
Pagi-pagi sudah ada keributan di depan kediaman orang tua Keyzan.Ada seorang wanita yang ngeyel,memaksa masuk ke dalam.Dan ternyata wanita itu adalah Lusi.Dia sengaja datang ke rumah orang tua Keyzan untuk menyusul Keyzan.
"Maaf nona jangan bikin keributan!" tegur salah seorang pembantu di rumah itu.
"Kalian tahu nggak siapa aku? aku calon majikan kalian." ucap Lusi dengan arogan.
Sementara dari kejauhan Sheryl yang sedang berjalan-jalan pagi dengan Keyra memicingkan matanya.Mereka berdua mendekat ingin tahu apa yang sedang terjadi di halaman rumah.
"Kita lihat yuk dek!" ajak Sheryl penasaran sambil mendorong kursi roda Keyra.Ya,semenjak telat kemo,Keyra harus menjalani kehidupannya diatas kursi roda.
"Maaf nona harus nunggu disini!"
"Pokonya aku mau masuk,aku kangen sama Keyzan." teriak Lusi masih dengan arogannya.
"Kenapa mbak?" tanya Keyra yang mendekat bersama Sheryl.
Seketika Lusi menoleh dan membulatkan matanya melihat Sheryl yang sedang mendorong kursi roda Keyra.Tapi bukan itu yang dia pikirkan.Akan tetapi Lusi menebak jika Sheryl nginep di rumah Keyzan,buktinya pagi-pagi Sheryl sudah ada disitu.Dan lagi memakai baju casual yang meyakinkan tebakan Lusi.
Sheryl juga terkejut melihat Lusi yang sudah bikin keributan aja.Segitunya Lusi terhadap Keyzan sampai-sampai dia rela datang ke rumah orang tua Keyzan pagi-pagi begini.
"Ngapain lo disini? lo nginep sini?" tanya Lusi sedikit emosi.
Bisa-bisanya Keyzan mengajak Sheryl nginep.Sedangkan dia sekalipun belum pernah diajakin nginep dirumah orang tuanya.Boro-biro nginep,diajak ke rumah orang tuannya aja nggak pernah.
"Kakak siapa? kenapa marahin kak Sheryl?" Keyra yang merasa marah ketika Sheryl dimarahin pun bertanya dengan sinis ke Lusi.
"Kamu pasti Keyra ya? aku kak Lusi pacar kak Keyzan." Lusi lagi-lagi memperkenalan diri sebagai kekasih Keyzan.
"Nggak mungkin,pacar kak Keyzan itu kak Sheryl bukan kamu." Keyra tidak mau menerima Lusi sebagai kekasih kakaknya.
"Pasti lo kan yang udah ngaku-ngaku sebagai pacar Keyzan? tahu diri dong lo,lo hanyalah pegawai Keyzan." Lusi kembali memarahi Sheryl.Tapi Sheryl yang terlalu malas meladeni Lusi hanya mengalihkan pandangannya tanpa menjawab atau membela diri.
"Jangan pernah marahin kak Sheryl! atau mending kakak pergi disini!" Keyra marah dan mengusir Lusi.
__ADS_1
"Udah dek jangan marah-marah lagi! kita ke kamar yuk,adek istirahat dulu." ucap Sheryl menenangkan Keyra yang dilanda emosi berlebih.
Sheryl mendorong lagi kursi roda Keyra memasuki rumah.Tapi sebelum dia masuk dia sempat menyuruh pembantu yang menahan Lusi,supaya membiarkan Lusi masuk ke dalam.
"Biarin dia masuk mbak,dia temennya pak Keyzan kok!" ucap Sheryl yang langsung dipatuhi oleh pembantu itu.
Lusi membulatkan matanya seakan tak percaya kalau pembantu itu lebih nurut sama Sheryl dibanding dengan dirinya."Brengs*k,kenapa dia justru lebih dipatuhi daripada aku yang adalah kekasih Keyzan." gumam Lusi seorang diri.
Sementara Lusi menunggu di ruang tamu,Sheryl mengantar Keyra ke kamarnya.Awalnya Lusi memaksa ingin ke kamar Keyzan tapi dia sadar kalau itu akan membuat Keyzan marah.Jadinya Lusi tidak terlalu ngeyel ingin ke kamar Keyzan.
Di kamar Keyra,Sheryl berusaha menenangkan Keyra.Setelah beberapa saat,akhirnya Keyra mulai mereda emosinya.Sheryl kemudian menyelimuti Keyra dan mengelus rambut Keyra dengan lembut.
Tapi ternyata Keyzan sudah juga sudah bangun dan menyusul ke kamar adiknya.Keyzan belum tahu kalau Lusi menunggunya di ruang tamu.Karena begitu dia membuka mata,dia langsung ke kamar adiknya untuk melihat Sheryl.
Masih menggunakan baju tidurnya Keyzan bersandar di kusen pintu kamar adiknya yang tidak di kunci.Dia tersenyum senang ketika melihat dua wanita yang disayang begitu sangat akrab.
Keyzan lalu berjalan perlahan mendekati kedua wanita itu.Senyuman tak pernah hilang dari bibirnya.Apalagi saat melihat adiknya yang sangat antusias bercerita ini itu kepada Sheryl.
"Kak pokoknya aku cuma mau kakak yang jadi istri kak Key,aku nggak mau yang lain apalagi cewek tadi." keluh Keyra kepada Sheryl.
"Kalau gitu sekarang aja kita nikahnya sebelum kamu direbut orang!" sahut Keyzan membuat Sheryl dan Keyra kaget.
"Yakin mau nikah sama aku sekarang? kamu nggak takut sama wanita yang sekarang nungguin kamu di ruang tamu?" tanya Sheryl.
Keyzan mengerutkan keningnya mencoba mencerna perkataan Sheryl yang ambigu.Tapi belum dia bertanya lagi Keyra memberitahukan bahwa wanita yang dimaksud Sheryl adalah Lusi.
"Dia kesini?" tanya Keyzan terkejut,dia tidak merasa memberikan alamatnya ke Lusi.
"Ngapain terkejut segala? bukankah itu yang kamu mau? dia kesini juga pasti karena ada yang meminta dia kesini." Sheryl berkata dengan sarkas.
"Aku nggak pernah nyuruh dia kesini,kamu percaya dong sama aku!" Keyzan memegang kedua pipi Sheryl dan menatapnya dalam-dalam.
Keyzan menyadari ada kecemburuan dari setiap kata yang diucapkan oleh Sheryl.Makanya dia menjelaskan bahwa bukan dia yang menyuruh Lusi datang.
__ADS_1
"Kak,aku nggak mau dia jadi istri kakak.Kalau kakak nikah sama dia,mending Rara kabur lagi dari rumah." ancam Keyra yang tidak mau kakaknya punya hubungan dengan Lusi.
"Enggak,kakak kan cuma cinta sama kak Sheryl." jawab Keyzan sambil mencubit pipi Sheryl.
Tok toktok
Pintu kamar Keyra di ketuk,dan pembantu memberitahu bahwa papanya Keyzan menunggu Keyzan di ruang tamu.
Pembantu itu tadinya mencari Keyzan ke kamar Keyzan tapi Keyzan tidak ada.Lalu pembantu itu mencari Keyzan ke kamar Keyra.Karena pembantu itu yakin Keyzan pasti ke kamar adiknya untuk menemui kekasihnya yang tinggal di kamar adiknya.
Dan benar saja,Keyzan ada di kamar adiknya bersama wanita yang mereka tahu adalah kekasih anak majikannya.
"Tuan besar nunggu di ruang tamu."
"Ya,aku kesana sekarang." jawab Keyzan diiringi dengan kepergian pembantunya.
Sebenarnya Keyzan malas karena pasti ini adalah rencana Lusi.Tapi Keyzan juga tidak mau membuat papanya kecewa jika dia tidak nurut.Keyzan kembali ke kamarnya untuk mandi dulu dan ganti baju.Maksudnya untuk mengulur waktu supaya Lusi jenuh dan tidak sabar menunggu.
Hampir sejam kemudian dia kembali dipanggil oleh pembantunya.Dan masih dengan agenda yang sama yaitu ditunggu papanya di ruang tamu.Dengan langkah berat Keyzan menuruni anak tangga menuju ruang tamu.
Di ruang tamu itu sudah menunggu papa,mami dan Lusi yang terlihat senang melihat Keyzan yang berjalan mendekat.Lalu berlari kecil mendekati Keyzan dan langsung memeluknya.
"Key,aku kangen sama kamu." ucap Lusi memeluk Keyzan.Tapi dengan dingin Keyzan melepaskan tangan Lusi.
Keyzan bahkan hampir tersentak saat melihat wajah serius papanya dan juga raut sedih dari maminya.Dia tidak tahu apa yang sebernarnya terjadi.
"Key sebagai seorang lelaki sejati,kamu harus bertanggung jawab atas tindakan kamu!" ucap papanya dengan tegas.
"Tanggung jawab?" Keyzan masih tidak ngerti apa yang dimaksud papanya.
"Ini ada apa sih pa?" tanya Keyzan kebingungan.
"Nak,kamu harus tanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan demi darah daging kamu." sahut maminya dengan suara yang serak.
__ADS_1
Keyzan semakin bingung dengan apa yang terjadi.Darah daging apa coba?
"Key,aku hamil.Ini anak kamu." ucap Lusi dengan senang sambil mengelus perutnya.