I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
22


__ADS_3

"Pak,nanti siang aku mau makan siang sama Cintya." pamit Sheryl berbohong.Sebenarnya dia akan makan siang dengan Rakha.Karena juga udah janji,nggak enak kalau dibatalin.


"Iya,kalau gitu nanti aku ke rumah sakit sendiri aja nggak apa." Keyzan mengizinkan meskipun dia curiga kalau Sheryl akan berbohong.Tapi Keyzan memilih untuk percaya.Sheryl juga butuh waktu santai bersama temannya,pikir Keyzan.


Sampai pada jam makan siang tiba.Sheryl yang sudah mendapat pesan dari Rakha akhirnya bergegas menuju kafe yang ditunjuk oleh Rakha.Sheryl juga tak lupa menitip pesan kepada Cintya,jika sewaktu-waktu Keyzan bertanya kepada dirinya.


Tak selang beberapa lama,Sheryl tiba di kafe dimana Rakha sudah menunggunya.Sheryl sebenarnya ingin mengajak Cintya,karena dia nggak mau berduaan dengan Rakha.Akan tetapi Cintya sudah ada janji ketemu sama Jaka.Entah apa yang ingin mereka bicarakan,yang pasti mereka membicarakan perpisahan.Karena,kurang dari dua minggu lagi Jaka akan menikah.


"Sher.." panggil Rakha sambil melambaikan tangannya begitu Sheryl masuk ke kafe itu.


"Maaf pak,kalau bapak menunggu lama." ucap Sheryl kemudian duduk.


"Nggak kok,aku justru seneng kamu bisa nemenin aku makan siang." ucap Rakha dengan tersenyum sangat manis.


Rakha dan Sheryl lalu memesan makanan dan begitu makanan terhidang mereka menikmati makanan itu sambil terus ngobrol, dan juga bercanda.Sheryl tak menyangka jika ternyata Rakha orangnya humoris juga.


Dia berpikir sebelumnya jika Rakha orangnya kaku.Tapi setelah lebih kenal,itu semua hanyalah ilusi dia saja.Rakha jauh dari kata kaku,justru dia seneng bercanda orangnya.


"Kamu udah lama kerja sama Keyzan?" tanya Rakha.


"Baru aja kok pak,"


"Pantes,aku baru lihat kamu di kantor Keyzan."


"Bapak emangnya udah lama kerja sama dengan pak Keyzan?"


"Baru pertama kali ini,biasanya kita saingan mulu." jawab Rakha masih dengan mengunyah makanannya.


Rakha juga bercerita tentang hubungannya dengan Keyzan yang sedikit tidak baik.Itu bermula saat mereka masuk kuliah dan sama-sama jatuh cinta pada wanita yang sama.Mereka selalu berebut perhatian wanita itu,dan ternyata Keyzanlah pemenangnya.Wanita itu lebih memilih Keyzan dibanding Rakha.


"Tapi sayangnya wanita itu pergi tanpa kabar,dia agak mirip kamu.Waktu pertama kali aku ketemu kamu,aku kira itu dia." ucap Rakha tanpa basa basi.

__ADS_1


Apa itu sebabnya Keyzan bersikeras buat menikahi aku?


Apa karena aku mirip dengan wanita yang dia cintai?


Itu artinya dia nggak pernah cinta sama aku,dia hanya mencari sosok wanita yang dia cinta itu dari diriku.


Memikirkan hal itu membuat hati Sheryl terasa perih.Tapi dia tersadar,siapa dirinya.Dan dia yakin keputusannya untuk meninggalkan Keyzan setelah perjanjian itu berakhir adalah keputusan yang tepat.


Dan itu juga sebabnya,Rakha mendekatinya bahkan berhari-hari menunggu dia menelepon.


"Jadi itu alasan kenapa bapak bersikeras mengajak aku makan siang?" Sheryl bertanya dengan tersenyum sinis.


"Awalnya iya,tapi aku sadar kamu tidak bisa disamakan dengan dia-"


"Ya karena aku bukan dia." Sheryl mulai meninggi nada bicaranya.Entah kenapa hatinya merasa tidak enak mendengar cerita Rakha tentang wanita itu dengan Keyzan.


"Ya,kamu bukan dia.Tapi kamu lebih baik dari dia." Rakha mengatakan yang sebenarnya.Dibanding dengan wanita itu,Sheryl jauh lebih baik,menurut Rakha.


"Oh ya setelah ini mau kemana?" tanya Rakha.


"Balik ke kantor pak,masih banyak kerjaan soalnya." jawab Sheryl.


Lagi asyik bercanda dan mengobrol,suasana itu di rusak dengan kehadiran Lusi.Lusi juga akan makan siang bersama dengan seorang cowok yang ternyata adalah Keyzan.


Keyzan dan Sheryl sama-sama terkejut dengan pertemuan itu.Keyzan menatap Sheryl yang makan semeja dengan Rakha.


Pamitnya pergi dengan Cintya,nggak tahunya malah makan dengan lelaki lain.Apa aku terlalu baik sama dia,batin Keyzan.


Bilangnya ke rumah sakit,tapi ternyata malah berduaan dengan wanita lain.Sekali playboy tetap playboy,nggak akan pernah bisa berubah,batin Sheryl.


"Eh,Key maaf aku ajak makan siang assisten kamu karena aku pengen ngobrol sama dia." ucap Rakha merasakan sesuatu hal yang terjadi antara Keyzan dengan Sheryl.Karena mereka saling bertatapan dengan marah.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa,lain kali kamu harus minta izin sama aku dulu." Keyzan berkata dengan ketus.


"Aku mau makan ama siapa aja,nggak ada hubungannya dengan bapak,lagipula ini kan jam istirahat,terserah aku mau keluar dengan siapa aja." ucap Sheryl dengan kesal membuat Keyzan sedikit marah.


Apa-apaan coba,dia aja bebas keluar dengan wanita manapun masa aku harus minta izin dulu sama dia.Mau menangnya sendiri.


"Iya ih Key,biarinlah dia keluar sama orang lain,dia kan juga punya hak asasi manusia." ucap Lusi yang tumben sepemikiran dengan Sheryl.


"Tapi dia karyawan aku,dia harus nurut apa kata aku.Aku gaji dia buat jadi assisten aku bukan jadi teman ngobrol orang lain." ucap Keyzan yang benar-benar membuat Sheryl marah.


"Karyawan juga manusia pak,punya hak asasi juga." Sheryl mulai geram dengan sikap otoriter Keyzan.


"Iya Key,Sheryl juga butuh ngobrol sama temannya." sahut Rakha juga tidak tahu apa yang ada di dalam otak Keyzan.


"Dia karyawan aku,dia cuma perlu dengerin perintah aku." Keyzan masih dengan sikap sombongnya.


"Kamu keterlaluan Key,kamu menganggap Sheryl sebagai tawanan kamu gitu?" Rakha mulai tersulut amarahnya.Dia tidak menyangka jika Keyzan akan menganggap Sheryl sebagai tawanan.


Tapi bukan itu yang Keyzan pikirkan.Dia hanya tidak mau Sheryl pergi kencan dengan lelaki lain.Apalagi dengan Rakha yang dia tahu betul seperti apa Rakha.


"Kamu masih belum berubah,suka memaksa dan semena-mena." Rakha menambahkan keluhannya terhadap Keyzan.


"Kalau kamu terus seperti itu,cepat atau lambat Sheryl juga akan meninggalkan kamu seperti...." Rakha tidak melanjutkan ucapannya karena Keyzan sudah lebih dulu menarik kerah Rakha dan hampir memukulnya.


Sheryl dan Lusi yang kaget dengan tindakan Keyzan,berusaha meredam amarah Keyzan yang mungkin sudah membara.


"Key,kamu yang tenang!" Lusi berusaha menarik tangan Keyzan dari baju Rakha.


"Lepasin pak,aku janji akan izin lain kali." ucap Sheryl juga berusaha meredam amarah Keyzan.Saat itu juga Keyzan melepaskan cengkeraman tangannya.


"Balik bareng aku!" Keyzan menarik tangan Sheryl meninggalkan Rakha dan Lusi.

__ADS_1


Sheryl yang kaget hanya bisa mengikuti langkah Keyzan dan juga berpamitan sama Rakha.Sheryl merasa tidak enak hati dengan kejadian ini.Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Keyzan dan terjadi kejadian yang tidak menyenangkan.


__ADS_2