
Bian segera masuk ke ruang perawatan setelh dokter selesai
memeriksa keadaan Queen dan keluar dari ruang perawatan tersebut.
Bian memberikan sebuah buah tangan yang di bawa oleh nya
adalah serangkaian buah – buahan yang telah di rangkai oleh penjual took buah.
Bian : Hai sayang, bagaimana keadaanmu?
Queen : Baik kok, Gimana sekolah nya?
Bian : lancer kok di sekolah, aku juga masuk kelas penuh
tanpa bolos sama sekali. Sekarang, Apa ada yang kamu rasakan saat ini? Sakit,
lelah atau apalah itu?
Queen pun tersenyum melihat ke cerewetan orang yang di cintai
ny dirinya merasa sangat beruntung di cintai oleh Bian dan mencintai nya,
karena stahu Queen bahwa Bian sangatlah dingin dan cuek terhadap orang lain,
kecuali terhadap orang tua nya dan dirinya.
Queen : aku nggak apa – apa sayang, tenang saja tenangkan
dirimu
Bian pun merasa tenang dan duduk di sisi brankar milik Queen
sambil mengelus pipi halus Queen, lalu setelah itu Bian membuka rangkaian buah
yang dirinya bawa tadi dan mengupaskan nya untuk Queen.
__ADS_1
Setelah di kupas lalu di potong – potongi menjadi buah yang
kecil – kecil dan di taruh ke piring kecil khusus buah untuklebih muda di makan
oleh Queen dengan menggunakan garpu kecil.
Queen memakan buah nya secara pelan – pelan dan mengunyah
buah tersebut sangat hati – hati dan pengunyahan nya pun sangat anggun.
Buah sudah habis, Queen segera membersihkan mulut nya
menggunakan tissue kering yang telah di siapkan oleh Bian dan menyandarkan serta menyamankan badan nya untuk bersandar di
brangkar agar membuat dirinya lebih nyaman.
Queen dan Bian tiba – tiba saling menatap dan mata mereka
bertubrukan serta saling terkunci satu sama lain menghayati setiap pandangan
mereka dan mencoba mengerti satu sama lain.
berhenti untuk mendukung mereka, nafas mereka saling bersahutan karena detak
jantung mereka yang terpompa secara cepat dan membuat wajah Queen serta Bian
memerah merona malu.
Tiba – tiba saja pintu terbuka secara mendadak, karena masuk
nya Renata dan Felisha yang ingin melaporkan apa yang telah terjadi di markas,
bagaimana pun cara nya.
Karena pintu di buka secara mendadak, maka wajah mereka
__ADS_1
berdua yang tadi nya sudah mendekat langsung menjauh mendadak karena malu
ketahuan dan kaget akan hal baru saja terjadi.
Renata dan Felisha terbengong dan saling meanatap mereka pun
akhir nya tau menjauhkan kepala mereka langsung saja bilang “cieeeee mau
ngapain hayooo” dan yang di goda Queen
dan Bian langsung memalingkan muka mereka karena malu.
Renata dan Felisha menatap Queen dengan penuh arti, lalu
Renata berbicara di dalam pikiran nya untuk memberitahukan apa yang terjadi, karena kalau di sampaikan secara
lisan itu tidak mungkin dengan adanya Fabian di ruang perawatan Queen.
Note :
Apapun yang kamu atau kalian lakukan atas dasar kebaikan akan berbuah
kebaikan, begitu pula dengan sebalik nya. Jika, semua di lakukan dengan
keburukan maka akan berbuah keburukan.
Karena semua perbuatan tidak akan menghianati semua proses nya. Apapun yang
kalian tanam itulah yang akan kalian petik.
Love yourself, before loving someone else. Because it will make you
respect yourself more before respecting other. First, now until later in the
future and forever.
__ADS_1
From messages Biannca Queenna Alexander / Hernandez too all new read.
Tbc