I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
6


__ADS_3

"Kakak mau kerja?" tanya Keyra ketika melihat Sheryl yang sudah dandan rapi siap ke kantor.


"Iya,kamu dirumah dulu ya.Nanti kalau kakak udah pulang kerja kakak bantu kamu cari kakak kamu." ucap Sheryl.Keyra hanya bisa nurut apa kata Sheryl karena dia memang belum begitu hapal kota itu.


"Kakak berangkat dulu ya? Oh ya sarapan kamu udh ada di meja." pamit Sheryl sambil menunjukan bungkusan makanan untuk Keyra.Setelah akhirnya dia berangkat kerja.


Sheryl berjalan dengan sangat santai karena kebetulan dia bangun pagi dan bisa lebih awal ke kantor.Sebenarnya dia juga cemas meninggalkan Keyra dirumah sendirian tapi dia harus kerja.


Tiin tiin


Suara klakson mobil mengagetkan Sheryl yang sedang menikmati udara pagi.Sheryl pun lalu menoleh dan memutar bola matanya begitu tahu kalau itu adalah mobil Keyzan.


Sheryl masih saja berjalan tanpa menghiraukan Keyzan.Keyzan yang jengkel akhirnya mempercepat laju mobilnya dan meninggalkan Sheryl.


"Berani bener dia nyuekin aku." gumam Keyzan dengan kesal.


Setelah sampai di kantor,Keyzan memerintah Levin untuk mengatur posisi assisten pribadi untuk dirinya.Dan tentu saja dia memilih Sheryl sebagai pilihan.


Entah apa yang dia mau dari Sheryl.Mungkin hanya penasaraan aja kenapa Sheryl tidak tertarik kepada dirinya meskipun dia menggoda.Jiwa playboy Keyzan menyuruh dia untuk mendapatkan apa yang dia mau.Karena selama ini Keyzan juga belum pernah ditolak oleh seorang gadis.


"Aku mau Sheryl yang jadi assisten aku!" ucap Keyzan dengan nada memerintah dan tentunya Levin hanya bisa menurut apa kata bosnya.


"Siap pak." jawab Levin.


Tak lama setelah Keyzan masuk ke ruangannya,Sheryl tiba di kantornya.Ketua divisi 9 tempat kerja kerja mengatakan kalau Sheryl sudah bukan bagian dari divisi itu.Maka terkejutlah Sheryl,dia berpikir kalau dia di pecat.


"Hebat bener dia baru masuk beberapa hari udah bisa langsung naik jabatan,apa jangan-jangan dia merayu si bos?" bisik salah seorang temannya.


"Eh bisa aja tuh,lagian kan kita tahu kalau pak Keyzan itu playboy.Pasti dia merayu pak Keyzan dengan cara kotor." bisik yang lain.


Sheryl semakin nggak ngerti dengan apa yang diomongin teman-temannya.Tapi lalu Cintya memberi tahu dia kalau dia sekarang menjadi assisten bos mereka.


"Gue jadi assisten bos?" tanya Sheryl dengan gagap.


"Iya,"

__ADS_1


Sheryl tak lagi menjawab tapi langsung berjalan menuju ruangan presdir.Dengan marah Sheryl masuk ke ruangan presdir.


"Apa sih yang bapak mau sebenarnya?" tanya Sheryl dengan marah.


"Mau aku gampang,kamu jadi assisten pribadiku,dan kita bisa terus deket." jawab Keyzan dengan begitu santai.


"Bapak tolong dong jangan bercanda!" seru Sheryl dengan marah.


"Karena keputusan tidak masuk akal bapak,saya jadi bahan gunjingan sekarang.Semua orang mengira saya merayu bapak,bapak tahu nggak sih?" teriak Sheryl dengan frustasi bahkan dia sampai menangis.


Keyzan pun berjalan mendekat,dia tidak tega melihat air mata Sheryl."Jangan nangis lagi!" ucapnya.


"Tolong bapak jangan semena-mena seperti ini,saya susah payah mencari pekerjaan ini." mohon Sheryl.


Tapi meskipun kasihan terhadap Sheryl,Keyzan masih tidak mau merubah keinginannyha.Dia tetap mau Sheryl menjadi assistennya.Itu adalah keinginan mutlak.


"Kalau gitu mulai hari ini saya mengundurkan diri." ucap Sheryl sudah tidak lagi punya pilihan.


Seketika Keyzan pun terkejut dengan ucapan Sheryl,dia nggak menyangka bahwa Sheryl akan sekeras kepala ini.Bahkan dia lebih memilih untuk berhenti kerja ketimbang menjadi assisten pribadinya.Akan tetapi Keyzan justru semakin tertarik kepada wanita yang keras kepala itu.Dia merasa tertantang untuk menakhlukannya.


"Bapak mau meras saya?" Sheryl melotot ke arah Keyzan.


"Itu adalah aturannya,jadi kamu tinggal milih aja,mau jadi bayar denda atau jadi assisten aku." Keyzan tersenyum dengan sangat licik.Dia sangat paham kalau Sheryl tidak akan mungkin bisa membayar denda sebanyak itu.


Sheryl menatap marah kepada Keyzan tapi dia juga tidak bisa menolak lagi.Dia tidak punya uang sebanyak itu.Boro-boro uang sebanyak itu untuk biaya sehari-hari aja mepet.Sheryl menghela nafas dalam-dalam menahan amarahnya lali.


Ya udahlah aku ikutin aja mau si brengs*k ini,ntar kalau magang aku udah selesai aku langsung keluar aja.Lagian kalau nggak kerja gimana aku makan dan membiayai hidupku,belum lagi ada Keyra sekarang.


Batin Sheryl bergejolak,sampai akhirnya dia terima pekerjaannya yang terpenting dia bisa menghasilkan uang.Terserahlah apa yang direncanakan si brengs*k ini.


"Oke,saya terima pekerjaan saya jadi assisten pribadi bapak." ucap Sheryl dengan berat tapi justru membuat Keyzan tersenyum lebar.


"Nah gitu dong,lagian aku akan gaji kamu tiga kali lipat dari gaji kamu sebelumnya."


Tiga kali lipat?

__ADS_1


Itu artinya aku nggak perlu khawatiur lagi tentang bayaran kost dong,masih ada lebihnya juga.Ya sudahlah nikmati aja,kapan lagi punya gaji sebesar itu.


Sheryl tersenyum senang lalu menjabat tangan Keyzan dengan mantap."Setuju." ucapnya dengan senang.


Tok tok tok


Pintu ruangan itu diketuk,ternyata Levin mengabarkan bahwa orang tua Keyzan ada di depan.Keyzan mengerutkan keningnya sebelum menjawab Levin dengan anggukan kepala.


Tumben mereka kesini?


"IKut aku!" ucap Keyzan menarik tangan Sheryl.Dan dengan patuh Sheryl mengikuti Keyzan.


Di lobby sudah menunggu seorang wanita setengah baya dan juga lelaki setengah baya juga.Dan mereka adalah orang tua Keyzan.Sheryl sempat tertegun melihat orang tua Keyzan yang terlihat masih sangat cantik dan tampan meskipun sudah tak muda lagi.


Nggak heran sih kalau Keyzan juga tampan,orang tuanya juga cantik dan tampan,Sheryl berkata dalam hatinya sambil sesekali menatap Keyzan.Harus diakui sih kalau Keyzan memang benar-benar tampan.Meskipun terkesan dingin tapi tidak bisa menyembunyikan ketampanannya.


"Mami sama papa kenapa kok kayak cemas gitu?" tanya Keyzan sambil memeluk papa dan maminya.


"Adik kamu dimana?" tanya maminya Keyzan.


"Loh kok tanya aku sih? mana aku tahu adik dimana." jawab Keyzan bingung dan itu membuat maminya Keyzan menjadi histeris.


"Mami kenapa? Mami kenapa sih pa?" tanya Keyzan yang benar-benar bingung.


"Adik kamu pergi dari rumah katanya dia mau ke rumah kamu." jawab papanya.


"Adik kapan perginya?"


"Kayaknya kemarin pagi,dan seharusnya sudah sampai kemarin sore." jelas papanya.


"Aku malah nggak tahu kalau adik kesini,dia nggak ke rumah aku juga." ucap Keyzan dengan panik.


"Terus adik kamu kemana Key?" maminya semakin panik karena anaknya tidak ada di rumah putra sulungnya.


"Key juga nggak tahu mi,coba Key suruh orang untuk mencari adik." Keyzan lalu menghubungi seseorang dan meminta bantuan orang itu untuk mencari dimana adiknya berada.Keyzan terlihat sangat panik apalagi karena ibunya yang semakin histeris dan pingsan berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2