I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
34


__ADS_3

Keyzan dikagetkan dengan telepon dari maminya yang mengatakan kalau dia dan papanya sudah ada di kota S.Maminya kepengen ketemu sama papanya Lusi.Mereka ingin membahas pertunangan Keyzan dan Lusi.


"Tapi mi,.."


"Perut Lusi semakin lama akan semakin besar," maminya memotong rengekan Keyzan.Sementara Keyzan hanya menghela nafas kesalnya tanpa berani melawan maminya juga papanya.


Setengah jam kemudian mereka termasuk Lusi dan papanya bertemu di sebuah kafe yang sudah Keyzan pesan sebelumnya.Awalnya dia ingin melakukan trik kepada Lusi supaya bisa mengambil sample yang akan dia gunakan untuk test DNA.


Lusi merasa sangat senang karena akhirnya dia akan resmi menjadi nyonya Keyzan Aditama.Impian yang sejak lama diinginkan,mungkin itulah alasan kenapa dia bersikeras tidak mau diputusin oleh Keyzan.


"Gimana kabar kamu sayang?" mami Keyzan bertanya dengan lembut.Dia sebenarnya masih tidak mau menerima Lusi tapi dia harus sadar wanita itu telah mengandung calon cucunya sekarang.Jadi mau atau nggak Refina harus mau menerima Lusi sekarang.


"Baik tante." Lusi tersenyum sambil memeluk maminya Keyzan.


"Hallo Keyra.." sapa Lusi sok akrab dengan Keyra tapi dicuekin oleh Keyra yang sejak awal memang sudah tidak menyukai Lusi.Keyra bisa melihat kalau Lusi hanya mau harta kakaknya aja.


"Rara,jangan gitu,dia adalah calon kakak ipar kamu." tegur Refina kepada anak perempuannya.


"Nggak apa kok tante,Rara kan baru kenal sama aku,nanti kalau udah lama kenal dia pasti terima aku kok." Lusi bersikap manis kepada adik Keyzan.


Disaat mereka sedang membahas rencana pertunangan Keyzan dan Lusi,tak sengaja Sheryl yang juga ke kafe itu bersama Rakha mendengar semua itu.Sejenak Sheryl merasa sangat terpukul.Tapi lagi-lagi dia harus sadar posisinya.


Sheryl berusaha untuk tidak menampakan dirinya di depan orang tua Keyzan.Dia berusaha untuk menghindari mereka tapi tanpa sengaja Keyra melihat Sheryl.


"Kak Sheryl.." panggil Keyra dengan senang lalu menjalankan kursi rodanya mendekat ke Sheryl.


Mau tak mau Sheryl menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang lagi.Dia melihat Keyra yang sedang kesusahan menjalankan kursi rodanya.Naluri Sheryl pun menyuruh dia untuk menyambut Keyra.Sheryl mendekati Keyra yang sudah menangis duluan.


"Kok nangis?" tanya Sheryl menahan air matanya.Rasa sayang Sheryl ke Keyra sudah ada sejak dia menolong Keyra.

__ADS_1


"Aku kangen sama kakak." Keyra semakin menangis lalu memeluk Sheryl dengan erat.Sheryl tidak bisa menahan air matanya.Dia juga memeluk gadis kecil itu dengan air mata berlinang.


"Jangan nangis lagi,nanti kakak ikutan sedih." ucap Sheryl menghapus air mata Keyra yang membasahi pipinya.


Sheryl menatap juga menyentuh pipi Keyra serta mengusap air mata Keyra dengan sangat lembut.Dia juga kangen dengan gadis itu.Gadis yang dia sudah anggap sebagai adiknya sendiri.


"Sher.." mami Keyzan juga tidak bisa menahan rasa rindunya kepada wanita yang dulu dia harap akan menjadi menantunya.


"Tante.." Sheryl hanya bisa pasrah saat maminya Keyzan memeluknya juga dengan menangis.


"Gimana kabar kamu nak? kenapa nggak pernah hubungi tante? tante minta maaf." air mata semakin mengalir dari kedua mata Refina.


"Tante minta maaf." lirih Refina lagi dengan terisak.


"Tante nggak perlu minta maaf ke aku,tante adalah seorang ibu yang baik." ucap Sheryl menenangkan maminya Keyzan.


Lusi yang merasa tak suka melihat kedekatan antara Sheryl dengan adik dan juga maminya Keyzan.Kemudian dia berjalan mendekat dan menggandeng tangan maminya Keyzan.


"Oh,selamat." Sheryl berkata dengan acuh.Setelah kemudian dia berpamitan kepada Refina dan Keyra.


Menahan amarah dan juga air matanya Sheryl berjalan mendekati Rakha yang setia menunggunya.Dengan langkah pasti Sheryl berjalan menuju meja yang juga sudah dipesan oleh Rakha sebelumnya.


"Kak Sheryl..." seru Keyra masih belum mau menyerah.Dia kembali berusaha menjalankan kursi rodanya mendekat ke Sheryl.Tapi seketika kursi rodanya ditahan oleh Lusi.


"Lepasin nggak!" bentak Keyra.


"Rara tenang jaga emosi kamu nak." ucap Refina membujuk anaknya supaya tidak terlalu emosi.Refina takut anaknya akan kembali drop karena belakangan Keyra tidak mau menjalankan kemo lagi.


"Mi,aku pengen sama kak Sheryl." ucap Keyra menangis tersedu.

__ADS_1


Jujur saja Sheryl merasa kasihan ketika melihat Keyra yang menangis tapi dia bisa apa,dia tidak mau membuat Keyra semakin bergantung kepadanya.Sheryl tidak mau membuat Keyzan semakin tertekan.


"Bagaimana kalau kita pindah aja?" ajak Rakha yang paham bagaimana perasaan Sheryl saat ini.


"Nggak usah pak,aku tidak mau menghindari apapun,aku harus jalani semuanya.Atau kalau bapak nggak keberatan,boleh nggak aku ajak Keyra ikut makan bareng kita?" Sheryl minta ijin kepada Rakha.Dan dengan senang hati Rakha mengijinkan Keyra gabung dengan dia dan Sheryl.


Sheryl kemudian bergegas mendekati Keyra yang masih aja meronta saat di dorong oleh Lusi.


"Maaf kalau boleh Keyra biar makan bareng sama saya!" Sheryl minta ijin kepada kedua orang tua Keyra.Tentu saja kedua orang tuanya mengijinkan,karena mereka tahu hanya Sheryl yang mampu menenangkan anak perempuannya.


Sheryl lalu mendorong kursi roda Keyra menuju mejanya.Keyzan yang tidak kuat dengan kedinginan wanita itu lalu beranjak dan menahan tangan Sheryl.


"Jangan diemin aku!" ucap Keyzan pelan.Sejujurnya saat menatap mata Keyzan yang berair,Sheryl tidak tega.Tapi akal sehatnya mengharuskan dia untuk sadar bahwa lelaki itu tidak ada hubungannya dengan dia.


"Lepasin pak,jangan bikin orang tua bapak memiliki pikiran negatif ke saya,saya nggak mau mereka mengira saya merayu bapak." Sheryl berusaha melepaskan tangannya tapi Keyzan semakin erat menggenggam tangan Sheryl.


"Lepasin pak!" Sheryl semakin meronta tapi Keyzan juga semakin erat tidak mau melepaskan tangan Sheryl.


"Lepasin Key! kamu harusnya mikirin perasaan calon istri kamu!" sahut Rakha yang juga tidak tahan melihat otoriternya Keyzan.


"Nggak usah ikut campur!" Keyzan menatap tajam ke Rakha yang menyentuh tangannya.Seketika Keyzan juga menghempaskan tangan Rakha dengan kasar.


"Kenapa Rakha nggak boleh ikut campur? dia pacar saya jadi dia berhak ikut campur!" ucap Sheryl menatap Keyzan dengan amarah.


Sheryl sengaja memanggil nama kepada Rakha dan juga mengakuinya sebagai pacar supaya Keyzan mau melepaskan dirinya.Juga supaya Keyzan sadar mereka tidak akan pernah bisa bersatu,karena mereka memiliki kehidupan masing-masing.


Dan tentu saja pengakuan Sheryl menyentuh titik amarah Keyzan.Bukan hanya Keyzan,tapi Keyra juga kaget dengan pengakuan Sheryl.Apalagi Rakha yang masih saja terpaku dengan ucapan Sheryl yang mengakui dirinya sebagai kekasih.


"Jadi itu alasan kamu ninggalin aku?" Keyzan bertanya dengan menahan amarahnya.

__ADS_1


"Ya." jawanb Sheryl dengan cepat dan yakin.


"Bagus." Keyzan semakin erat menggenggam tangan Sheryl membuat Sheryl kesakitan.


__ADS_2