I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
29


__ADS_3

Pranggg


Bersamaan dengan pengakuan Lusi,gelas yang ada ditangan Sheryl terlepas dari tangannya.Maksudnya dia mau ke dapur membawa gelas kosong dari kamar Keyra.Tapi begitu dia sampai di ujung tangan paling bawah,dia mendengar sebuah kenyataan yang menyakitkan.


Semua orang yang berada di ruang tamu menoleh ke arah sumber suara.Mata Keyzan terbelalak ketika melihat Sheryl terpaku ditempat.Mungkin tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Maaf,tangan aku licin jadi gelasnya jatuh." ucap Sheryl begitu tersadar kalau semua yang dia dengar itu adalah kenyataan.


Dengan menundukan kepala dan berjongkok Sheryl membersihkan pecahan gelas kaca yang dia jatuhkan.Tapi tanpa terasa air matanya menetes.


Sheryl juga nggak tahu kenapa dia merasa sakit dalam hatinya,bahkan sampai menangis.Bukankah selama ini dia bersikekeh tidak mau jatuh ke dalam rayuan Keyzan.Apa sekarang dia sudah mulai berubah pikiran dan mulai jatuh hati kepada kelembutan pria itu.


"Udah Sher,biarin bibi aja yang bersihin." ucap maminya Keyzan kemudian memanggil salah seorang pembantu di rumahnya untuk membersihkan kaca yang ada di depan Sheryl.


"Aww..." seru Sheryl saat tangannya tanpa sengaja terkena pecahan kaca itu.


Melihat wanita yang dia sayang terluka,naluri kejantanan Keyzan tergerak.Dia bergegas mendekati Sheryl dan dengan cepat memasukan jari Sheryl yang terluka ke dalam mulutnya.Keyzan menghisap darah yang mengalir dari ujung jari Sheryl.


Untuk sesaat kelembutan serta perhatian lelaki itu membuat Sheryl tersentuh.Tapi dia sadar bahwa lelaki itu bukanlah miliknya.Bahkan tidak akan pernah menjadi miliknya.


"Terima kasih pak." Sheryl menarik tangannya menatap Lusi yang sudah suram raut eajahnya.


"Aku obatin!" Keyzan menarik tangan Sheryl tapi dengan satu tepisan Sheryl melepaskan tangannya dari genggaman tangan Keyzan.


"Nggak perlu repot-repot." ucap Sheryl dengan nada dingin.Saat itu Keyzan sadar,Sheryl sudah mendengar pembicaraannya dengan kedua orang tuanya.Dan pasti juga mendengar pengakuan Lusi.

__ADS_1


"Aku bisa jelasin semua.Kalau bukan aku,ayah dari anak itu." ucap Keyzan dengan yakin.


Apa yang membuat Keyzan yakin adalah selama dia berpacaran dengan Lusi,memang betul mereka sering melakukan hubungan itu.Tapi,Keyzan selalu tidak lupa pakai pengaman.Kecuali kejadian sebulan yang lalu.Meskipun begitu Keyzan yakin dia tidak membuang di dalam.Jadi tidak masuk akal jika Lusi bisa hamil.


"Apa yang harus dijelasin,semua sudah jelas." lirih Sheryl menahan tangisannya.


"Aku bakal buktiin kalau anak itu bukan milik aku." Keyzan mulai frustasi.Dia tidak ingin membuat Sheryl sedih,dia juga tidak punya bukti sekarang.


Melihat kesedihan wanita yang dia cintai membuat Keyzan tidak mampu menyembunyikan kekhawatirannya di depan kedua orang tuanya.


"Percaya sama aku! tolong!" lirih Keyzan menyentuh pipi Sheryl dengan sangat lembut.


"Sher,om tahu ini berat untuk kamu.Tapi Key juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya,dan om harap kamu bisa mengerti." ucap papanya Keyzan.Sebenarnya juga sebuah dilema untuk ke dua orang tua Keyzan.Mereka menginginkan Sheryl menjadj menantunya tapi ternyata wanita lain yang mengandung calon cucu mereka.


"Pertanggung jawabkan apa sih pa? aku yakin itu bukan hasil benih aku." Keyzan masih tidak mau mengakui anak yang ada dalam perut Lusi.


"Key,ini anak kamu.Ini hasil perbuatan kita." Lusi tidak terima Keyzan menolak mengakui anaknya.


"Jangan hanya karena wanita yang tak tahu diri ini kamu jadi kejam kepada darah daging kamu." Lusi kembali menjadikan Sheryl sebagai alasan.Lusi ingin menunjukan citra jelak Sheryl di depan kedua orang tua Keyzan.


"Nak,jadi lelaki yang bertanggung jawab!" sahut maminya mendidik anak sulungnya menjadi lelaki sejati.Lelaki yang mau bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Nggak,itu bukan milik Key.." seru Keyzan masih belum mau mengakui calon anak itu.


"Keyzan! jangan bikin papa dan mami malu punya anak yang tak mau bertanggung jawab." seru papanya sedikit naik nada suaranya.

__ADS_1


"Sher,om minta kamu lepasin Key,supaya dia mau bertanggung jawab atas semua perbuatannya." papanya Keyzan memohon kepada Sheryl.Karena papanya tahu alasan kenapa Keyzan tidak mau mengakui anaknya adalah karena hubungan Keyzan dengan Sheryl.


Papanya Keyzan bukannya tidak mau Keyzan menjalani hubungan dengan Sheryl.Dia bahkan pertama kali yang mendukung hubungan itu.Tapi saat dihadapkan pada pilihan itu.Dia lebih memilih melepaskan harapannya menjadikan Sheryl menantu,daripada harus melihat cucunya lahir tanpa seorang ayah.


"Pa.." seru Keyzan seolah tidak percaya papanya akan berubah pikiran.Papanya kemarin sangat mendukung hubungannya dengan Sheryl.Tapi kenapa sekarang justru menyuruh Sheryl supaya meninggalkannya.


"Om Brian bener,kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan kamu,jangan jadi pengecut.Lagian selama ini aku juga nggak suka sama bapak,aku hanya menganggap bapak sebagai atasan aku." Sheryl berucap dengan tegas.Tapi setiap kata yang dia ucapkan terasa begitu sangat menyakitkan.


Dia berusaha sekuat mungkin supaya tidak tergoda oleh Keyzan.Tapi ternyata perasaan tidak bisa di bohongi.Dia mulai merasakan jatuh hati kepada kelembutan juga perhatian lelaki itu.Akan tetapi semua harus dia kembali pendam tanpa mampu dia ungkapkan.


"Kamu pikir aku anak kecil yang bisa dengan mudah kamu bohongin? aku tahu kamu kecewa,kamu sakit dengan kenyataan yang kamu dengar.Tapi kamu harus tahu,kenyataan yang sebenarnya bahwa aku bukan ayah dari anak itu." Keyzan benar-benar batu.Dia tidak mau mengakui anak itu.


"Key,kamu jahat tahu nggak.Kamu nggak mau mengakui anak kita tapi kamu justru mengatakan cinta kepada wanita ini.Kamu jahat Key.." teriak Lusi dengan menangis.


Maminya Keyzan yang paham bahwa wanita hamil tidak boleh terlalu setres,akhirnya berjalan dan memeluk Lusi yang masih histeris.Mami Keyzan tidak mau terjadi apa-apa dengan calon cucunya.


"Key jahat tante.." Lusi menangis dalam pelukan mami Keyzan.


"Jangan sedih,jangan nangis! kamu harus mikirin juga anak kamu,calon cucu tante." maminya Keyzan mencoba menghibur Lusi dalam pelukannya.


Tapi tak tahu kenapa,mendengar maminya Keyzan mengakui anak itu sebagai cucunya membuat Sheryl terasa sakit dalam hatinya.Apalagi saat maminya Keyzan mengatakan bahwa dia sendiri yang akan membujuk Keyzan supaya mau bertanggung jawab.


Sheryl pun tersenyum pahit,dia seharusnya sadar akan posisinya.Tak seharusnya dia ada di tengah keluarga itu.Tak seharusnya dia bermimpi sangat tinggi.Akhirnya dia tahu bahwa jatuh itu rasanya sakit.


"Jangan sedih ya! tante nggak mau calon cucu tante kenapa-napa." lanjut maminya Keyzan.Dan saat itu juga Sheryl sangat sadar statusnya.

__ADS_1


__ADS_2