I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
13


__ADS_3

Karena mami Keyzan yang sungkan menolak kebaikan Lusi.Akhirnya Lusi diizinkan merawat maminya malam ini.Sementara Sheryl masih belum diperbolehkan pulang karena itu permintaan maminya Keyzan jadi Sheryl juga masih ada di rumah sakit.


"Kamu udah makan Lus?" tanya mami Keyzan.


"Udah tante." jawab Lusi dengan tersenyum palsu.


"Oh ya udah kalau gitu,tolong tungguin tante Refina sebentar ya,om sama Keyzan mau makan dulu!" ucap papa Keyzan mengajak Keyzan juga Sheryl dan Romeo untuk keluar cari makan.


Lusi merasa kesal karena dia tidak diajak tapi justru disuruh buat menjaga maminya Keyzan seorang diri.Dia ingin menarik perhatian Keyzan dan orang tuanya tapi malah harus menjadi perawat.Tapi Lusi bisa apa?


Dia hanya bisa menurut dan kembali berpura-pura bersikap baik kepada maminya Keyzan.


Sejam kemudian mereka yang sudah kenyang kembali ke bangsal dan melihat maminya Keyzan sudah terlelap.Dan itu kesempatan untuk Sheryl buat pamit pulang.


"Aku anter." ucap Keyzan.


"Nggak usah,aku bareng sama pak Romi kok.Iya kan pak?" tanya Sheryl sambil membulatkan matanya melotot ke Romeo yang serba salah.


"Iya kan pak?" Sheryl mengulangi pertanyaannya dengan masih melotot.


"Iya." jawab Romeo gugup apalagi saat Keyzan juga melotot ke arahnya.Dia merasa diantara dua orang yang sangat berbahaya.


"Yuk pak!" Sheryl menarik tangan Romeo meninggalkan Keyzan yang akan meledak.


"Maafin gue Key." ucap Romeo dengan takut.


Di dalam mobil,Romeo mengomel karena Sheryl menyeretnya dalam permasalahannya dengan Keyzan.Romeo tahu betul watak Keyzan.Dia paling tidak suka dikhianati.


"Yaelah gitu aja takut.Lagian aku sama pak Keyzan juga nggak pacaran.Jadi wajar dong kalau aku mau pergi ama siapapun." ucap Sheryl sedikit emosi.


"Kamu nggak suka sama Key?" tanya Romeo mulai mereda.

__ADS_1


"Nggak sama sekali." jawab Sheryl dengan cepat.


"Tapi aku rasa Key suka sama kamu." ucap Romeo masih fokus ke jalan tanpa menoleh ke Sheryl yang mulai memerah wajahnya.


"Nggak mungkinlah,pak Keyzan kan udah punya pacar.Lagian aku orangnya sadar diri kok pak." kali ini Romeo menoleh mendengar jawaban Sheryl.


"Tapi aku beneran yakin,Key suka sama kamu.Karena aku belum pernah lihat Key yang sehangat ini dengan wanita.Dia biasanya sangat dingin,tapi berbeda saat dengan kamu." Romeo menjelaskan dasar alasan kenapa dia yakin Keyzan suka sama Sheryl.


"Yaelah pak,pak Keyzan kan playboy,pasti dia bakal gunain trik lah untuk menjerat mangsa.Hadeh aku ini nggak bodoh-bodoh amat ya pak." Sheryl kembali mengelak.


Sementara Romeo hanya tersenyum kecil sambil fokus menyetir.Dia sangat yakin kalau sahabatnya sudah tertarik dengan wanita yang ada disampingnya.Dan Romeo paham betul alasan kenapa Keyzan suka dengan wanita itu.Kalau dia yang ketemu duluan dengan Sheryl mungkin dia juga akan tertarik dengan wanita yang optimis seperti Sheryl.


"Nanti aku berhenti di taman depan aja pak!" pinta Sheryl.


"Makasih pak Romi.." ucap Sheryl dengan begitu manis dan membuat Romeo tersipu setelah akhirnya dia melajukan mobilnya dan meninggalkan Sheryl.


****


Sejam lalu di tempat lain...


Jadi beberapa bulan yang lalu Jack dan Cintya itu adalah sepasang pemuda dan pemudi yang sedang kasmaran.Jack dan Cintya cukup dekat tapi belum ke tahap pacaran.Ya friendzone lah kalau anak muda sekarang ngomongnya.


Mereka deket dan nyaman satu sama lain.Mereka cemburu ketika salah satu dari mereka dekat dengan orang lain.Tapi mereka belum mengungkapkan perasaan masing-masing sampai akhirnya hubungan mereka merenggang.


Merenggangnya hubungan mereka dimulai saat Jack melihat Cintya jalan dengan cowok lain yang ternyata baru diketahui bahwa lelaki itu adalah sepupu dari Cintya.Saat itu karena cemburu Jack ingin membalas dendam dengan cara dekat sama salah seorang temanya di kantor.


Cintya yang merasa Jack mempermainkan perasaannya pun mulai marah dan tidak mau lagi dekat dengan Jcak.Sampai akhirnya mereka sekarang seperti tikus dan kucing.


Tapi akhirnya kebenaran terungkap pada malam ini.Akan tetapi semua sudah terlambat Jack sudah mau menikah karena pacarnya hamil duluan.


"Maafin gue Cin,seandainya dulu gue tahu dari awal mungkin kita masih bersama sekarang." ucap Jaka dengan menyesal.

__ADS_1


Menyesal karena dia tidak bertanya terlebih dahulu tapi lebih menuruti egonya untuk balas dendam.Hati Cintya juga hancur saat ini karena dia akhirnya harus benar-benar merelakan orang yang dia sayang bersanding dipelaminan dengan wanita lain.


"Udahlah,yang lalu biarkanlah berlalu.Sekarang kita jalani hidup masing-masing.Semoga lo bahagia dengan istri dan anak lo." ucap Cintya berusaha untuk tegar.Meskipun setiap kata yang terucap menyetuh rasa sakit di dalam hatinya.


"Gue sayang sama lo Cintya." lirih Jaka dalam keheningan malam.


Sejujurnya Cintya juga masih sangat mencintainya tapi takdir memang mengharuskan mereka untuk mencintai tanpa memiliki.Sesuatu hal yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan orang yang kita cintai.Tapi yang paling menyakitkan ialah ketika kita harus merelakan orang yang kita cintai bahkan saat kita belum sempat memiliki.


"Lupakan semuanya,kita bisa tetap jadi teman.Cintai dan sayangi istri dan anak lo!" ucap Cintya menasehati Jaka meskipun hatinya terasa perih.


Sekuat tenaga Cintya berusah untuk menahan air matanya.Dia tidak mau menahan atau membuat Jaka ragu karena kesedihannya.Karena itu semua sama aja mempertaruhkan hidup seseorang.Cintya ingin Jaka menjadi lelaki yang bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Setelah anak itu lahir,gue akan kembali ke lo," ucap Jaka dengan konyol.


Kembali?


Bahkan Cintya aja belum sempat memiliki kamu Jaka.


Cintya juga tidak setuju karena dia tidak mau bahagia diatas derita wanita lain.


"Lo mau kan nungguin gue? Lo masih mau kan sama gue walaupun gue udah punya anak?" Jaka kembali bertanya konyol.


Bukan masalah buat Cintya menerima Jaka yang sudah memiliki anak.Tapi yang jadi masalah,Cintya tidak mau menjadi seorang pelakor.Kalaupun Jaka akan bercerai setelah anaknya lahir.Tapi itu yang pasti terjadi bukan karena Cintya.


Cintya cinta sama Jaka.Dia ingin Jaka bahagia dan dia tahu bukan dia yang mampu membuat Jaka bahagia.Takdir sudah menggariskan Jaka bukan menjadi miliknya.


"Maaf Jack,gue nggak mau." jawab Cintya lalu berlari meninggalkan Jaka yang sangat terpukul dengan jawaban Cintya.


Jaka kira setelah kesalahpahaman diantara dirinya dan Cintya terselesaikan.Cintya masih mau menerima dia tapi ternyata Cintya tidak mau menerima status dia yang duda nanti setelah anaknya lahir.


Cintya berlari ke kost Sheryl dengan menangis,dia ingin mencurahkan kegelisahan hatinya kepada sahabatnya.Tapi ketika dia mengetuk pintu beberapa kali tidak ada jawaban.Tapi anehnya pintu tidak dikunci.Cintya lalu membuka pintu dan kaget mendapati seorang gadis tergeletak dilantai.

__ADS_1


Panik.


Cintya mencoba menelepon ponsel Sheryl tapi tidak dijawab.Lalu Cintya membawa gadis itu ke rumah sakit menggunakan taxi.


__ADS_2