
Queen pun di tidur kan oleh Bian di brangkar rumah sakit,
lalu dengan keadaan muka yang cemberut Queen memanyunkan bibir nya yang mungil
itu, karena jengah terhadap kelakuan yang dilakukan Fabian seenaknya yang
meminta nya untuk tetap di kamar dan posesif terhadap nya.
Queen memang sangat bahagia jika Fabian posesif padanya,
hanya saja dirinya sangat bosan berada di kamar terus, ya walaupun kamar
tersebut menyediakan balkon yang membuat mata sejuk untuk memandang siapa pun
dan pasti banyak yang menafsirkan di dalam nya bukan rumah sakit tapi
apartement.
Fabian dudukdi sebelah Queen lalu mengelus rambut Queen
dengan sayang, lalu mengupaskan buah – buahan yang di bawa nya tadi, memisahkan
dari kulit buah nya dan memotong nya kecil – kecil dan di letakkan di piring
kecil untuk memudahkan Queen memakan nya.
Setelah buah – buahan di potong kecil – kecil, hampir saja
ingin langsung comot untuk langsung di makan, akan tetapi di tahan Fabian dan Fabian
yang menyuapi Queen dengan pelan – pelan dan memastikan Queen mengunyah makanan
atau buah tersebut benar – benar lembut dan mudah di telan.
Renata pun yang memperhatikan raut wajah Queen yang memang
__ADS_1
sudah masam hanya mampu terkekeh karena wajah Queen sangat imut seperti itu dan
itu sangat membuat Renata gemas dengan Queen, lalu Renata meletakkan pekerjaan
nya dan menghampiri Queen di sisi lain nya Queen yang masih kosong.
Setelah Renata berada di sisi Queen, Renata mencubit pipi
gembul milik Queen dan di hadiah kan oleh tatapan tajam dari Queen, tapi tidak
mempan terahadap Renata yang udah kebal terhadap tatapan Queen yang tajam dan
mematikan tersebut.
Renata memeluk Queen dari samping dan menghirup aroma khas
milik Queen yang sangat di rindukan nya, entah mengapa Renata ingin mendekap
tubuh Queen malam ini, dirinya merasakan sangat rindu terhadap Queen entah
kenapa.
akan tetapi rasa yang ada di dalam diri Renata yang tetap merindukan Queen dari
segalanya, serta rasa yang dimiliki oleh Queen itu sangatlah besar, layak nya
seperti saudara kembar tapi berbeda.
Rasa saling melengkapi, melindungi, saling tolong menolong,
dan rasa saling bahu membahu sangat kuat di antara mereka dan itu sudah
terbangun dari mereka semenjak kecil dan tidak perlu di ragukan kembali bahwa
mereka sudah membentuk rasa saling solidaritas yang kokoh dan sangat sulit
__ADS_1
untuk di hancurkan oleh pihak manapun.
Renata : Kenapa masih cemberut?
Queen : Istirahat total
Mungkin bagi orang lain akan kebingungan akan jawaban Queen
yang super singkat tapi itu tak berlaku bagi Renata yang sudah sangat hafal
bagaimana Queen.
Renata : ya sudah nggak apa – apa sih kan enak istirahat kana
da aku yang setia menemanimu
Tapi di dalam hati Renata menyuarakan “aku tahu kamu pasti
bosan dan ingin mengerjakan pekerjaanmu, tapi pasti semua orang akan
melarangmu, tenang saja aku akan membawa berkas – berkas itu dan kamu bis
mengerjakan nya sewaktu tidak ada orang” perkataan Renata di dengar oleh Queen.
Ternyata sahabat nya ini sangat mengerti dirinya dan
keinginana nya, Queen pun menyembunyikan senyuman nya dengan begitu Fabian tak
akan menyadari arti senyuman nya itu.
Note :
Aku memilikimu sebagai sahabat sebagai saudaraku adalah
suatu anugrah terindah dan jika kalian juga memiliki nya harap jaga dan
__ADS_1
sayangilah.
Tbc