
Jangan sampai hingga waktu perpisahan tiba
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata
Mungkin saja cinta 'kan menghilang selamanya
Dan semua yang tersisa hanyalah air mata
Hanya air mata
Hanya air mata
Hanya air mata
Cinta
__ADS_1
Setelah menyanyikan lagu tersebut Queen menangis, dia tidak ingin meninggalkan orang - orang yang sangat di sayangi nya dan di cintai nya.