
Waktunya pulang,Sheryl membereskan meja kerjanya dan mulai mengikuti Keyzan ke rumah sakit untuk menjenguk maminya.Sudah hampir seminggu maminya Keyzan terbaring di rumah sakit,karena anak perempuannya yang masih belum ketemu.
Keyzan tahu dengan membawa Sheryl ke rumah sakit itu bisa membuat maminya sedikit tenang.Setidaknya maminya juga ada yang diajakin buat ngobrol jadi tidak akan terlalu fokus memikirkan adiknya.
"Hallo Sheryl..." sapa Romeo yang juga sudah ada di rumah sakit.
"Hallo pak Romi," 'Romi' adalah nama panggilan Sheryl untuk Romeo.
"Aku suka banget deh nama panggilan kamu ke aku." ucap Romeo senang.
"Bikin aku merasa special gitu,ada nama panggilan khusus." tambah Romeo yang masih kegirangan.
"Nggak usah genit!" omel Keyzan sambil mendorong kepala Romeo ke belakang.
Romeo malah cengar cengir karena dia bisa melihat bahwa Keyzan sedang di landa cemburu.Gimana tidak cemburu,Romeo kan playboy juga sama seperti dia.Jadi Keyzan selalu was-was kalau-kalau Romeo akan menggoda Sheryl,wanita incarannya.
Dengan hati-hati Keyzan membuka pintu bangsal dimana maminya di rawat.Jujur,yang membuat dia tersenyum senang ketika membuka bangsal itu adalah pemandangan yang ada di dalamnya.Dia melihat papanya yang selalu menemani maminya.Meninggalkan semua pekerjaannya demi menunggu maminya yang sakit.
Cinta seperti ini yang membuat Keyzan merasa sangat bahagia.Melihat kedua orang tuanya mencurahkan kasih satu sama lain.Seakan menunjukan kepada dunia bahwa mereka adalah pasangan yang paling bahagia.
Itulah sebabnya selama ini Keyzan dan adiknya tidak pernah kekurangan cinta.Tapi entah kenapa justru banyaknya cinta membuat Keyzan menjadi seorang playboy,mungkin juga karena pergaulannya selama ini juga bisa.
Keyzan sangat suka melihat cinta papanya untuk maminya.Tapi mungkin selama ini dia belum menemukan wanita yang mampu membuat dia mengorbankan semuanya demi cinta.
"Key..." gumam maminya pelan ketika melihat Keyzan masuk ke bangsal.
"Mami gimana? Udah baikan?" tanya Keyzan juga dengan lembut kepada wanita yang telah melahirkannya itu.
Maminya yang masih terlihat sangat pucat hanya tersenyum kecil dan menganggukan kepalanya pelan.Akan tetapi masih terlihat jelas raut kesedihan di wajah maminya.
__ADS_1
Keyzan menyapu pandangannya ke samping dan melihat di atas meja makanan yang masih belum ke sentuh oleh maminya.Dengan lembut Keyzan membujuk maminya supaya mau makan.
"Mami udah makan kok Key.." ucap maminya pelan.
"Sheryl nggak ikut?" tanya maminya.
Belum sempat Keyzan membuka mulutnya,orang yang dia cari muncul bersama Romeo di sampingnya.Mami Keyzan yang terlihat senang ketika melihat Sheryl,lalu melambaikan tangannya mengisyaratkan supaya Sheryl mendekat.
Sheryl dengan patuh mendekat dan duduk di kursi yang ada di samping ranjang.Juga dengan lembut Sheryl menggenggam tangan maminya Keyzan.Dan genggaman itu mampu membuat maminya Keyzan tenang,karena terlihat maminya Keyzan tersenyum dengan tenang.
"Tante makan ya?!" bujuk Sheryl.Pertama-tama maminya Keyzan menolak tapi setelah rayuan maut Sheryl berikutnya,maminya Keyzan mau untuk makan meskipun cuma sedikit.
Melihat pemandangan yang begitu indah membuat Romeo iseng berbisik kepada Keyzan:"Berasa lihat menantu idaman yang sedang merawat mertua nggak sih?"
Sementara Keyzan hanya tersenyum kecil mendengar bisikan Romeo tanpa menjawab.Tapi tetiba moment indah itu harus rusak karena hadirnya Lusi yang tiba-tiba masuk ke bangsal bersama papanya yang ingin menjenguk katanya.
"Tante masih sakit? Biar aku yang rawat tante ya?" ucap Lusi sambil mendorong Sheryl supaya menjauh dari maminya Keyzan.
"Ya," jawab papa Keyzan singkat tapi terdengar ramah.
Melihat anaknya yang menunjukan perhatiannya untuk maminya Keyzan membuat papa Lusi memuji anaknya.Dan dari nada bicaranya dia mempunyai maksud lebih untuk menjodohkan anak mereka.
"Lusi sama Keyzan kan juga sudah lama pacaran,kenapa nggak kita resmiin aja hubungan mereka? Lusi juga sangat perhatian kepada maminya Keyzan." ucap papanya Lusi.
Papanya Keyzan hanya tersenyum kecil dan menghela nafasnya."Masalah anak-anak kita serahin saja ke mereka.Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung karena mereka yang menjalani." jawab papa Keyzan tidak mau buru-buru mengambil keputusan.Dia tidak mau memaksa anaknya memilih apa yang mereka inginkan.Lagipula papanya Keyzan tidak suka dengan Lusi karena perilakunya beberapa hari lalu.
"Iya,iya.Keyzan begitu sangat tampan mangkanya Lusi begitu sangat mencintai dia." ucap papanya Lusi lagi.
"Lusi juga cantik." puji papanya Keyzan.
__ADS_1
"Itu yang disamping Keyzan siapa ya?" tanya papanya Lusi yang sedari tadi melihat Keyzan yang sedang mengobrol dengan wanita lain.Sementara anaknya ngobrol dengan maminya Keyzan.
"Oh itu assisten pribadi Keyzan." jawab papa Keyzan.
"Oh hanya assisten ya?" gumam papanya Lusi merasa lega.Setidaknya dia bukan kekasihnya Keyzan.Jadi rencana untuk menjilat Keyzan dan papanya akan berjalan dengan mudah.
Secara tidak sengaja mendengar obrolan papa Lusi dan papa Keyzan membuat Sheryl tersenyum sinis.Dia merasa Lusi dan Keyzan memang sangat cocok,status sosial mereka juga sama.Mana bisa dibandingkan dengan dirinya yang seorang rakyat jelata.
Sheryl lalu teringat ucapan Keyzan lagi yang meminta dia untuk menjadi pacarnya.Teringat setiap ucapan Keyzan membuat Sheryl tersenyum pahit.Dia merasa terlalu naif karena hampir percaya dengan ucapan manis Keyzan.
"Kenapa diam aja?" tanya Keyzan pelan.
"Nggak cuma mikir aja."
"Mikir apa? Mikirin ucapanku tadi siang?"
"Mikir aja kalau kamu sama Lusi itu emang cocok ya,yang satu cantik yang satu ganteng,status sosial kalian juga sama.Bener-bener pasangan serasi." ucap Sheryl dengan getir.Entah kenapa setiap kata yang terucap membuat hati Sheryl merasa tidak nyaman.
"Jadi udah ngakuin nih kalau aku tuh ganteng?" tanya Keyzan yang membuat Sheryl membulatkan matanya.Lalu Sheryl mencubit tangan Keyzan dengan pelan.
"Pacaran mulu." gumam Romeo yang ada disamping mereka seolah tidak terlihat.
"Pacar apaan." sewot Sheryl yang mulai merasa gugup.
Melihat Keyzan yang sedang bercanda dengan Sheryl membuat Lusi jadi geram.Dia datang dengan membawa perhatian untuk maminya Keyzan berharap Keyzan tersentuh.Tapi malah Keyzan sama sekali tidak menghiraukan dia.
"Pa,aku mau disini merawat tante Refina,papa pulang sendiri nggak apa kan?" ucap Lusi masih berharap Keyzan akan simpati kepada dirinya.
"Oh,iya nggak apa,kamu rawat tante Refina yang sungguh-sungguh,kelak tante Refina kan juga akan jadi mama mertua kamu,kalau kamu nikah sama Keyzan." papanya Lusi dengan gamblang menasehati anaknya.
__ADS_1
"Nggak usah Lus,tante nggak apa-apa kok.Lagian juga ada Sheryl yang biasa merawat tante." jawab maminya Keyzan karena dia emang tidak nyaman dengan kebaikan Lusi yang menurut dia tidak tulus.
"Tante aku kan pacarnya Keyzan,jadi biar aku aja yang rawat tante.Nggak perlu orang lain yang merawat tante." ucap Lusi melirik tajam ke Sheryl yang masih duduk bersama Keyzan dan Romeo.