
Papa Keyzan keluar dari kamar rawat Keyra,tersenyum melihat kemesraan Keyzan dengan Sheryl.Papanya Keyzan emang sejak awal sudah suka dengan kepribadian Sheryl dan berharap anaknya akan berjodoh dengan wanita yang sudah menyelematkan anak perempuannya itu.
Apalagi dia percaya Sheryl akan menjadi istri yang baik untuk Keyzan,anak sulungnya.Kepribadian Sheryl itu hampir sama dengan kepribadian istrinya waktu masih muda.Semangat dan pantang menyerah.
"Pa,mau kemana?" tanya Keyzan saat melihat papanya sudah berdiri di depan pintu kamar Keyra.Dan seketika Sheryl melepaskan pelukannya.Dia sedikit agak malu karena papanya Keyzan sempat melihat mereka bermesraan.
Meski Sheryl belum mengakui perasaannya kepada Keyzan tapi dia bisa-bisanya memeluk Keyzan.Saat itu dia tersipu dengan perhatian dan kelembutan Keyzan.Makanya dia tidak keberatan Keyzan memeluknya dan bahkan dia membalas pelukannya.
"Kalian udah makan?" tanya papa Keyzan.
"Udah pa.Papa mau makan? biar aku temenin." Keyzan menawarkan diri menemani papanya makan.Sejak tadi siang papanya juga belum makan sepertinya.Karena dia terus menemani maminya.
Tak lama kemudian giliran maminya Keyzan yang keluar dari ruangan rawar Keyra."Papa mau kemana? mami lapar pa,kita makan dulu yuk,mumpung Rara juga udah tidur!" ajaknya.
Kelihatannya maminya Keyzan sudah agak tenng setelah mengetahui keberadaan anak perempuannya.Sudah tidak seperti kemarin-kemarin,kali ini dia terlihat lebih bahagia.Terlihat jelas dari raut wajahnya yang sedikit berseri.
"Kalau gitu biarin aku dan Sheryl yang jagain Keyra,mami sama papa makan dulu aja!"
"Iya,mami sama papa makan dulu ya." pamit mereka berdua meninggalkan dua sejoli itu untuk kembali bermesraan.
Setelah kedua orang tuanya pergi,Keyzan kembali menarik Sheryl ke dalam pelukannya.Akan tetapi kali ini Sheryl menolak,dia malah berdiri dan masuk ke dalam ruangan rawat Keyra.
Sheryl sengaja menghindar karena dia masih tidak mau terbawa perasaan.Dia tahu betul lelaki seperti apa Keyzan itu.Meskipun dia berjanji akan memutuskan semua pacarnya,tapi Sheryl masih saja tidak percaya kepada Keyzan.
Sheryl sadar diri,dia sadar perbedaan diantara mereka.Walaupun kedua orang tua Keyzan sudah memberi lampu hijau tapi Sheryl tidak mau akan kecewa.Perbedaan diantara mereka terlalu mencolok.Sheryl tidak mau seperti pepatah pungguk merindukan rembulan.
"Cepat sembuh dek,kakak kangen senyuman kamu." gumam Sheryl di samping ranjang Keyra.
"Takdir memang nggak bisa ditebak ya?" ucap Keyzan mengikuti Sheryl masuk ke kamar rawat adiknya.
"Kamu minjem uang ke aku untuk biayai pengobatan adik aku,kamu sayang banget dia kan?" Keyzan melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Sejak ketemu dia,aku udah merasa sayang,aku merasa punya adik dan aku nggak kesepian lagi." ucap Sheryl dengan suara serak.Ternyata dia sudah menangis.
"Dan aku akan wujudin keinginan kamu untuk menjadikan dia adik kamu.Aku akan nikahin kamu." ucap Keyzan seketika membuat Sheryl kaget.
"Ni...nikah?" Sheryl mendadak jadi gagap.Keyzan hanya menganggukan kepalanya dan menaikan alisnya.
"Maaf pak,kita jangan omongin soal nikah,karena aku nggak cinta sama bapak.Setahu aku nikah itu harus saling cinta." Sheryl dengan tegas menolak pemikiran konyol Keyzan.
Gila aja,baru aja jadian itupun karena terpaksa,masa iya mau nikah.Aku masih belum memikirkan sampai sejauh itu.Iya aku suka sama dia,tapi aku mau menjauhi dia.Aku nggak mau nikah sama playboy.
Sheryl sedikit jengkel,karena kekonyolan Keyzan.Juga mereka kan bersama karena kontrak.Setelah kontrak itu berakhir,Sheryl berniat untuk meninggalkan Keyzan.
"Kenapa? kamu nggak mau nikah sama aku?" tanya Keyzan.
"Iya.Kita masih muda,aku juga belum mikir sampai sejauh itu." jawab Sheryl dengan cepat.
"Terus kamu maunya nikah sama Rakha?" Keyzan kembali mulai cemburu.
Tapi satu hal yang Sheryl pikirkan.Kenapa apa-apa selalu harus membawa nama Rakha?
Ada apa sebenarnya yang terjadi antara Keyzan dan Rakha?
"Nggak ada hubungannya kalik dengan pak Rakha."
"Jangan panggil nama Rakha dengan mesra!" Keyzan mulai konyol lagi.
Ya Tuhan,apa yang mesra coba?
Sheryl merasa kadang-kadang Keyzan bertingkah tidak masuk akal,kekanak-kanakan.
"Mesra gimana sih? aku panggil pak Rakha apa yang mesra coba?" Sheryl jengkel dengan tingkah kekanak-kanakan Keyzan.Seperti bukan dirinya yang terkenal dingin.
__ADS_1
"Kalau kamu panggil nama Rakha dengan mesra lagi,aku bakal lakuin kayak di mobil tadi." ancam Keyzan.
Seketika Sheryl kembali teringat dengan apa yang terjadi tadi siang di dalam mobil Keyzan.Dengan paksa Keyzan merebut ciuman pertama Sheryl.Teringat kejadian tadi membuat Sheryl tidak lagi berkata tapi dia diam seketika.Dia terlalu takut dengan kenekadtan Keyzan.
Setelah sekian lama terdiam.Akhirnya Sheryl buka suara."Pak,apa uang 50 juta kemarin,itu masih jadi hutang aku?" tanyanya dengan serius.
Karena,bagi Sheryl uang segitu sangatlah banyak.Butuh waktu bertahun-tahun untuk mencicilnya.Lagipula,uang itu kan buat biaya adiknya yang seharusnya memang tanggung jawab Keyzan bukan Sheryl.
"Kenapa? kamu sudah punya rencana buat ninggalin aku?" dengan tepat Keyzan menebak maksud hati Sheryl.
"Enggak,aku cuma nanya aja.Uang segitu banyak pak buat aku yang hanya karyawan." Sheryl mengelak tuduhan Keyzan.
Sial,kenapa dia bisa membaca pikiran aku sih?
Apa dia ternyata seorang dukun ya?
"Meskipun aku nggak akan minta kamu buat kembaliin uang itu.Tapi jangan pernah harap kamu bisa lepas dari aku." Keyzan menjepit dagu Sheryl dan menatapnya dengan tajam.
"Nggak,siapa juga yang mau ninggalin kamu,setidaknya aku masih harus selesaiin perjanjian kita dulu." ucap Sheryl menarik kepalanya menghindari tatapan Keyzan.
Keyzan menatap tajam ke Sheryl.
Jangan harap kamu bisa pergi dari aku.Aku nggak akan biarin kamu pergi dari aku,kamu hanya akan jadi wanitaku.Dan aku akan buat kamu jatuh cinta ke aku.
"Pak,sebenarnya aku nggak nyaman tinggal di apartemen mewah yang bapak beliin.Aku lebih suka tinggal di kost aku yang dulu." Sheryl mulai protes.Bukannya dia tidak bersyukur tapi dia tidak ingin jadi bahan gunjingan lagi jika seandainya teman-temannya tahu kalau dia tinggal di sebuah apartemen mewah.
"Kenapa? apa kurang mewah?"
"Nggak bukan itu,tapi aku tidak mau digosipin lagi kalau mereka tahu aku tinggal di apartemen mewah."
"Kamu wanita aku,jadi kamu harus tinggal di tempat yang layak.Masalah gosip,nggak usah dengerin mereka,kamu cuma perlu dengerin aku!" Memang tidak bisa dipungkiri lelaki itu sangat sombong.Tapi justru kesombongannya itu yang membuat dia semakin menarik dimata para gadis.
__ADS_1