
"Kamu berubah pikiran? Kamu mau jadi pacar aku?" tanya Keyzan.
"...Ya,aku mau jadi pacar kamu.Tapi ada satu permintaan aku."
"Syarat?" Keyzan memicingkan matanya.
Ya." Sheryl menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Katakan!"
"Aku mau jadi pacar bapak,asalkan bapak mau pinjemin aku uang 50 juta.Aku akan lunasi dengan nyicil tiap bulannya dengan gaji aku." ucap Sheryl tanpa ragu.Dia tahu semakin lama dia bernegosisi semakin lama juga Keyra akan ditangani.
Keyzan menatap Sheryl dengan tajam.Uang sebanyak itu buat apa?
Beberapa saat berpikir akhirnya Keyzan menyetujui permintaan Sheryl.Meskipun dalam hatinya dia sedikit kecewa karena ternyata Sheryl sama saja dengan wanita lain.
"Jadi akhirnya kamu kalah sama uang?" ucap Keyzan menohok.
"Bapak mau minjemin nggak? Kalau nggak ya udah nggak usah menghina.Ah,aku lupa aku kan masih nyimpen name card pak Rakha.Kalau gitu aku hubungin dia aja,sapa tahu dia bisa bantu." Sheryl sengaja memprovokasi Keyzan.Dia tahu betul kalau Keyzan sangat tidak suka dibanding-bandingkan dengan rival bisnisnya Rakha Saputra.
Mengerti kalau dia diprovokasi Keyzan pun akhirnya menyetujui permintaan Sheryl.Keyzan menyuruh Sheryl untuk menunggu sebentar.Tak lama Keyzan keluar membawa cek dan juga surat perjanjian yang dia tulis dengan tangan.
"Tanda tangan ini!" pintanya menyodorkan kertas kepada Sheryl.
"Apa ini?"
"Surat perjanjian.Disitu ditulis dengan jelas kalau kamu akan menjadi pacar aku selama 2 tahun.Kurasa 2 tahun cukup buat kamu bayar hutang." ucap Keyzan tanpa perasaan.
Sheryl menghela nafas dalam-dalam dan juga memutar bola matanya.Orang kaya tapi perhitungan,batin Sheryl mengatai Keyzan.Tapi karena Sheryl tidak mau lama-lama akhirnya dia menandatangani surat itu tanpa membaca secara teliti.
"Dah aku tanda tanganin,kalau gitu aku pergi dulu." pamit Sheryl sambil menyerahkan kertas dan bolpen ke Keyzan.
"Kamu sama siapa? Aku anter pulang! Sekarang kamu pacar aku,aku nggak kamu dalam bahaya." seru Keyzan sesaat membuat Sheryl tersentuh dengan kekhawatiran Keyzan.Tapi dia ingat kalau itu hanyalah hubungan kontrak.
__ADS_1
"Nggak usah,aku sama Cintya kok.Kamu balik tidur aja,ntar calon istri kamu cariin lho." ucap Sheryl dengan tersenyum manis.
Tentu saja Keyzan paham siapa yang disebut Sheryl sebagai calon istri itu.Tapi meskipun khawatir Keyzan merasa sedikit lega setelah tahu Sheryl bersama Cintya.
Setelah melihat punggung Sheryl yang makin menjauh dan menghilang Keyzan kembali ke ruang rawat maminya.Dia kembali membuka surat perjanjian yang dia tulis dengan tangan itu lalu tersenyum.Akhirnya dia bisa menakhlukan Sheryl juga.Tapi Keyzan masih curiga uang sebanyak itu buat apa?
Tapi ya sudahlah,uang segitu nggak seberapa.Yang penting dia sekarang sudah resmi menjadi pacar si cewek keras kepala yang sudah menolaknya beberapa kali itu.
Keyzan lalu memghubungi seseorang untuk membantunya menyiapkan apartemen baru.Keyzan ingin menghadiahi Sheryl sebuah apartemen supaya Sheryl tidak lagi ngekost.
"Siap pak." jawab seseorang dari seberang telepon.
"Key?"
Keyzan lalu menoleh dan melihat maminya yang terbangun.Keyzan lalu menghampiri maminya dan bertanya dengan lembut:"Mami mau apa?Minum atau ke kamar mandi?"
Dengan tersenyum kecil dan juga sedikit menggelengkan kepalanya berkata:"Mami kangen sama Keyra." ucapnya pelan.
"Mami tenang aja,adik pasti akan segera ketemu.Dan Key yakin adik ketemu sama orang baik,karena adik kan lucu." ucap Keyzan tersenyum kecil bermaksud menghibur maminya.Dia juga merasa sedih sebetulnya tapi demi supaya maminya tenang.
****
Setelah beberapa hari akhirnya maminya Keyzan sudah diperbolehkan pulang.Dan Sheryl juga membantu membereskan barang-barang maminya Keyzan.
"Ngapain lo disini?" tanya Lusi dengan sewot.Lusi memang beberapa hari terakhir menunggu maminya Keyzan di rumah sakit.
"Ini kan pekerjaan gue sebagai assisten pribadi pak Keyzan,jadi wajar dong gue disini.Yang nggak boleh disini tuh orang yang nggak berkepentingan." jawab Sheryl sarkas.
Lusi benar-benar minta ampun sama si Sheryl ini.Dia hanya seorang assisten tapi kenapa dia berani banget mengejek dirinya.Dan Keyzan membiarkan saja,karyawannya kurang ajar terhadap dirinya yang berstatus sebagai pacarnya.
"Key,kamu diem aja,dia mengejek aku seperti itu?" Lusi bergelayutan ditangan Keyzan.Dengan risi Keyzan menyingkirkan berkali-kali tangan Lusi.
"Sudah jangan ribut lagi,yuk kita pulang." ucap maminya Keyzan dengan pelan.Nafasnya terdengar terengah-engah.
__ADS_1
"Papa nggak mau balik dulu urusin kantor? Mami nggak apa kok tinggal dirumah Keyzan dulu,kan ada Sheryl yang rawat mami." ucap maminya Keyzan yang tahu suaminya sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan demi mencari anak dan merawat dirinya.
"Nggak ada yang lebih penting dari kamu dan anak-anak." jawab papanya Keyzan dengan lembut
Jujur saat itu Sheryl beneran terharu dengan cinta dari kedua orang tua Keyzan.Meskipun tidak lagi muda tapi cinta itu tetap membara dihati mereka.Betapa beruntungnya Keyzan memiliki keluarga yang dipenuhi dengan cinta.
Sheryl berjalan dengan membawa tas maminya Keyzan.Sedangkan kursi roda maminya didorong oleh papanya Keyzan.Sementara Lusi masih saja bergelayutan ditangan Keyzan.
Keyzan yang merasa risi menatap Sheryl yang nampak biasa aja melihat Lusi bermanja kepada dirinya.Nih cewek nggak punya hati kali ya,batin Keyzan kesal.
Kalau bukan karena permintaan Sheryl yang ingin hubungan mereka disembunyikan.Keyzan ingin sekali menarik dan menggandeng tangan Sheryl,supaya Sheryl sadar bahwa dia adalah pacarnya sekarang.
Begitu sampai di depan rumah sakit tanpa sengaja mereka bertemu dengan Rakha yang akan melakukan cek kesehatan.Sheryl ingin menghindar tapi ternyata Rakha malah menyapa dia di depan Keyzan dan kedua orang tuanya.
"Sheryl kan? Siapa yang sakit?" tanya Rakha dengan sangat lembut.
"Ehem.." Keyzan sengaja berdehem mungkin maksudnya ingin mengingatkan status Sheryl sekarang adalah pacarnya.
"Eh,itu..Maminya pak Keyzan yang sakit." jawab Sheryl sedikit gugup.
"Oh.Aku kira kamu,jaga kesehatan ya!" ucap Rakha penuh perhatian.
"Iya,makasih pak." jawab Sheryl singkat karena dia sedikit tidak nyaman dengan tatapan cemburu Keyzan.
"Tante semoga lekas sembuh ya!" ucap Rakha juga ke maminya Keyzan.
"Makasih nak." jawab maminya Keyzan lembut.
"Oh ya Sher,kok masih belum hubungin aku ya?" tanya Rakha setelah menunggu berhari-hari tapi Sheryl masih aja belum menghubungi dia.
"Maaf pak,aku lupa.Karena banyak pekerjaan." Sheryl beralibi.Padahal dia cuma tidak mau aja berhubungan dengan orang yang nggak dia kenal.
"Oh,kalau udah ad waktu luang jangan lupa hubungi aku ya? Dan jangan terlalu capek,jaga kesehatan." Rakha kembali memberi perhatian kepada Sheryl dan itu membuat Keyzan benar-benar hampir meledak.
__ADS_1
"Kita duluan ya pak?" pamit Sheryl meredam amarah Keyzan.Apalagi mami dan papanya Keyzan juga sudah menunggu di mobil.