
Sheryl yang merasa tidak ingin mengganggu keluarga itu diam-diam membuka pintu dan akan keluar.Tapi belum juga sampai luar,masih memegang handle pintu maminy Keyzan memanggilnya.
"Sher,kamu mau kemana?" tanyanya dengan lembut.
"Anu nyonya eh tante,aku mau makan kan udah jam makan siang." jawab Sheryl dengan gagap.
"Eh udah siang ya? kalau gitu kita makan siang bareng aja!" ajak maminya Keyzan.
"Eh,anu tante aku udah ditunggu temen aku di kafe bawah." Sheryl memberikan alasan.
"Ayo makan bareng,itu juga termasuk pekerjaan kamu!" sahut Keyzan dengan gaya bos.
Kali ini Sheryl tidak bisa lagi memberi alasan.Dia teringat gaji yang dijanjikan oelh Keyzan kepada dirinya.Makanya dia bisa dengan mudah luluh dengan otoriternya Keyzan.
Dengan tersenyum tipis Sheryl akhirnya mengiyakan ajakan orang tua Keyzan yang ingin mengajaknya makan siang.Mereka memilih kafe yang ada di depan kantor Keyzan.
Sheryl berusaha berjalan dengan tegak meskipun dia tahu oasti banyak yang bergunjing di belakang dia.Tapi dia menganggap itu sebagai pekerjaan seperti apa yang diucapin Keyzan.
"Makan yang banyak nak!" ucap maminya Keyzan dengan sangat lembut.
"Iya tante." jawab Sheryl dengan tersenyum agak canggung.Dia nggak biasa makan di tempat seperti itu.Apalagi dengan keluarga bosnya yang baru dia kenal.
"Kamu tinggal dimana nak?" tanya papa Keyzan tak kalah lembut.
"Aku tinggal di deket-deket sini kok om." Sheryl sengaja menggunakan bahasa 'aku' supaya tidak terlalu canggung.
"Orang tua kamu pasti bangga punya anak yang cantik,baik juga." ucap maminya Keyzan.
Seketika Sheryl terdiam dan jelas dari raut wajahnya dia terlihat sedih."Aku anak yatim piatu kok tan," ucapnya sedikit gemetar.Pasalnya dia masih mempunya ayah yang masih hidup akan tetapi tidak pernah mengurusinya.
Dengan menganggap ayahnya sudah meninggal,mungkin itu bisa sedikit meredakan sakit hatinya.
"Maaf,tante nggak tahu.Maafin tante." ucap mami Keyzan gugup.Dia takut menyinggung perasaan Sheryl.
__ADS_1
Tapi dengan senyum manis,Sheryl meraih tangan maminya Keyzan dan berkata:"nggak apa tante,aku nggak apa-apa kok."
"Kamu anak baik." mami Keyzan kembli memuji Sheryl dan menyentuh pipi Sheryl dengan lembut.
Keyzan menatap dengan tertarik.Itu pertama kalinya oeang tuanya makan bareng dengan wanita atau lebih di sebut temen Keyzan.Bahkan Lusi pun belum pernah makan bareng keluarganya.Tapi tetiba dia merasa sedih begitu teringat adiknya yang masih belum ketemu.
Keyzan terbilang sangat dekat dengan adiknya.Mungkin karena mereka hanya dua bersaudara.Tapi juga karena adiknya yang sedang menderita kanker sekarang yang membuat Keyzan panik saat adiknya belum ditemukan.
"Pak Keyzan kenapa?" tanya Sheryl karena melihat Keyzan yang terlihat panik.
"Nggak kenapa kok." jawab Keyzan berusaha menyembunyikan kegelisahannya.
"Gimana perkembangan pencarian adik kamu Key?" tanya maminya yang bisa agak lebih tenang sekarang.
"Masih belum ketemu mi,tapi mami sama papa tenang aja,Key pasti bakal cari adik sampai ketemu." Keyzan berusaha menghibur orang tuanya yang sedikit masih sedih.
"Mami sama papa sekarang pulang ke rumah Key dulu ya?!" pinta Keyzan,berharap papa dan maminya bisa beristirahat.Karena pasti capek.
Setelah orang tuanya mengiyakan,Keyzan dan Sheryl mengantar orang tua Keyzan ke rumahnya.Itu pertama kalinya Sheryl ke rumah Keyzan.Dan Sheryl nampak tertegun melihat kediaman Keyzan yang sangat mewah.
"Ya maklumlah pak,aku kan baru pertama masuk ke rumah semewah ini." jawab Sheryl sedikit malu karena pasti Keyzan mikirnya dia agak 'katro'.
Akan tetapi bukan itu yang membuat Keyzan terpaku,tapi karena Sheryl yang pakai bahasa 'aku' membuat Keyzan menjadi gimana gitu dengernya.Pertama kali ketemu dia pakai bahasa 'lo gue',terus setelah tahu dia adalah bosnya Sheryl pakai bahasa 'saya anda' yang terlalu formal.
"Selanjutanya kamu akan lebih sering masuk kesini." ucap Keyzan ambigu.
Karena hari sudah semakin sore dan seharusnya sudah pulang kerja juga.Sheryl pun pamit untuk pulang,dia kepikiran terus dengan Keyra yang ada dirumah sendirian.Bukan karena memikirkan makannya Keyra karena tadi ninggalin nasi buat sarapan sekaligus buat makan siang.Tapi karena dia takut Keyra akan nekad pergi sendiri mencari alamat kakaknya.
"Au anterin pulang." ucap Keyzan.
"Nggak usah pak,aku naik angkot aja." Sheryl menolak,alasannya karena dia tidak mau Keyzan tahu dimana dia tinggal.
"Kalau kamu nolak,gaji kamu akan dipotong setengah." ancam Keyzan.
__ADS_1
"Bapak bisa nggak,nggak usah ngancem?" Sheryl bertanya dengan marah.
"Apa susahnya sih nurut?" tanya Keyzan menatap tajam ke mata Sheryl.Tapi kemudian Sheryl menghindari kontak mata dengan Keyzan.
"Terserah bapak aja." ucap Sheryl dengan marah dan langsung berjalan mendahului Keyzan.Sheryl tidak pamitan dulu ke orang tua Keyzan karena mereka sedang istirahat dan Sheryl tidak mau mengganggu.
Melihat Sheryl yang berjalan mendahului dirinya membuat Keyzan tersenyum senang.Dia merasa sangat senang,entah kenapa itu.Tapi yang jelas dia sangat senang.
"Nanti aku turun di taman aja pak." ucap Sheryl.
"Kamu takut aku rampok rumah kamu kalau aku tahu rumah kamu?" tanya Keyzan dengan sarkas.
Sheryl seketika menoleh dan menatap Keyzan yang tersenyum tipis sambil masih fokus menyetir.Awalnya Sheryl ingin duduk di kursi belakang tapi di larang oleh Keyzan.Alasannya Keyzan bukanlah sopir Sheryl.Akhirnya Sheryl duduk di sebelah kemudi.
"Apa coba yang mau dirampok? Aku bukan orang kaya,boro-boro punya rumah,itu aja aku masih ngekost." ucap Sheryl tersenyum geli.
Entah dia menertawakan ucapan Keyzan yang sarkas atau menertawakan nasibnya sendiri yang masih kurang beruntung dibanding yang lain.
Melihat wanita yang ada di sampingnya terlihat seperti sedang sedih Keyzan merasa aneh dalam hatinya.Dia seakan ingin memeluk atau sekedar menenangkan perasaan wanita itu.
"Jadi pacar aku,dan aku akan beliin kamu rumah,jadi kamu nggak perlu ngekost lagi!" ucap Keyzan tiba-tiba setelah hening beberapa saat.
Dan jelas ucapan Keyzan itu membuat Sheryl terbelalak.
"Bapak mau cari pacar atau mau cari simpanan?" tanya Sheryl berusaha tidak menganggap serius ucapan Keyzan.
"Masa cari pacar harus dengan iming-iming rumah? Lagipula maaf ya pak,maaf banget.Bapak bukan tipe aku." tambah Sheryl dan itu membuat Keyzan juga terbelalak.Baru kali ini dia ditolak oleh seorang wanita.Apalagi wanita itu berkata kalau dia bukan tipenya.
"Lalu lelaki idaman kamu yang seperti apa? Seperti si Jaka?" tanya Keyzan sedikit sewot.
Sheryl mengerutkan keningnya.Bagaimana Keyzan bisa tahu tentang Jaka?
Tapi kemudian dia teringat dua hari yang lalu dia sempat membandingkan Keyzan dengan Jaka.Tapi Sheryl tidak menyangka kalau Keyzan akan mendengar perkataannya.
__ADS_1
"Tipe lelaki idaman aku sih standart ya pak,sama kayak wanita lain,yang terpenting dia nggak playboy." ucap Sheryl menekankan kata 'playboy' supaya Keyzan sadar dia bukan tipe idaman Sheryl.Dan supaya Keyzan berhenti menggodanya.Dia ingin hubungan yang terjalin diantara mereka itu pure karena pekerjaan.