
Queen hanya mendengus kesal karena Renata seakan – akan mengejek nya yang hanya bisa berada di rumah sakit, tapi Queen juga merasa sangat menyanyangi Renata dan berterima kasih padanya karena mengerti dan memahami bahwa dirinya sangat merindukan pekerjaaan nya, merindukan dunia balapan yang sementara memang harus vakum terlebih dahulu, merindukan dunia mafia yang sudah di titipkan ke Renata dan Felisha dan di awasi jarak jauh oleh Gerry.
Tapi, setidaknya Queen masih bisa mengerjakan pekerjaan kantor nya, meskipun harus dari jarak jauh dan secara sembunyi – sembunyi dari seluruh keluarga nya dan dari pengawasan dokter David, jika kalau sampai ketahuan maka bisa saja David akan marah dan merampas semua dokumen – dokumen tersebut dan tak mengizinkan Renata datang lagi dengan membawa dokumen atau pekerjaan nya sambil menemani Queen dan itu akan sangat merepotkan Renata.
Queen : Re kamu tak pulang untuk beristirahat?
Renata : Kau mengusirku wahai nona Queena? Apakah kau tak suka aku menemanimu seperti ini? (dengan nada yang dibuat – buat)
Queen : Sejak kapan aku mengusirmu wahai nona? Aku hanya bertanya dan dirimu terlihat lelah
__ADS_1
Renata : Bilang saja kau ingin berdua – dua an dengan Fabian, benarkan kata – kataku sudah bisa aku menebak nya.
Queen tak menjawab dan hanya mendengus kesal karena Renata sedang dalam mode ingin menggoda nya dan dirinya tak ingin berdebat saat ini, kecuali berdebat tentang masalah pekerjaan maka Queen akan semangat untuk menyahuti nya yang memang suka berdebat masalah dunia perbisnisan daripada berdebat masalah hal yang tak penting seperti yang dilakukan Renata saat ini.
Renata yang melihat Queen mendengus karena kesal malah tertawa terpingkal – pingkal karena sifat Queen yang sangat lucu itu dan memilih untuk berpura – pura tak mendengarkan serta menutup telinga nya dengan bantal yang dirinya pakai.
Fabian yang melihat pun tertawa melihat tingkah Queen, meskipun dirinya tak seberapa paham dengan pembicaraan kedua gadis tersebut, akan tetapi melihat tingkah Queen yang menggemaskan membuat dirinya sangat gemas akan tingkah lucu Queen dan tertawa dengan tangan yang mengelus kepala Queen.
Setelah meminta izin dan Queen mengiyakan beserta menganggukkan kepala nya pertanda Queen mengizinkan, akan tetapi Queen juga berpesan bahwa jangan berlama – lama karena Fabian juga tak bisa berlama – lama, Renata pun mengiyakan karena dirinya tak berniat makan disana, Renata memilih untuk memesan makanan dan minuman untuk di bungkus dan dibawa kembali ke ruangan rawat milik Queen.
__ADS_1
.
Aku bersyukur karena dia yang menjadi sahabatku selalu ada di sampingku untuk mendukungku dan memberikanku semangat serta dirinya selalu ada di waktu susah maupun senang dan kita berbagi apapun itu, dia mengerti dan memahami aku begitu juga sebalik nya.
Note :
Sehancur – hancurnya dirimu, seterluka – terluka hatimu tetaplah kamu manusia biasa, akan tetapi tetaplah rasakan luka ini sendiri, berdirilah sendiri dan yakinlah pada dirimu sendiri bahwa dirimu kuat walaupun sebenarnya dirimu lemah dan tak sekuat yang mereka lihat.
Berpura – puralah bahagia dan berpura – puralah tersenyum meskipun sakit dan luka sangat melekat pada dirimu dan hatimu yang rapuh, dengan begitu kamu memiliki tameng untuk tidak dijatuhkan dan dihancurkan orang kembali dikelak kemudian hari.
__ADS_1
Tbc