I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
10


__ADS_3

Tak selang berapa lama,Lusi masuk ke dalam ruangan Keyzan.Meskipun dia nggak suka melihat Sheryl tapi dia tidak berani mengusir Sheryl tanpa perintah Keyzan.


Dengan manja Lusi merangkul dan duduk dipangkuan Keyzan.Tanpa rasa malu juga dia menciumi Keyzan.Meskipun terlihat risi tapi Keyzan juga tidak bermaksud menolak Lusi.


"Kamu dah kesini aja,emang kamu nggak ada kerjaan?" tanya Keyzan.


"Itu Key yang mau aku omongin.Perusahaan papa butuh suntikan modal.Kamu kira-kira bisa bantu nggak?" ucap Lusi tanpa basa basi.


"Jadi kamu kayak gini karena ada maunya?" tanya Keyzan sedikit menyindir perilaku Lusi yang baik dan manja karena ada maunya.


"Kamu kok gitu sih ngomongnya,kamu kan tahu aku nggak bisa hidup tanpa kamu." jawab Lusi.


Di meja kerjanya Sheryl yang mendengar ucapan Lusi sedikit tersenyum sinis lalu memutar bola matanya.Entah kenapa lucu aja gitu bagi Sheryl mendengar ucapan yang seperti itu.Sheryl tidak pernah percaya dengan ucapan bucin yang seperti itu.Menurut dia itu adalah rayuan tak masuk akal.Faktanya banyak dari mereka yang sering ngomong seperti itu ke pacarnya.Akhirnya setelah putus mereka juga bisa menjalani hidup mereka.Because this is life must go on.


Lusi pun sebenarnya tahu kalau dia sedang ditertawain oleh Sheryl.Tapi dia mencoba menahan amarahnya karena saat ini Sheryl baru diatas angin.Karena dia selalu dibela oleh Keyzan,jadi Lusi tidak berani membuat keributan dengan Sheryl.


"Kamu nggak percaya sama aku? Mau aku buktiin sekarang?" ucap Lusi langsung melah*p bibir Keyzan di depan Sheryl.


Sheryl menjadi canggung sendiri lalu berdiri dan meninggalkan ruangan Keyzan.Entah kenapa dia merasa sangat jengkel melihat pertunjukan yang tidak pernah ingin dia lihat.


Mungkin perasaan jengkel itu karena Keyzan dan Lusi yang tidak tahu malu.Bisa-bisanya mereka berciuman di depan orang lain seperti itu.Atau mungkin karena ada rasa kecewa dalam hatinya.Karena sebelumnya Keyzan berkata ingin memutuskan semua pacarnya demi bisa menjadi pacarnya.


Tapi entahlah yang jelas saat itu Sheryl benar-benar kecewa,jengkel,marah semua jadi satu.


"Sher!" seru Cintya yang juga sedang berjalan ke toilet.


"Hai Cin," sapa Sheryl juga dengan bahagia.Sudah berhari-hari dia tidak bisa ngobrol dengan Cintya karena pekerjaan dia yang mengharuskan dia untuk selalu mengikuti kemanapun Keyzan pergi.Bahkan saat meeting pun Keyzan selalu mengajak Sheryl.

__ADS_1


"Tumben sendirian biasanya sama bos mulu." tanya Cintya menyindir.


"Dia lagi pacaran." jawab Sheryl dengan kesal.


"Lo cemburu?"


"Gue?Cemburu? Ngaco lo." jawab Sheryl sambil mendorong kepala Cintya pelan.Lalu kedua wanita dewasa itu ke toilet bareng.Mereka begitu bahagia karena bisa kembali ngobrol.Dan cerita banyak hal juga.Bahkan mereka juga makan siang bersama.


"Oh ya Sher,kemarin lusa gue ke kost lo tapi katanya lo lembur,siapa sih anak kecil yang tinggal sama lo itu?Kok kayak nggak asing?" tanya Cintya.


"Oh,namanya Keyra gue nemuin dia beberapa waktu lalu dia ketakutan karena dikejar-kejar preman,jadi gue bawa aja dia,ya jadi gue nggak kesepian lagi kan?" jawab Sheryl dengan santai.


"Lo emang orang baik,gue seneng bisa kenal ama lo." puji Cintya merasa bangga dengan kebaikan hati Sheryl.Cintya tahu betul kalau Sheryl bukan orang mampu tapi dia mau memelihara orang yang baru dia kenal.Salut aja gitu Cintya.


"Ah biasa aja.Gue cuma tahu aja rasanya hidup dijalan,jadi gue nggak tega lihat Keyra." Sheryl tidak mau terlalu dipuji.Dia melakukan semua itu karena pure demi rasa kemanusiaan bukan karena ingin mendapat pujian.Nggak penting banget menurut dia.


"Berani ya nggak balik tapi malah makan siang sendirian?" tanya Keyzan yang datang sejak kapan yang jelas itu mengagetkan Sheryl dan Cintya.


"Kenapa nggak nungguin aku?" tanya Keyzan masih sedikit tidak puas dengan kelakuan Sheryl.


"Ya kali orang pacaran di tungguin." jawab Sheryl dengan kesal sambil memutar bola matanya.


"Siapa yang pacaran? Orang kita tadi cuma bahas soal kerjaan."


Sheryl tertawa kecil mendengar jawaban konyol Keyzan.Jelas-jelas dia lihat mereka ciuman dan tidak bahas tentang kerjaan.


"Harus ya bahas kerjaan sambil ciuman?" tanya Sheryl dengan sinis.Tapi bukannya kesal karena Sheryl masih tidak sopan,Keyzan malah tersenyum senang.

__ADS_1


"Kamu cemburu?" tanya Keyzan sambil menarik kursi dan duduk di sebelah Sheryl.


"Nggak ada.Cemburu apaan,nggak penting." jawab Sheryl cepat tapi masih terdengar dia kesal.


"Jujur aja nggak apa kok,bilang aja kalau kamu cemburu!" Keyzan kembali bertanya konyol dan menopang dagunya dengan satu tangan.Dia melihat wajah Sheryl yang mulai memerah.Sementara Cintya hanya tersenyum melihat bos nya menggoda sahabatnya.


"Jangan bikin aku nggak napsu makan ya pak!" bentak Sheryl menutupi rasa canggungnya.


"Nggak napsu apanya? Tuh makanan kamu sudah habis." Keyzan menunjuk piring Sheryl yang sudah kosong.


Sheryl yang kembali malu hanya mampu menghela nafas dalam-dalam lalu berdiri dan berlari kecil meninggalkan Keyzan dan Cintya.Tak lama kemudian Cintya menyusul dengan gembira karena sewaktu dia mau membayar makanan yang dia dan Sheryl makan.Tapi tiba-tiba ditahan oleh Keyzan dan mengatakan kalau dia yang akan membayar.


"Terima kasih pak.Kalau gitu saya susul Sheryl dulu." pamit Cintya dengan senang lalu berlari mengejar Sheryl.Meninggalkan Keyzan yang tersenyum cukup senang.


"Eh bro,lo makan disini juga?"


"Sendirian aja? Assisten pribadi lo kemana?" tanya Romeo yang baru datang dan akan makan siang di tempat itu juga.


"Iya." jawab Keyzan singkat tapi dengan tersenyum tipis.


Romeo yang adalah teman sejak lama Keyzan memang beberapa hari ini merasa aneh dengan perubahan sikap Keyzan yang dulu sangat dingin tapi sekarang meskioun masih dingin,tapi sudah banyak tersenyum.Dan Romeo mengira semua perubahan itu karena assisten pribadinya.Karena sudah bertahun-tahun Keyzan berbisnis tidak pernah ingin punya assisten pribadi apalagi wanita.Bahkan sekretaris pun dia selalu memilih pria.Tapi kali ini Keyzan berbeda.Dia bersikekeh menjadikan Sheryl sebagai assisten pribadinya.


"Oh ya Key,adik lo gimana?" tanya Romeo lagi.


"Belum ada petunjuk." jawab Keyzan dengan lesu.


"Udah nggak usah sedih lagi,semoga adik lo ketemu dengan orang baik." ucap Romeo menghibur Keyzan.

__ADS_1


"Ya,semoga."


__ADS_2