I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
24


__ADS_3

Cintya mendongakan kepalanya,dia melihat seseorang yang sudah tidak asing lagi.Ya,lelaki itu adalah manager di tempat dia bekerja,Romeo.


"Pak Romie," Cintya juga ikut-ikutan Sheryl memanggil Romeo dengan sebutan Romie.


"Kenapa hujan-hujan? ntar masuk angin." ucap Romeo membantu Cintya berdiri.


"Nggak apa-apa kok pak." Cintya menyembunyikan lagi air matanya.


Sebenarnya Romeo keluar untuk makan siang.Dia tidak sengaja melihat Cintya dan Jaka yang sedang ngobrol,setahu dia Jaka akan menikah.Dia juga merasa penasaraan makanya memperhatikan kedua sejoli itu dari dalam mobil.Sampai pada akhirnya Cintya berlari dengan menangis,Romeo masih memperhatikan.


Dan karena hujan tetiba turun dengan agak lebat,dia memutuskan untuk keluar dari mobil dan membawa payung.Entah itu karena empati atau karena jiwa playboy-nya.


"Aku anterin pulang!" ucap Romeo menawarkan diri.


"Nggak pak,aku mau balik ke kantor aja." Cintya masih seorang karyawan,dia tidak mau hanya karena masalah itu kerjaannya jadi berantakan.


"Tapi kamu harus ganti baju kamu dulu,basah semua loh ntar kamu sakit!" Romeo memberikan perhatian seribu watt-nya.


"Aku anterin ke toko pakaian deket-deket sini!" ucap Romeo lagi sembari menarik tangan Cintya.


Cintya sedikit meronta,dia tidak mau masuk ke dalam mobil Romeo.Karena dia yang basah kuyub,takutnya mengotori mobil Romeo.Mendengar alasan Cintya,Romeo malah terbahak.


"Udah masuk aja,ntar kalau kamu sakit dan Sheryl tahu aku nggak bantuin kamu,ntar aku kena omel si calon nyonya bos itu." Romeo sedikit bergurau.Dan itu sukses membuat Cintya tersenyum meski tipis.


"Nah senyum,gitu kan cantik." gombal Romeo membuat Cintya jadi salah tingkah.


Akhirnya Cintya mau diantar oleh Romeo ke toko baju dan balik ke kantor bersama juga.Pada saat mereka sampai di parkiran kantor.Sheryl dan Keyzan juga baru aja keluar dari mobil.Melihat Cintya semobil dengan Romeo membuat Sheryl tertegun.


"Lo katanya ketemuan sama si Jaka,kok bareng dia?" tanya Sheryl dengan curiga ada sesuatu diantara Cintya dengan Romeo.


"Ceritanya panjang,tapi gue lagi nggak mood nyeritain tentang Jack." jawab Cintya lemas karena teringat kembali dengan Jaka.


"Makasih ya pak Romie," seru Cintya saat Romeo berjalan masuk ke kantor bersama Keyzan.

__ADS_1


"Sama-sama." Romeo tersenyum dengan sangat manis membuat Cintya tersenyum malu.


Sementara Sheryl menatap Cintya dan Romeo yang tidak biasanya saling ngobrol di kantor.Apalagi semobil,mereka tidak sedekat itu.


"Sheryl buruan!" seru Keyzan tidak sabar.Meskipun dia sudah jalan bareng Romeo tapi Keyzan tidak membiarkan Sheryl hilang dari pandangan.


"Iya.Yuk masuk!" Sheryl menggandeng tangan Cintya masuk ke kantor.


Saat kembali ke meja kerjanya,Jaka juga sudah ada di meja kerjanya.Jaka sempat menoleh dan kaget melihat baju Cintya yang berubah.Jaka sengaja tidak mengejar Cintya tadi tapi langsung kembali ke kantor.Jadi dia tidak tahu kalau Cintya balik bersama Romeo.


Semua sudah berakhir,aku harus kuat.


Cintya menyemangati dirinya sendiri.Dia tidak mau terus-terusan terpuruk oleh rasa sakit.Mungkin Tuhan menghadirkan rasa sakit itu supaya Cintya bisa melihat bahwa Jaka bukan ditakdirkan untuk dirinya.


****


"Sher,Rara tadi cariin kamu." ucap Keyzan.


"Ya,nanti pulang kerja aku ke rumah sakit."


Biasanya Keyzan lebih suka dengan wanita dewasa,tapi siapa sangka dia justru tertarik dengan Sheryl yang baru berusia 22 tahun.Selisih 6 tahun dari usianya yang menginjak umur 28 tahun.


Saat Keyzan lagi fokus memandang Sheryl,tetiba pintu ruangannya terbuka.Keyzan juga Sheryl kaget ketika pintu terbuka dengan paksa.Ternyata Lusi,datang dengan mengomel.Dia memaksa Levin supaya mengizinkan dia masuk.


"Kamu bisa lebih sopan nggak? disini kantor aku bukan kantor orang tua kamu." ucap Keyzan dengan marah.


"Maaf pak,bu Lusi maksa masuk." Levin berusaha melarang Lusi tapi Lusi ngeyel masuk.


Dengan isyarat tangan juga anggukan kepala,Keyzan menyuruh Levin untuk keluar dan membiarkan Lusi yang sudah ada di dalam ruangan Keyzan.


"Baik pak,permisi." dengan patuh Levin mengikuti perintah Keyzan.Dia keluar dan menutup pintu dengan pelan-pelan.


Sementara Sheryl kembali melanjutkan pekerjaannya.Dia terlalu malas berurusan dengan Lusi.Bukan karena apa,tapi Lusi sering tidak masuk akal.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan tahu nggak Key!" seru Lusi marah kemudian memukul-mukul pelan dada Keyzan.Setelah itu dia menangis dan memeluk Keyzan.


Sheryl sempat menoleh dan melihat drama Lusi hanya memutar bola matanya karena jengah.Sementara Keyzan tidak mau membalas pelukan Lusi.Meskipun begitu dia membiarkan Lusi memeluknya.


"Kita udah putus." ucap Keyzan pelan.


"Key,kok kamu ngomong kayak gitu lagi sih? kamu lupa 4 hari lalu aku nginep di rumah kamu." Lusi sengaja mengatakan itu dengan jelas.Dia ingin melihat ekspresi Sheryl.


Benar saja,mendengar ucapan Lusi seketika jari-jari Sheryl berhenti mengetik lalu menoleh menatap Keyzan dengan tajam.


Empat hari lalu mereka sudah jadian.Dan Keyzan berjanji akan memutuskan semua pacarnya.Kalau Lusi masih menginap di rumah Keyzan itu artinya Keyzan hanya omong kosong.Wajah Sheryl seketika menjadi suram.Tapi semenit kemudian dia kembali sadar status dia.


Ya,hanya pacar kontrak.Dan apapun yang Keyzan ucapkan serta janjikan itu hanyalah omong kosong.Tidak seharusnya aku percaya,aku memang konyol.


Sheryl kembali tidak mau meladeni provokasi Lusi,dia kembali fokus ke pekerjaannya.


"Omong kosong apa?" geram Keyzan.


"Kita sudah putus tiga minggu yang lalu,saat kamu ketahuan selingkuh." ucap Keyzan dengan tegas.


"Aku nggak pernah mau putus sama kamu,lagian kan kamu juga udah tidur dengan aku lagi setelah kejadian itu." Lusi tanpa malu mengingatkan Keyzan.


"Jadi aku anggap kamu maafin aku dan kita kembali lagi." Lusi makin tidak masuk akal.Tapi apa yang dia ucapin benar.Waktu itu mereka kembali melakukan itu.


"Terserah,tapi aku katakan dengan jelas sekali lagi.Kita udah putus!" ucap Keyzan sedikit marah.Keyzan menatap Sheryl yang terlihat sedikit kesal mendengar pengakuan Lusi.Tapi Sheryl berusaha untuk tetap tenang.


"Aku nggak mau Key.Aku nggak mau putus sama kamu." Lusi kembali merengek dan benar-benar menggangu konsentrasi Sheryl.Dengan sedikit marah Sheryl beranjak dari tempat duduknya.


"Kamu mau kemana?" tanya Keyzan berlari mendekati Sheryl yang sudah memegang handle pintu dan akan membukanya.


"Aku nggak bisa fokus disini,silahkan bapak selesaiin dulu urusan bapak dengan bu Lusi,aku lanjutin kerjaan aku di depan aja." ucap Sheryl dengan dingin.


"Udah nggak ada yang harus diomongin antara aku dengan Lusi,semua sudah selesai." Keyzan masih belum mau melepaskan tangan Sheryl.

__ADS_1


Itu membuat Lusi semakin yakin kalau Keyzan tertarik dengan assisten pribadinya.Apalagi saat Keyzan menyuruhnya untuk pergi dari kantornya.Menatap Sheryl dengan marah,Lusi meninggalkan kantor Keyzan.Entah apa yang dia pikirkan,yang pasti dia mungkin sedang merencanakan sesuatu hal.


__ADS_2