I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
38


__ADS_3

Sudah beberapa hari Keyra menjalani pengobatannya dengan baik.Itu salah satu perintah dari Sheryl.Apa yang Sheryl ingin dia lakukan pasti Keyra akan melakukannya.


Akan tetapi dia masih agak sedikit kecewa, kenapa kakaknya harus menikah dengan orang lain.Padahal, yang dia inginkan adalah kakaknya bersama dengan Sheryl, seorang wanita yang bukan hanya cantik wajahnya, tapi juga hatinya.


Tapi, meskipun begitu dia tetap menganggap Sheryl sebagai kakaknya sendiri.


Mami dan papanya juga kakaknya merasa senang karena belakangan ini Keyra sangat penurut.Dia tidak lagi menolak pengobatan dan perawatan dari dokter pribadinya.Alasannya, dia ingin sembuh dan bisa hidup normal seperti yang lainnya.


"Kamu pinter banget sayank," puji maminya merasa senang.


"Rara kan juga ingin sembuh mi, pengen juga ngerasain hidup kayak yang lain." jawab Keyra.


Sementara disebuah kamar mewah, ada sepasang pemuda dan pemudi yang sedang berbincang.Ya, mereka adalah Sheryl dan juga Keyzan.


Setelah kembalinya Sheryl ke apartemen itu, sering Keyzan berkunjung dan juga menginap disana.Sheryl pun makin terbiasa dengan kebersamaannya dengan Keyzan.Meskipun sering kali dia menolak untuk terjatuh dalam kelembutan Keyzan, yang mampu membuat dia terlena.


"Besok aku mau tunangan dengan Lusi, apa kamu rela gitu?" tanya Keyzan dengan lembut.


"Kenapa juga harus nggak rela?" tanya balik Sheryl.


Rela atau tidak, dia harus rela demi calon bayi yang tidak bersalah.Lagipula, itu adalah sebuah harapan yang lama, terpisah hubungan apapun dari Keyzan.


Sheryl tidak mau semakin lama akan semakin terjatuh dalam pesona lelaki sombong itu.Dia paham seperti apa lelaki itu, status mereka tidak akan pernah sama.


"Aku ingin sekali aja, kamu bilang kalau kamu cinta sama aku!" Keyzan tetiba mengatakan sesuatu yang membuat Sheryl canggung.


Ya, meskipun Keyzan sering menginap di apartemen itu, tapi mereka tidak melakukan hal-hal yang salah.Jadi sangatlah wajar jika Sheryl seing kali merasa canggung saat Keyzan mengatakan hal seperti itu.


"Bagaimana bisa ngomong, kalau aku aja nggak pernah cinta sama bapak." Sheryl masih bersikeukeuh tidak mau mengakui perasaan yang sesungguhnya kepada Keyzan.


Alasannya, karena dia tidak mau merebut Keyzan dari calon anak dan istrinya.

__ADS_1


Biarkanlah cinta itu hanya dia yang rasa dan tahu.Biarkanlah dia mengubur dalam-dalam perasaan yang seharusnya memang tidak pernah ada.


Keyzan, yang tahu perasaan Sheryl sebenarnya seperti apa hanya tersenyum santai.


Beberapa hari lalu..


"Key,apa kamu beneran mau nikah sama Lusi?" tanya Rakha, kebetulan mereka bertemu dalam sebuah rapat.


Saat itu Keyzan tidak mau menjawab pertanyaan Rakha.Karena, dia punya rencana lain dalam menghadapi pertunangannya dengan Lusi.Rencana yang dia yakin bisa membuat Sheryl kembali dalam pelukannya.


"Aku cuma mau kasih tahu aja, kalau sebenarnya aku dan Sheryl belum pernah jadian." ucap Rakha, jelas membuat Keyzan langsung kaget.


"Maksud kamu?" tanyanya penasaraan.


"Awalnya aku memang suka sama Sheryl karena dia mirip dengan Vanka, tapi lama kelamaan aku jatuh cinta beneran sama dia.


"Tapi sampai sekarang aku belum bisa dapetin hatinya, meskipun aku sudah sering kali mencoba, karena yang dia cinta adalah kamu." ucap Rakha berkata apa adanya.


"Kami yakin?" Rakha merasa ragu dengan rencana Keyzan.


"Sangat yakin." jawab Keyzan tanpa ragu.


"Tapi kamu serius kan bilang kalau Sheryl cinta sama aku?" Keyzan semakin penasaran dan mencoba mengkonfirmasi perkataan Rakha tadi.


"Ya, dia cinta sama kamu, tapi dia harus relain kamu bersanding dengan orang lain." Rakha bisa merasakan sakit hatinya Sheryl.Karena, dia juga pernah merasakan hal itu.


"Aku cuma mau minta tolong sama kamu, pastikan kalau Sheryl hadir dalam acara pertunangan aku!" perintah Keyzan, yang langsung disetujui oleh Rakha.


Rakha ingin melihat Sheryl bahagia.Dia sadar, meskipun Sheryl mirip dengan Vanka, tapi Sheryl bukan Vanka.


Flash on....

__ADS_1


"Aku akan tetap mencintai kamu meskipun kelak aku harus hidup bersama orang lain." ucap Keyzan membuat hati Sheryl menjadi bimbang.Dia ingin selalu merasakan dicintai tapi dia bisa apa.


"Udahlah pak, lupain aku! hiduplah bahagia bersama keluarga kecil kamu." yang mampu dilakukan Sheryl hanya membohongi perasaan sendiri, dan mencoba baik-baik saja.


"Lupain kamu? nggak akan pernah!" jawab Keyzan dengan cepat.


Bagi Keyzan, baru kali ini dia merasakan sangat ingin memiliki seseorang.Bahkan saat bersama Vanka dulu, dia hanya sekedar ingin bersama tapi tidak ada rasa sangat ingin memiliki.


Bagi Keyzan, Sheryl adalah wanita yang special.Selain cantik dia juga memiliki hati yang sangat baik.Dengan mata kepala sendiri Keyzan tahu kebaikan Sheryl.


Akan tetapi bagi Sheryl, Keyzan adalah sebuah luka.Pertemuaan mereka seharusnya tak pernah ada.Tapi, Sheryl tidak mau menyalahkan takdir.Karena sesungguhnya kesalahan itu pada dirinya sendirinya yang sudah jatuh cinta kepada seorang lelaki yang mustahil untuk dia miliki.


Sheryl ingin pergi yang jauh meninggalkan semuanya.Tapi, dia tidak ingin Keyra akan sedij dan tidak memiliki harapan untuk hidup.Apa yang menjadi pertimbangannya tidak bisa pergi, adalah nyawa Keyra.


Entah apa yang Keyra suka dari dirinya, kenapa Keyra bisa sampai sebegitunya terhadap dirinya.


"Kalau bukan karena Keyra, aku pasti udah pergi jauh dan nggak akan ketemu lagi dengan kamu." ucap Sheryl pelan.


"Mau kamu pergi ke ujung dunia pun aku pasti bisa temuin kamu, karena aku ada disini." Keyzan menunjuk dada Sheryl dengan pelan.


"Aku ngantuk." ucap Sheryl menarik selimut dan menutupi wajahnya dengan selimut.


Sheryl tidak mau Keyzan akan melihat wajahnya yang memerah karena tersipu.Dia tidak ingin lelaki sombong itu akan menjadi ge-er.


Seperti biasanya, Keyzan memeluk wanita mungil itu dalam pelukannya.Meskipun begitu mereka masih tahu batasan masing-masing.


"Sial,kalau kayak gini terus, aku bisa terbiasa nih dengan pelukan si kampret ini sebelum tidur." gumam Sheryl dalam hati, dia terlalu takut untuk bergerak, karena dia tidak mau Keyzan akan nekad melakukan hal yang seharusnya tidak pernah terjadi.


"Pak, tolong longgarin dikit dong pelukannya! aku nggak bisa nafas nih." protes Sheryl supaya Keyzan tidak memeluknya dengan sangat erat.


Tapi entah kenapa, meskipun dia tidak suka dengan cara Keyzan, tapi Sheryl merasa sangat nyaman tidur dalam pelukan Keyzan.

__ADS_1


Apa karena cinta, entahlah.


__ADS_2