
Setelah di rasa ke tiga abang nya (Vano, Varo, dan Deril) sudah keluar dari kamar Queen dan fabian sudah menutup pintu nya.
Fabian dengan segera mengelus kepala Queen dengan sayang dan mencium kening, wajah dan mencium bibir Queen dengan hangat dan sangat rakus.
Queen kaget karena merasa ada yang mencium bibir nya dengan suatu gairah yang menuntut tapi tak memaksa serta dengan gerakan yang rakus.
Queen langsung membuka mata nya dengan lebar dan Queen pun merasa kaget, karena yang mencium bibir nya dengan rakus adalah fabian.
Bian yang mengetahui Queen sudah membuka mata nya lalu melepas ******* nya dan mengacak rambut nya.
"Sekarang Mandi lah, aku tunggu di sini. Karena kita di tunggu oleh semua orang di meja makan".
Tanpa pikir panjang Queen segera masuk ke dalam kamar mandi dengan berlari karena merasa malu terhadap fabian.
Queen malu karena diri nya habis di cium fabian dalam keadaan belum mandi.
Sekitar 15 menit kemudian, Queen keluar kamar mandi dengan menggunakan bathrobe warna hitam nya.
Queen berjalan ke arah walk in closed nya karena akan mengambil seragam sekolah nya.
Queen pun segera masuk ke dalam kamar mandi lagi untuk berpakaian.
__ADS_1
Fabian hanya duduk dengan tenang dan damai di sofa yang ada di dalam kamar Queen sambil mengawasi gerak gerik Queen.
Setelah di rasa sudah rapi, Queen mengambil tas ransel dan tas jinjing nya.
Tas ransel yang hanya berisi 1 bolpoin dan satu buku tulis (bukan nya nggak mampu cuma Queen tak mau ambil ribet) di karenakan memang Queen tak pernah mencatat.
Semua materi di sekolah sudah di hafal nya, tanpa harus susah - susah untuk mencatat.
Queen cukup hanya mendengarkan penjelasan guru di depan dan langsung di hafal oleh diri nya.
Di dalam ransel nya ada beserta charger, power bank, headsed, dompet dan hp.
Sedangkan tas jinjing nya berisi laptop dan berkas - berkas kantor nya yang bernilai ratusan milyar rupiah.
Queen pun sangat menikmati perbuatan dan perlakuan fabian terhadap diri nya.
Bian sangat terpana melihat apa saja yang di bawa oleh Queen, akan tetapi tidak mau protes dengan Queen.
Setelah itu mereka turun bersama dengan Bian yang menggandeng tangan Queen dengan erat.
"Yang udah taken mah beda, bebas" ucap Arga dengan sengit, yang di tujukan kepada Queen dan Bian.
__ADS_1
Akan tetapi yang di sindir hanya melirik sekilas dengan ke cuekan mereka.
'Dasar Es' ucap sahabat - sahabat nya.
"Gue denger" ucap Queen dengan dingin, sedangkan temen - temen nya terkekeh.
Mereka melupakan kelebihan Queen yang satu itu, yang tau hanyalah abang - abang nya dan sahabat - sahabat Queen saja.
Akan tetapi teman - teman abang nya tidak mengetahui kelebihan Queen yang satu ini.
Kelebihan membaca pikiran orang - orang di sekitar nya, hanya pada saat Queen ingin tau saja.
Jika, Queen tak ingin membaca pikiran diri nya juga bisa seoerti anak - anak pada umum nya.
Bian? Bingung pasti karena tak mengetahui kelebihan Queen tersebut.
Memang tak ada yang memberitahukan bian mengenai kelebihan Queen.
Biarlah Fabian tahu sendiri atau mengetahui dari Queen sendiri.
Karena sesuatu hal akan lebih baik di ketahui dari orang yang bersangkutan.
__ADS_1
Tbc