
Renata dan Felisha segera mencari Queen menggunakan gps dan alat lacak yang memang sengaja terhubung sengan Queen.
Alat tersebut untuk mencari tau keberadaan Queen, yang tiba - tiba pergi entah ke mana.
Setelah mereka mengetahui keberadaan Queen, mereka berdua segera bangkit dari kursi kantin untuk menyusul keberadaan Queen dan di ikuti bian dan kawan kawan.
"Beb kenapa kita ke arah gudang? Emang kita mau ke mana sih? Gue kwatir sama Queen tau.. Kita cari Queen aja ya" ujar Varo kepada Renata dengan wajah yang memelas.
"Kamu kakak nya kan?" tanya feli dengan nada sakartis.
"Lah emang aku abang nya yang palenggg tamvannn kok kamu lupa sih" ucap Varo dengan berapi - api.
"Hueekkk mutah gue... Kalo lu abang nya kenapa lo lupa kalo nih sekolah yang desain adik lo. Dan lo lupa apa kalo Queen punya banyak misteri di hidup nya?" ucap felisha dengan nada serius nya.
Semua nya langsung berpikir dan membenarkan ucapan dari Felisha.
"Re lo bisa kan?" tanya feli ke renata, yang membuat semua bingung.
"Gampang sih, cuma aja... apa Queen nggak bakal marah nih, kita buka paksa nih ruang rahasia?" tanya renata.
__ADS_1
"Gimana deh ya.. Ehmmm.. Lo buka aja deh kagak apa - apa sih harus nya"
Setelah 10 menit Renata di sibukkan dengan hp nya tiba - tiba saja ruangan nya terbuka dengan sendiri nya.
"semua hanya terbengong - bengong dengan yang dilakukan oleh Renata. Dugaan Felisha dan Renata benar bahwa Queen akan ada di ruang tersebut.
Tapi, mereka juga tidak akan kaget, jika Queen emosi dan ingin menahan nya dia akan bekerja tanpa henti.
Queen akan bekerja tanpa memperdulikan apa pun, atau memperdulikan kesehatan nya sendiri.
Berbeda dengan Bian dan kawan kawan malah syok melihat tumpukan berkas yang se gunung dan Queen mengerjakan di laptop nya dengan serius dan dengan tangan yang masih terluka.
Queen pun juga akan membiarkan teman - teman nya untuk melakukan apa pun.
Queen tak akan marah kepada mereka, karena diri nya tahu, semua nya pasti akan mencemaskan diri nya.
Setelah mereka menemukan Queen segera, Bian menghampiri dan Queen dan membersihkan dan mengobati luka tangan Queen.
Queen hanya mampu melihat perbuatan Bian dan memperhatikan perbuatan Bian dalam keadaan diam dan membisu.
__ADS_1
Tatapan kosong yang di tampilkan oleh Queen sudah menunjukkan bagaimana Queen menyimpan semua amarah nya sendiri.
Queen juga sangat kecewa dengan Bian, karena tak mampu jujur.
Jujur untuk menceritakan apa yang terjadi, padahal diri nya juga dapat membantu memberikan jalan keluar nya.
Sebenar nya Queen tak marah, tapi hanya kecewa kenapa Bian tidak mampu memberikan kepercayaan kepada nya.
Diri nya akan jauh lebih senang jika Bian mampu terbuka dalam segala ham terhadap diri nya.
Teman - teman nya dan Abang - abang nya tau apa yang di rasakan oleh Queen.
Apa lagi Deril yang memiliki ikatan batin yang kuat terhadap Queen.
Sehingga itulah yang membuat Deril mendekati Queen lalu memeluk nya.
Hanya memeluk nya tapi tak mampu berbicara apa pun dan mengelus punggung Queen, untuk menenangkan pikiran nya.
Queen pun membalas pelukan hangat deril sambil mengeluarkan nafas berat nya secara kasar.
__ADS_1
Tbc