
Semua pun mengikuti permintaan Queen untuk keluar kamar nya dan memutuskan untuk kembali ke kamar masing - masing, akan tetapi berbeda dengan Fabian yang tetap stay dan duduk dengan di pojokan sofa yang tak di sadari oleh Queen.
Queen pun menghembuskan nafas nya dan menutup mata nya sejenak karena lelah, setelah itu Queen membuka mata nya secara perlahan - lahan dan baru baru menyadari bahwa ada Bian di pojokan sofa sambil memandangi nya dengan sayang dan Rindu yang teramat sangat.
Bian mendekati Queen secara perlahan - lahan yang sedang rebahan di ranjang nya, dengan tatapan nya yang terkunci pada Queen begitu juga sebalik nya.
Tatapan Sayang dan Rindu setengah mati di tujunjukkan oleh Queen sangat terpancar dengan jelas, binar kerinduan Queen pun juga di tunjukkan oleh Queen.
Tanpa sadar Bian mengelus pipi Queen dengan gerakan perlahan - lahan dan dengan gerakan yang slow motion dengan jempol yang memutar di pipi nya Queen yang terasa halus dan putih bagaikan kulit bayi.
Tatapan Bian yang semula pada mata Queen berpindah ke sulurh waha nya dan terus melihat ke arah bibir Queen yang merah basah seperti ingin memanggil nya.
Perlahan - lahan wajah Bian mendekat ke arah Queen, semakin lama semakin dekat dan semakin mendekat, mata mereka saling mengikat tak terlepas satu sama lain.
Mata Queen sedikit melotot kaget karena merasakan benda kenyal yang menempel di bibir nya, dan Bian pun tetap membiarkan bibir nya hany menempel di bibir Queen sambil menunggu reaksi nya.
__ADS_1
Ternyata Queen tidak menolak bahkan secara perlahan - lahan menutup mata nya dan menikmati kekenyalan dari bibir Bian, lalu secara perlahan - lahan Bian menggerakkan bibir nya untuk menikmati rasa manis ber-aroma strawberry itu.
Perlahan - lahan Bian mulai menghisap bibir manis Queen dengan mesra, suara cecapan ke dua pautan bibir itu tak bisa terlepas seakan - akan memiliki lem yang merekat.
Bian membuka bibir nya dan mengeluarkan lidah nya untuk menjilat bibir manis tersebut dan ingin menerobos ke dalam bibir dan ingin sekali membelai lidah milik Queen dan bermain dengan lidah milik Queen.
Lidah Bian langsung membelit lidah itu, lidah Queen di ajak menari bersama, air liur saling bertukar dan cecapan terdengar dengan jelas dan merdu.
Bian lalu melepaskan ciuman nya yang memabukkan dan menggetarkan hati itu, lalu berpindah untuk mencecap leher jenjang milik Queen dan tak lupa Bian berpindah posisi di atas tubuh milik Queen.
Tok ... Tok ... Tok ....
Pintu kamar Queen di ketuk dengan suara yang cukup kencang, mereka berdua seakan tersadar dan langsung menjauhkan dari diri mereka masing - masing.
Pintu terbuka dan seseorang membawakan makanan serta obat yang akan di minum oleh Queen untuk kesembuhan nya.
__ADS_1
.
.
.
.
Kira - kira siapa ya yang membawakan si Queen obat? Obat apa saja yang telah dibawakan? lalu bagaimanakah Queen dan Bian yang di ganggu secara tiba - tiba?
Note :
Semua hal jangan dilakukan berdasarkan nafsu, karena nafsu itu akan membawa hal yang buruk dan membawa hasil yang tidak baik. Apapun yang dilakukan, akan di dapatkan hasil berdasarkan apapun perbuatan nya.
Tbc
__ADS_1