I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
31


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Sheryl tidak bisa lagi membendung air matanya.Hatinya terasa sangat sakit tatkala teringat ucapan Lusi yang mengatakan bahwa dirinya hamil.Saat itu hati Sheryl sudah mulai tersentuh dengan kebaikan-kebaikan Keyzan.Mungkin juga dia sudah jatuh cinta kepada pria itu.


Pulang dengan membawa luka dihati membuat Sheryl memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang dipimpin oleh Keyzan.Beberapa lama Sheryl hanya berdiam diri di taman yang kemarin dia dan Keyzan kesana.


Mungkin taman itulah saksi bisu betapa Sheryl dengan bahagia memeluk lelaki yang tidak akan pernah bisa dia miliki.Air mata yang masih saja menetes seolah menertawakan betapa bodohnya dia.


Ya,kebodohan yang seharusnya bisa sadari sejak awal.Sebuah keharusan yang sebenarnya musti dia patuhi.Dan sebuah kesadaran diri yang tidak boleh dia lupakan.


Sheryl tersenyum pahit dalam kesedihannya.Betapa hidupnya sangat memuakan.Dia ditinggal oleh ayahnya sendiri,sekarang dia berharap orang lain akan menerima dia.


Konyol.


Bahkan orang tua sendiri meninggalkan dia,apalagi orang lain.


Setelah beberapa saat puas menangis,Sheryl beranjak menuju stasiun.Kalau dia naik pesawat seperti saat dia datang,jujur saja dia tidak punya uang.Jalan yang lebih baik ialah naik kereta.Selain juga lebih cepat daripada bus,harga tiket juga terjangkau.


"Aku harus kembali menata hidup aku,aku tidak boleh terus-terusan terpuruk.Tuhan tidak akan mengambil yang baik dalam hidup kita tanpa menyiapkan yang lebih baik." Sheryl selalu optimis akan hidupnya sendiri.Dia terlalu yakin apa yang dia jalani saat ini itu sudah menjadi kehendak Ilahi.


Rencana awalnya dia akan pindah dari apartemen yang sudah dia tempati beberapa hari terakhir.Tapi Sheryl bungung kemana dia akan pindah,sementara tidak mungkin jika kembali ke kostannya yang dulu.Keyzan pasti akan mencarinya kesana.


Berjuta pikiran melayang-layang dalam kepala Sheryl.Tanpa terasa kereta sudah berhenti di stasiun yang dia tuju.Sembari meregangkan tubuhnya Sheryl bernafas lega.Dia akhirnya kembali ke kota asalnya.


Itu artinya dia harus kembali menjalani hidupnya.Dia harus segera bangun dari tidur panjangnya.Terbangun dari mimpi yang tak akan pernah jadi kenyataan.


"Sheryl..." panggil salah seorang lelaki.Seketika Sheryl menoleh dan melihat seseorang berdiri tidak jauh dari tempat dia berdiri.Lelaki itu kemudian berlari kecil menghampiri Sheryl yang berdiam diri.


"Kamu darimana?" tanya lelaki bertubuh sedikit kekar yang tak lain ialah Rakha.

__ADS_1


"Eh,aku dari luar kota pak ada pekerjaan." jawab Sheryl sedikit kaget bisa ketemu dengan Rakha di stasiun.


"Bapak darimana?"


"Aku nganterin sepupu aku." Lalu mereka berjalan bersama juga makan malam bersama sekalian.


Setelah mengobrol cukup lama juga,Sheryl memberanikan diri bertanya kepada Rakha tentang lowongan pekerjaan di kantor Rakha.


"Kamu sudah nggak kerja di kantor Keyzan?" Rakha bingung kenapa Sheryl menanyakan lowongan pekerjaan di kantornya.


Pertama-tama Sheryl tidak mau menjawab alasan kenapa dia ingin mengundurkan diri dari kantor Keyzan.Tapi karena Rakha terus mendesaknya akhirnya dia mengutarakan alasan kenapa dia ingin resign,dan juga soal hutangnya kepada Rakha.


"Jadi Keyzan mengancam kamu dengan hutang sebenarnya itu buat pengobatan adiknya Keyzan?" Rakha memicingkan matanya mendengar cerita Sheryl.


"Aku sih ikhlas pak lakuin itu demi Keyra.Tapi sekarang aku cuma mau lepas dari dia aja." Sheryl tidak tahu lagi kemana dia harus mengadu.


Salut.


Sheryl berpikir sejenak.Dia sebenarnya tidak mau memanfaatkan situasi saat ini.Tapi dia juga perlu mengembalikan hutangnya ke Keyzan dan memutuskan perjanjian diantara mereka.


Sheryl beneran sudah tidak mau memiliki hubungan apapun dengan Keyzan.Bukan karena dia sudah terlalu kecewa tapi karena dia tidak mau membuat Keyzan terus menyangkal darah dagingnya sendiri.


Sheryl masih mempercayai itu adalah anaknya Keyzan.Karena seorang ayah mungkin tidak tahu siapa anaknya,tapi seorang ibu pasti tahu siapa ayah dari anaknya.


"Tapi mohon bapak membimbing aku!" Rakha menganggukan kepalanya dengan senyuman manis.Dengan perkataan itu berarti Sheryl menerima pekerjaan sebagai sekretaris Rakha.


Entah apa yang membuat Rakha begitu bahagia.Apakah karena akhirnya dia bisa mengalahkan Keyzan,atau karena dia memang juga sudah mulai tertarik kepada Sheryl,seorang gadi lugu yang mungkin tidak mudah ditemui di jama modern saat ini.

__ADS_1


****


Dua hari berlalu tanpa kabar dari Sheryl membuat Keyzan buru-buru kembali ke perusahaannya.Setelah sebelumnya maminya juga mulai sehat.Dengan menggunakan pesawat Keyzan buru-buru menuju kantor.Dia ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya.


"Sheryl belum datang?" tanyanya ke Levin.


"Belum pak." jawab Levin yang memang belum melihat batang hidung Sheryl.


Keyzan lalu keluar kantor menggunakan mobil pribadinya.Dia bergegas ke apartemen yang dia beli untuk Sheryl beberapa hari yang lalu.Tapi di kamar mewah itu dia tidak menemukan seseorang yang dia cari.Akan tetapi hanya ada sebuah amplop berisi uang dan juga surat di dalamnya.


Ini uang untuk membayar hutang saya,dan juga surat pernyataan kalau saya sudah tidak lagi punya hutang ataupun hubungan dengan anda


Seketika meledaklah amarah Keyzan.Dia menggengam erat notes itu dengan marah.Dia tidak menyangka bahwa Sheryl akan meninggalkan dia tanpa mendengar penjelasaannya.


"Darimana dia punya uang sebanyak ini?" gumam Keyzan ketika melihat tumpukan uang yang ada di meja depannya.


Keyzan tidak beranjak dari tempatnya.Dia hanya melempar tubuhnya ke atas kasur.Tidak berniat kembali ke kantor karena dalam amplop itu juga ada surat pengunduran diri Sheryl.


Keyzan memejamkan matanya merasakan sakit dalam hatinya.Dia sudah mulai ingin serius dengan wanita tapi semua harus menjadi kacau seperti sekarang.Dalam pejaman matanya dia teringat senyuman Sheryl.


"Akh....." teriaknya mencoba mengeluarkan beban dalam hatinya.Mencoba meluapkan amarahnya,masih dalam keadaan terlentang diatas kasur.


Tangan kanannya memijit pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing yang dia rasakan.Pikirannya masih terbayang senyuman dari gadis bertumbuh mungil itu.


Seperti dejavu,Keyzan merasakan hatinya sakit untuk kedua kalinya.Pertama saat dia masih kuliah dulu.Wanita yang dia cintai tiba-tiba pergi meninggalkan dia.Yang kedua saat ini,wanita yang dia cintai juga pergi meninggalkan dirinya.


"Apakah memang takdir aku berjodoh dengan Lusi?" gumamnya seorang diri.

__ADS_1


"Tapi nggak,aku yakin bukan aku ayah dari anak itu.Aku harus segera mencari cara untuk membuktikan bahwa bukan aku ayah dari anak itu." gumamnya lagi.Entah kenapa Keyzan sangat yakin bahwa bukan dirinyalah ayah dari anak itu.Meskipun dia melakukan dengan Lusi tapi dia sangat yakin saat itu dia keluarin di luar.


__ADS_2