I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
25


__ADS_3

"Kamu jangan salah paham lagi ya,Lusi cuma omong kosong,kamu tahu selama kita pacaran,kita selalu barengan.Percaya sama aku!" Keyzan mencoba menjelaskan supaya Sheryl tidak salah paham kepada dirinya.


Entah kenapa Keyzan selalu takut setiap kali Sheryl salah paham.Dia takut Sheryl akan meninggalkannya.Jauh berbeda dengan dia yang sebelumnya.Keyzan banyak dikelilingi wanita cantik,tapi dia tidak pernah takut ditinggalkan.Tapi berbeda dengan sekarang,dia sangat takut ditinggalkan.


"Aku nggak salah paham kok pak,aku tahu sejak awal kalau bapak itu playboy,lagipula hubungan kita kan cuma diatas kertas,jadi aku nggak mau ngelarang apa yang menjadi kesukaan bapak,termasuk juga tidur dengan wanita lain." jawab Sheryl lugas.Tapi entah kenapa jawaban Sheryl itu membuat perasaan Keyzan jadi tidak enak.


Apakah itu artinya dia tidak cemburu kalau Keyzan tidur dengan wanita lain?


Apakah karena dia tidak suka sama aku?


Keyzan tahu hubungan mereka itu karena perjanjian,tapi dia masih aja berharap Sheryl akan takhluk oleh dirinya.


"Aku serius sama kamu.Kamu hanya boleh menjadi milik aku." ucap Keyzan dengan tegas.


Sheryl hanya terdiam tanpa membantah.Dia tahu akibatnya akan fatal jika dia membantah ucapan Keyzan.Kejadian kemarin pasti akan terjadi lagi.Yang bisa dilakukan oleh Sheryl hanyalah patuh kepada Keyzan sampai perjanjian itu berakhir.


Tapi apa Sheryl bisa mengendalikan perasaannya sampai batas perjanjian itu berakhir.Sementara perjanjian itu masih lama.Sheryl berharap bisa membayar hutangnya dan pergi dari Keyzan.


Satu hal yang Sheryl sadari.Lelaki seperti Keyzan sangatlah tidak mungkin untuk memilikinya.Lelaki itu mungkin tidak akan pernah bisa dia jangkau.Dan cinta yang lelaki itu ucapkan pasti hanyalah omong kosong.Itu semua pasti hanya jurus atau trik untuk menggaet mangsa baru.Dan Sheryl tidak mau jadi korban.


"Pak,nanti aku hari ini nggak ke rumah sakit dulu ya,aku capek banget." pamit Sheryl.Memang sih beberapa hari ini Sheryl selalu sibuk merawat maminya Keyzan dan juga adiknya Keyzan.


"Iya.Kamu istirahat aja." Keyzan menyentuh kepala Sheryl dengan lembut.Dia juga sangat berterima kasih karena Sheryl sudah bekerja sangat keras demi merawat mami dan adiknya.


"Ini buat kamu,pin nya tanggal lahir kamu." Keyzan memberikan sebuah credit card untuk Sheryl.


Credit card itu memang khusus dibuat Keyzan untuk Sheryl.Keyzan menggunakan itu sebagai ucapan terima kasih kepada Sheryl.Tapi berbeda dengan Sheryl,dia berpikir kalau Keyzan memberikan kartu itu untuk memelihara dia.Meskipun begitu Sheryl tidak berani menolak.


Anggap aja rejeki,batin Sheryl.


Tapi ada satu hal yang bikin Sheryl tercengang.Darimana Keyzan tahu tanggal lahirnya?


Apa Keyzan sengaja mencari informasi tentang dirinya ke bagian HRD?


Senyuman tipis mengembang disudut bibir Sheryl.Kalau itu benar,berarti Keyzan beneran ingin dekat dengan dia.Buktinya dia cari informasi tentang dirinya.

__ADS_1


"Apaan sih." gumam Sheryl seorang diri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kamu kenapa?" suara Keyzan mengagetkan lamunannya.


"Ha? gimana pak?" Sheryl tidak jelas apa yang ucapkan Keyzan barusan.


"Kamu kenapa diam aja? ambil ini!" Keyzan kembali menyodorkan kartu kredit ke Sheryl.Dengan tersenyum Sheryl menerima dan berterima kasih kepada Keyzan.


"Pulang kerja aku ikut ke apartemen." ucap Keyzan mengagetkan Sheryl.


"Bapak mau ikut pulang ke apartemen?" tanya Sheryl dengan gugup.


"Iya kenapa? itu kan juga punya aku,apa aku nggak boleh ikut ke apartemen yang aku beliin?" tanya Keyzan sedikit membuat Sheryl kesal.


"Boleh kok pak,bapak bebas kesana,itu kan punya bapak,aku hanya numpang tinggal." ucap Sheryl sedikit masam.


"Kalau gitu nanti mampir dulu ke supermarket untuk beli bahan makanan.Nanti aku masakin makanan buat bapak." lanjut Sheryl dengan sikap yang berbed dari sebelumnya.


"Emang bisa masak?"


Tapi Keyzan lebih fokus ke kata 'istri idaman' yang Sheryl ucapkan.Dengan tersenyum senang Keyzan berjalan mendekati Sheryl.


"Jadi kamu terima lamaran aku?" tanyanya dengan senang.


Sheryl menyadari ada ucapannya yang salah.Kemudian dia teringat ucapannya sebelumnya tentang 'calon istri idaman'.


"Bu..bukan begitu pak,maksud aku,sebagai seorang wanita kan harus bisa memasak,itu adalah salah satu kriteria seorang istri idaman," jawab Sheryl sekenanya.


Melihat Sheryl yang begitu sangat gugup membuat Keyzan kembali tersenyum.Apalagi melihat wajah Sheryl yang memerah.


****


"Mau pulang kerja? aku anterin yuk!" ucap Romeo menawarkan diri mengantar Cintya pulang.


"Nggak usah pak,aku bawa motor kok." jawab Cintya sedikit agak gugup.Untuk kedua kalinya mereka ngobrol tanpa Sheryl dan Keyzan.Biasanya mereka ketemu saat Romeo menemani Keyzan dan Cintya menemani Sheryl.

__ADS_1


"Motor kamu tinggal aja disini,aman kok." Romeo sedikit memaksa.Tapi Cintya kembali menolak dengan sopan tentunya.


Sementara disisi lain,Jaka dengan serius memperhatikan Cintya yang jalan bareng dengan Romeo.Amarah Jaka bahkan hampir tak terkontrol kalau saja dia tidak ingat kalau Romeo adalah atasannya.


Jaka berpikiran bahwa Romeo-lah alasan kenapa Cintya tidak mau kembali kepada dirinya setelah anaknya lahir.Jaka kembali memiliki pikiran negatif kepada Cintya.


"Dasar matre." gumamnya dengan geram.


Sheryl yang juga berjalan keluar kantor bersama Keyzan pun kaget melihat Cintya yang kembali dekat dengan Romeo.Bukannya tadi siang aku udah peringatin dia supaya nggak dekat-dekat dengan playboy itu.Sheryl merasa geram,dia tidak mau sahabatnya akan dipermainkan oleh Romeo.


"Cin!" seru Sheryl memanggil Cintya yang sudah lebih dulu sampai di halaman perusahaan.Seketika menolehlah Cintya dan mendapati Sheryl yang berlari kecil ke arahnya.


"Lo nggak bawa motor? kalau gitu bareng gue ama pak Keyzan aja!" ajak Sheryl tidak mau memberi kesempatan kepada Romeo.


"Bawa kok,gue bawa motor kok." jawab Cintya.


"Aku suruh ninggal motornya disini dia nggak mau." sahut Romeo.


"Bagus,jangan mau ninggalin motor disini,apalagi pulang sama buaya darat." ucap Sheryl melirik Romeo yang sudah mempelototinya.


"Kamu aja tiap hari bareng ama buaya darat." Romeo melirik Keyzan yang berdiri di belakang Sheryl.Tapi begitu Keyzan melotot Romeo malah cengar cengir nggak jelas.


"Pak kalau kamu mau cari mangsa jangan teman aku!Cari aja wanita lain." gerutu Sheryl kepada Romeo.


"Mangsa apaan sih? aku ikhlas ya anterin Cintya.Lagipula aku kan tipe cowok setia."


"Setiap tikungan ada,gitu maksudnya?" jawab Sheryl dengan cepat.


"Nih anak nggak percayaan amat."


"Percaya tuh ama Tuhan percaya sama lo musrik dong." sahut Keyzan mendorong kepala Romeo pelan.


"Emang jodoh kalian tuh,sama-sama nggak percayaan." omel Romeo merasa kesal karena alibinya selalu dipatahkan oleh Sheryl dan Keyzan.


Tapi emang harus diakui,Romeo sedikit tertarik dengan Cintya.Apalagi setelah kejadian tadi siang di taman.

__ADS_1


__ADS_2