
"Queen mau sama kakak, asal kakak mau menepati janji sama Queen"jawab Queen.
Fabian lalu mengernyitkan kening nya, "janji untuk apa hmm? " tanya bian dengan bingung.
"Janji kalau apapun yang terjadi jangan pernah bersedih. Karena kalau kakak sedih itu akan membuat ku jauh lebih sedih" jawab Queen.
Fabian meskipun dengan bingung, akhir nya mengangguk untuk menyetujui kemauan Queen.
"Your is mine Queen. mulai saat ini gunakan aku - kamu dengan ku karena mulai saat ini kamu adalah pacar ku. Mengerti? " ucapan bian dengan tegas.
Queen tersenyum dan mengangguk.
Lalu bian memeluk Queen dan mencium kening nya.
"Bisakah kalian keluar saja, dari pada mendapatkan julukan tukang ngintip" ujar Queen tiba - tiba.
Bian yang tadi nya tidak faham, akhir nya mengerti kalau orang - orang terdekat nya sedang mengintip mereka dan acara romantis mereka.
Orang - orang terdekat yang mengintip tersebut hanya terkekeh dan menunjukkan watados nya (wajah tanpa dosa) sambil mengucapkan peace dan maaf.
Setelah di taman, mereka memutuskan untuk makan malam dan pergi untuk beristirahat di kamar masing - masing.
Mereka semua pergi untuk istirahat, tapi sangat berbeda dengan Queen yang segera duduk di meja kerja nya yang ada di rumah.
__ADS_1
Ruang kerja yang di rumah di desain khusus hanya bisa masuk dengan kartu akses dan sidik jari Queen.
Akan tetapi jika sudah ada Queen, mereka mampu masuk karena secara otomatis mereka sudah di scan wajah sebagai orang terdekat Queen.
Queen mengerjakan tugas kantor nya yang maha super banyak untuk cepat habis dan selesai.
Setelah berdetik - detik, bermenit - menit, dan berjam - jam akhir nya per kerjaan nya selesai dan Queen melihat jam sudah menunjukkan pukul 03 . 45 dan memutuskan untuk istirahat di kasur Queen Size nya.
***
Pagi nya.....
Dorrr... Dor.... Dor... (Pintu Queen di gedor sama ketiga abang nya Vano, Varo dan Deril).
"Dek bangun di tunggu mommy buat sarapan" Varo teriak - teriak nggak jelas.
"Berisik banget kamu var, telinga aku sakit ogeb" ucap Vano, "Buka aja deh pintu nya" kata Deril dengan tak sabar.
Cklekk.. Suara pintu di buka.
"Ya alloh syaiton tau gitu kita langsung masuk dari tadi elahhh" gerutu Vano dan Varo bersamaan.
"Kamu nya aja Ribet" sengit Deril.
__ADS_1
"Dek bangun sayang" ucap deril membangunkan.
"Hmmm" hanya gumaman yang keluar.
"Princess bangun sayang" ucap Vano dan Varo bebarengan di iringi dengan kecupan di wajah nya yang bertubi - tubi.
Queen pun merasa terganggu dengan gangguan dari abang - abang nya, tapi tak membuat diri nya terbangun
"Iya - iya Queen bangun" ucap Queen bangun, tapi mata nya masih tertutup.
Deril, Vano, dan Varo hanya menggeleng - geleng kan kepala.
Karena melihat wajah Queen yang lucu dan imut.
Mereka bertiga sangat gemas melihat kelakuan Queen, namun giba - tiba ada suara yang menginterupsi.
Suara tersebut yang membuat senyum mereka luntur, karena mengagumi tingkah pola Queen yang sangat menggemaskan.
"Kalian keluar lah biar gue yang bangunin Queen" ucap fabian tiba - tiba.
Karena melihat tingkah abang - abang nya membuat diri nya di landa dengan rasa kecemburuan yang tinggi.
Serta melihat Queen yang tak berhasil dibangunkan oleh mereka.
__ADS_1
Tbc