I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
16


__ADS_3

Saat kembali ke kantor Keyzan masih aja murung.Dia selalu teringat dengan Rakha yang memberi perhatian ke Sheryl.Bahkan saat Sheryl memberinya segelas kopi pun Keyzan masih aja terdiam.Sheryl paham ada yang tidak beres dengan Keyzan.


"Kenapa sih pak liatin mulu?" Sheryl merasa sangat tidak nyaman dengan tatapan Keyzan.


"Kamu masih menyimpan name card Rakha?" Sheryl hanya menganggukan kepalanya.


"Buang sekarang!" Keyzan sedikit berteriak.


"Denger nggak? Buang sekarang!" Keyzan mengulangi ucapannya lagi dengan nada sedikit marah.


Sheryl menatap Keyzan dengan tajam sedikit memutar bola matanya.Meskipun begitu dia mengiyakan permintaan Keyzan untuk membuang name card Rakha.Keyzan tahu,dia bisa melihat kalau Rakha suka sama Sheryl.


"Kamu pacar aku sekarang,jadi kamu tidak diperbolehkan mikirin lelaki lain,punya hubungan apapun sama lelaki lain apalagi si Rakha itu." ucap Keyzan memperingatkan status Sheryl.


"Ya."


Sudah tiga hari Sheryl berstatus sebagai pacar Keyzan.Tapi hubungan itu emang harus disembunyiin.Sheryl tidak mau dikatain naik jabatan karena menggoda si bos.


"Itu baru pacar aku." tetiba Keyzan mengecup lembut kening Sheryl.Itu membuat Sheryl kaget,karena dia baru pertama diperlakukan seperti itu.


"Lain kali jangan sembarang gini bisa nggak pak?" protes Sheryl membuat Keyzan memicingkan matanya.Dia tahu sih alasan Sheryl menerima dia bukan karena cinta tapi dia merasa wajar aja melakukan hal itu.


"Kenapa? Kamu pacar aku,wajar dong aku cium kamu."


"Aku nggak biasa pak."


"Ya di biasain dong,ke depannya aku akan sering cium kamu seperti ini." ucap Keyzan dengan cepat mengecup bibir Sheryl.Seketika membuat Sheryl terbelalak dan kehilangan kata-kata.Sheryl terlalu terkejut dengan tindakan ceroboh Keyzan apalagi mereka di kantor.


"Pak Keyzan!" seru Sheryl melotot.


"Kenapa sayang?" tanya Keyzan santai.

__ADS_1


Melihat Keyzan yang tidak merasa bersalah sama sekali membuat Sheryl benar-benar kesal.Meski begitu dia kembali memerah karena panggilan 'sayang' dari Keyzan.


"Jangan kayak gitu lagi." ucap Sheryl berjalan ke meja kerjanya tapi dengan sigap Keyzan menarik tangan Sheryl dan mendorongnya ke belakang.


Keyzan menatap Sheryl yang sudah memerah wajahnya sedari tadi.Dekat,lebih dekat dan lebih dekat lagi.Keyzan tersenyum menatap Sheryl.Sedangkan Sheryl tidak berani membalas tatapan Keyzan.Jantung berdebar tidak karuan.Dengan sangat jelas dia juga mendengar detak jantung Keyzan.


"Bapak mau apa?" tanya Sheryl gugup.


"Kalau lagi berdua gini jangan panggil bapak,panggil aja Key!" perintah Keyzan dengan suara yang sangat lembut.Kelembutan itu membuat Sheryl semakin tersipu.


"Coba panggil aku apa?"


Sheryl terdiam sesaat setelah kemudian dia menuruti apa kata Keyzan.


"Pak..eh Key." ucap Sheryl membuat Keyzan tersenyum puas.


"Pinter." Keyzan memegang kedua pipi Sheryl.Mereka saling beradu pandang dengan bahagia.Setelah sesaat kemudian Sheryl mengalihkan pandangannya.Dia terlalu takut baper.


"Jangan gini,nanti nggak enak kalau ada yang datang." ucap Sheryl pelan.Barulah saat itu Keyzan melepaskan tangannya dan kembali duduk di tempatnya.


Keyzan menatap Sheryl yang masih sedikit salah tingkah.Dia merasa senang aja melihat Sheryl yang malu-malu.Entah kenapa dia merasa bahagia banget lihat wajah polos Sheryl.


Tok tok tok


Pintu ruangannya diketuk."Masuk!" perintahnya.


Levin masuk lalu kemudian membisikan sesuatu kepada Keyzan.Dan membuat Keyzan bersemangat.


"Orang suruhan kita ada yang bilang melihat adik bapak dibawa ke rumah sakit beberapa hari lalu." bisik Levin.


Selama pencarian memang Keyzan sengaja hanya menyebar foto adiknya kepada orang suruhannya.Dia takut mengundang perhatian banyak orang dan juga sangat yakin kalau akan banyak yang memanfaatkan keadaan itu.Jadi Keyzan memutuskan untuk mencari secara diam,tapi dia juga banyak mengerahkan orangnya untuk mencari.Bahkan Sheryl aja nggak tahu seperti apa adiknya Keyzan itu.

__ADS_1


"Serius? Kita kesana sekarang!" ucap Keyzan antusias.


"Tapi kenapa baru lapor sekarang?" tanya Keyzan sedikit curiga.


"Saya juga nggak tahu." jawab Levin takut.


"Udahlah yang penting mereka sudah melapor." Keyzan lalu meminta Sheryl untuk ikut dengannya.


Begitu sampai di rumah sakit Sheryl sedikit kaget,dia berpikir apa mungkin maminya Keyzan sakit lagi.Karena Keyzan seperti terburu-buru.Tapi Sheryl kembali merasa aneh tatkala mereka menuju ruangan yang selama tiga hari dia kunjungi.


Ya,itu ruangan dimana Keyra dirawat.Sheryl pun memicingkan matanya.Dia kemudian menghubung-hubungkan cerita dari Keyzan dan Keyra.Sheryl menebak kalau kakak yang dicari Keyra harusnya Keyzan.


"Bapak kenal Keyra?" tanya Sheryl menghentikan langkah Keyzan.


"Kamu kenal Keyra?" Keyzan balik bertanya dengan serius.Dan Sheryl menganggukan kepalanya.


Takdir yang tidak seorangpun tahu.Sheryl menerima tawaran Keyzan demi menyelematkan nyawa Keyra.Tapi siapa sangka justru Keyra adalah adiknya Keyzan yang sempat hilang beberapa hari yang lalu.


"Jadi malam itu aku lihat Keyra sedang ketakutan dan dia juga dikejar oleh beberapa laki-laki sangar,karena kasihan aku bawa dia pulang.Tapi beberapa hari yang lalu dia pingsan dan dibawa kesini.Aku pinjem uang pak Keyzan malam itu buat biaya perawatan Keyra." Sheryl menjelaskan semua kepada Keyzan.Keyzan mendengar perkataan Sheryl dengan berkaca-kaca dan tiba-tiba langsung memeluk Sheryl dengan erat.


"Terima kasih.Terima kasih." berkali-kali Keyzan mengucap terima kasih sambil masih memeluk erat Sheryl.Dia bersyukur ternyata adiknya ditolong oleh orang baik seperti Sheryl.


"Iya pak,tapi tolong lepasin! Mau dilihat banyak orang." lirih Sheryl.


Keyzan pun melepaskan pelukannya tapi justru dengan cepat mengecup kening Sheryl dan tentunya dengan sangat lembut.Kali ini entah kenapa Sheryl tidak menolak,dia justru menutup matanya dan merasakan kelembutan Keyzan.


"Aku cinta sama kamu." bisik Keyzan yang membuat Sheryl seketika membatu.Dia terlalu kaget untuk bereaksi.


Ketika melihat adiknya yang terbaring masih belum sadarkan diri hati Keyzan terasa perih.Dia merasa gagal menjadi seorang kakak.Air mata sudah mengalir dari pipi sewaktu melihat tubuh lemas adik satu-satunya itu terbaring di ranjang rumah sakit.Tapi satu hal yang dia syukuri adalah adiknya bertemu dengan orang baik,setidaknya dia masih bersyukur akan hal itu.


Di sisi lain Sheryl merasa lega kalau akhirnya Keyra bisa bertemu dengan keluarganya.Selain dia tenang juga dia tidak perlu lagi menjadi pacarnya Keyzan.Uang itu kan untuk biaya adiknya,Keyzan pasti tidak akan menagihnya kan?

__ADS_1


Alasan Sheryl ingin mengakhiri hubungannya dengan Keyzan yang baru beberapa hari itu karena dia tidak mau terus-terusan dekat dengan Keyzan.Dia sungguh takut jatuh cinta kepada Keyzan.Dia tidak mau jadi korbannya Keyzan,sang bos playboy.Kalaupun dekat itu hanyalah karena pekerjaan.


"Aku harus buruan akhiri semua ini,kalau nggak, bisa-bisa aku jatuh cinta beneran sama si playboy itu." gumam Sheryl sendirian.


__ADS_2