
Meeting berjalan dengan lancar,meskipun agak sedikit tegang juga gugup.Tapi dari hasil akhir perusahaan yang berjalan dibidang modal usaha itu belum bisa menentukan siapa yang mendapat proyek itu.Perusahaan itu meminta waktu seminggu untuk menentukan siapa yang akan bekerja sama dengan mereka.
Nafas lega juga dihembuskan oleh Sheryl ketika keluar dari ruang meeting itu.Alasan kenapa dia gugup sepanjang meeting adalah karena dia baru pertama kali terlibat langsung dalam sebuah tender bagi perusahaannya,dan juga karena sepanjang rapat Keyzan selalu menatapnya dengan tajam.Seolah ada sesuatu yang ingin Keyzan ucapan atau mungkin amarah yang ingin Keyzan luapkan.
"Aku gugup banget pak." ucap Sheryl sambil berjalan keluar dari perusahaan itu.
"Tapi kamu tadi hebat banget,aku aja sampai tercengang,nggak nyangka gitu kamu bisa setenang itu." puji Rakha merasa puas dengan penampilan sekretarisnya.
Rakha memang sengaja sih melibatkan Sheryl langsung dalam proyek itu.Dia ingin melatih rasa percaya diri Sheryl.Dan juga dia ingin lihat sejauh mana kemampuan sekretaris barunya itu.Tapi siapa sangka dia justru dibuat kagum oleh penampilan Sheryl.
"Masa sih pak?" Rakha hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.Kemudian Rakha mengajak Sheryl untuk makan dulu sebelum mereka pulang.
"Jadi ini alasan kamu ninggalin dan nggak hubungin aku?" Keyzan yang baru saja mengejar Sheryl pun sedikit marah kepada Sheryl.Dia bahkan mencengkeram lengan kecil Sheryl dengan erat.
"Aw.." erang Sheryl merasakan lengannya sakit.
"Kamu apa-apaan sih Key!" Rakha mencoba menahan tangan Keyzan sudah tidak semakin erat mencengkeram lengan Sheryl.
"Bukan urusan kamu!" Keyzan mengibaskan tangan Rakha yang menyentuhnya.
"Sheryl sekretaris aku,jadi kalau kamu ada urusan sama Sheryl kamu harus izin dulu ke aku." Rakha sengaja mengatakan hal seperti.Karena,kata itulah yang pernah Keyzan ucapkan ke dia saat dia mengajak Sheryl makan siang waktu itu.
Keyzan tahu Rakha balas dendam kepada dirinya hanya menatap marah ke arah Rakha dan Sheryl yang masih berusaha melepaskan lengannya.
"Aku kangen sama kamu." ucap Keyzan tiba-tiba dengan begitu lembut.Dan tentu saja itu membuat Sheryl merasakan kesesakan dalam hatinya lagi.
Kali ini Sheryl benar-benar tidak mau kembali kepada Keyzan.Juga dia tidak mau terlena dengan rayuan Keyzan.Meskipun sebenarnya di dalam hati yang paling dalam,dia juga rindu kelembutan pria itu.
__ADS_1
Akan tetapi saat dia mengingat bahwa lelaki itu adalah seorang calon ayah dari bayi yang di kandung oleh wanita lain,hatinya kembali perih.Dia harus sadar bahwa dia harus menjauhi lelaki itu.
"Kamu juga kangen kan sama aku?" Keyzan menatap Sheryl dengan penuh kelembutan.Tatapan penuh dengan cinta.
"Nggak,aku nggak pernah kangen sama bapak." Sheryl menghempaskan tangan Keyzan dengan sangat kasar.Hatinya sakit setiap kali teringat akan kenangan bersama pria itu beberapa waktu lalu.
Kenangan yang hanya akan menjadi cerita dalam hidupnya.Kenangan yang seharusnya tak pernah dia jalani.Tapi Tuhan begitu ingin melihat seberapa kuat dia dalam menjalani hidup ini.
Melihat Keyzan yang begitu terkejut dengan jawabannya.Sheryl pun dengan segera meninggalkan tempat itu dan bergegas pergi bersama dengan Rakha.
Di dalam mobil Sheryl hanya diam,sesekali dia menghapus air mata yang sempat menetes.Dia tidak mau terlihat lemah.
"Nangis aja kalau kamu mau nangis!" ucap Rakha yang ada di sebelahnya.
"Jangan ditahan,itu akan membuat kan lebih sakit." lanjut Rakha dan seketika meledaklah tangisan Sheryl yang ditahan sejak di dalam ruang meeting tadi.
Rakha tidak ingin menghentikan tangisan Sheryl.Karena dia tahu beberapa hati ini Sheryl memiliki begitu banyak beban.Mungkin dengan menangis itu bisa mengurangi sedikit beban dihatinya.
"Menangislah semau kamu,tapi setelah itu kamu harus bangkit,karena perjalanan hidup kamu masih panjang,tetap semangat dalam menjalani hidup ini." Rakha tak henti-hentinya memberi semangat kepada Sheryl untuk bangkit dan meninggalkan masa lalu yang menyakitkan.
Hidup harus terus berjalan kan,kenapa harus terpuruk karena keadaan.Jalani apa yang ada di depan kamu sekarang,jangan menengok ke belakang karena kita tidak akan pernah bisa kembali ke masa itu.
"Makasih pak." Sheryl masih saja tersedu.
Sementara setelah pertemuaannya dengan Sheryl membuat Keyzan menjadi emosional.Dia bahkan dengan ugal-ugalan mengemudikan mobilnya.Seakan hidup ini sudah tidak ada gunanya.
Dia juga dengan tega meninggalkan Levin sendirian.Sampai akhirnya Levin harus naik taxi pulang ke rumahnya.Tapi Levin maklum dengan kelakuan bosnya,karena selama tiga tahun menjadi sekretaris Keyzan,baru kali ini dia melihat Keyzan sangat emosional karena seorang wanita.
__ADS_1
"Akh...." Keyzan memukul stir kemudinya berulang kali.Dia merasa sangat kesal dan juga marah.
Berkali-kali juga teleponnya berdering tapi begitu melihat nama yang tertera diteleponnya dia hanya membiarkan terus-terusan teleponnya berdering.Dia terlalu malas untuk menanggapi seseorang yang sedang berusaha menghubunginya.
'Aku tidak pernah merindukan bapak'
Kata itu selalu teringang dalam pikiran Keyzan.Berhari-hari dia merindukan wanita itu tapi ternyata wanita itu tidak pernah merindukan dia.
"Tapi nggak,aku yakin dia ngomong kayak gitu karena masih marah sama aku." gumamnya seorang diri.Dia menolak kenyataan bahwa Sheryl tidak pernah merindukannya.
Keyzan lalu mengambil hapenya dan menghubungi Romeo supaya cepat melakuan test DNA itu.Dia tidak sabar mengetahui hasilnya dan memberitahukannya kepada Sheryl,bahwa bukan dia ayah dari bayi itu.
"Tapi gimana caranya kita ambil sample dari Lusi?" tanya Romeo dari seberang telepon.
"Masalah itu serahin aja ke gue." setelah berpikir sesaat akhirnya Keyzan punya cara supaya Lusi bisa nurut kepadanya.
Dan sesuai rencana setelah Romeo menutup telepon,dia berusaha untuk menghubungi Lusi.Awalnya Lusi tidak mau menjawab telepon Keyzan,mungkin karena kesal sebelumnya dia menghubungi Keyzan tapi tidak pernah dijawab.
Tapi dia tetpalah seorang wanita yang mudah tersentuh hatinya dengan keuletan usaha lelaki.Setelah panggilan ketiga akhirnya Lusi mau menerima telepon dari sang pujaan hati.
"Hmm.." Lusi masih jual mahal.
"Tadi kamu telepon aku? sorry tadi aku masih meeting.Kenapa? kangen?" tanya Keyzan dengan kelembutan yang pastinya langsung bikin Lusi klepek-klepek.
Senyuman tersungging di sudut bibir tebalnya.Dia merasa senang karena akhirnya Keyzan sudah kembali lembut dan perhatian ke dia.
"Aku laper,kamu mau nggak temenin aku makan? setengah jam lagi aku jemput di rumah kamu." belum sempat Lusi tersadar dari rasa bahagianya.Kebahagiaan lain datang sekaligus.Dengan cepat dia mengiyakan ajakan Keyzan.Setelah telepon terputus,Lusi bergegas mandi dan berias dengan cantik.
__ADS_1
"Akhirnya kamu luluh juga Key," gumamnya dengan senang.