
Keyzan masih saja belum bisa move on dari sakit hatinya meskipun kejadian itu dua hari berlalu.Setiap kali mengingat pengakuan Sheryl,hati Keyzan terasa perih.Dia masih tidak menyangka bahwa Sheryl memiliki hubungan dengan Rakha.
"Mangkanya dia punya uang buat bayar hutang." gumam Keyzan masih merasa geram.
Keyzan ingin marah tapi dia bisa apa.Perasaan cinta memang tidak bisa dipaksakan.Sheryl menolak cintanya tapi justru jadian sama Rakha yang menjadi rival cintanya dari masih kuliah dulu.
Dulu mungkin emang Keyzan bisa mengalahkan Rakha dalam merebut hati Vanka,seorang gadis yang mereka rebutkan dulu.Tapi kali ini Keyzan harus mengakui kalau dia kalah dengan Rakha.
"Arghh..." geramnya sambil memukul meja kerjannya.
Hari ini adalah hari dimana perusahaannya dan perusahaan Rakha menerima pemberitahuan dari perusahaan VK.Entah perusahaannya atau perusahaan Rakha yang akan dipilih oleh perusahaan VK menjadi patner kerjanya.
Bagi Keyzan keputusan itu tidaklah terlalu penting,yang terpenting dia bisa ketemu lagi drngan Sheryl.Jujur,Keyzan masih belum bisa melupakan gadis mungil itu.Setiap saat dia selalu teringat akan senyuman gadis itu.
Mungkin pertemuan yang terakhir.Karena,kurang dari sebulan dia akan menikahi Lusi.Kurang dari seminggu mereka akan bertunangan.Keyzan tahu setelah itu mereka benar-benar akan berpisah.
Selepas makan siang perwakilan dari kedua perusahaan besar itu kembali ke perusahaan VK.Perusahaan masing-masing diwakili oleh CEO mereka sendiri.
Langkah terasa berat ketika Sheryl memasuki perusahaan itu.Dia tidak mau dihadapkan pada pilihan yang sulit seperti sekarang.Tapi dia juga harus profesional dan loyal kepada perusahaan tempat dia bekerja.
"Gugup lagi?" tanya Rakha berjalan bersama Sheryl.
"Atau takut kalau Key akan kalah?" tebak Rakha.
*** Setelah pengakuan Sheryl di depan Keyzan yang mengatakan Sheryl adalah pacar Rakha.Beberapa waktu kemudian Sheryl meminta maaf karena telah melibatkan Rakha dalam permasalahannya dengan Keyzan.
"Maaf pak,aku terpaksa lakuin itu semua agar supaya Keyzan tidak lagi menganggu aku." Sheryl merasa bersalah.
Harus diakui oleh Rakha,bahwa permintaan maaf Sheryl itu membuatnya sedikit kecewa.Karena sebenarnya dia sudah menyukai Sheryl dari pertama mereka ketemu.Awalnya perasaan itu muncul karena Sheryl yang mirip dengan wanita yang dia cintai.
Akan tetapi lama kelamaan,perasaan itu kuat karena melihat betapa optimisnya gadis itu.Hatinya luluh oleh kebaikan serta kecerdasan gadis itu,juga karena kedewasaan Sheryl menyikapi hidup.
__ADS_1
"Kamu suka sama Key?" tebak Rakha dari raut wajah Sheryl yang terlihat sedih.
Saat itu Sheryl tidak lagi menyembunyikan perasaannya.Dia mengakui kalau dia menyukai Keyzan,meski tanpa berkata hanya menganggukan kepalanya sebagai konfirmasi jawabannya.***
"Dia pengusaha hebat sama seperti bapak,aku cuma takut aja kita kalah karena kan waktu itu saku yang presentasi." jawab Sheryl pelan.
"Takut aja kalau bapak akan mengira aku sengaja membuat kita kalah." lanjut Sheryl.
Sementara Rakha hanya tersenyum mendengar jawaban konyol dari Sheryl.Dengan lembut dia menyentuh kepala Sheryl lalu tersenyum kecil.
"Kalau kita akhirnya kalah berarti itu bukan rejeki aku,gitu aja sih kalau aku." jawabnya.Sheryl pun akhirnya bisa bernafas sedikit lega.Karena biar bagaimanapun dia bertanggung jawab sepenuhnya atas proyek itu.
Asyik mengobrol di ruang tunggu,tak lama kemudian Keyzan juga tiba bersama Levin.Mereka berempat terlihat sedikit tegang.Apalagi Sheryl yang merasa bahwa Keyzan menatapnya dengan dingin.
"Katanya kamu mau nikah?" tanya Rakha mendinginkan suasana.
"Hmm," jawab Keyzan singkat.Dia sebenarnya tidak berharap Rakha akan menanyakan pertanyaan seperti itu.Karena tentu itu akan membuat Sheryl semakin marah ke dia.
Mereka memang bersaing dalam proyek ini.Tapi tidak bisa dilupakan mereka juga punya kerja sama yang mereka sepakati sekitar dua bulan yang lalu.
"Kamu sekarang tinggal dimana? dirumah Rakha atau kamu dibeliin apartemen sama Rakha?" tanya Keyzan sedikit masih marah.
"Nggak ada hubungannya sama bapak saya tinggal dimana." Sheryl menjawab dengan dingin pertanyaan Keyzan.
"Apa yang sudah kamu berikan ke Rakha sampai dia memberi kamu uang sebanyak itu? kenapa nggak jual sama aku aja? aku bisa beri kamu lebih dari yang Rakha beri ke kamu." entah kenapa Keyzan bisa mengatakan hal sebruruk itu kepada Sheryl.Apa karena dia kecewa kepada Sheryl atau apa tak tahu.
"Di mata bapak apa saya serendah itu? Apa karena saya orang tak mampu jadi saya sangat nggak pantas punya uang sebanyak itu? lebih hina saya atau anda yang masih berusaha menggoda saya padahal anda sudah mau menikah?" Sheryl terlalu sakit hati dengan perkataan Keyzan.
"Nggak usah lagi urusin kehidupan saya,urus saja calon istri dan anak bapak.Tanpa menjual diripun aku bisa bayar hutang aku ke bapak." faktanya memang Sheryl tidak menjual diri kepada Rakha.Uang itu Rakha pinjamkan kepada Sheryl dan untuk membayarnya mereka sepakat memotong gaji Sheryl setiap bulan.
Manik-manik putih sudah menumpuk dipinggir mata Sheryl.Dia tidak pernah menyangka jika Keyzan bisa berkata seperti itu kepadanya.Hatinya terasa teriris dengan ucapan Keyzan.
__ADS_1
"Pak,maaf aku kayaknya ijin pulang duluan,aku nggak enak badan." ucap Sheryl langsung beranjak dan keluar dari ruang tunggu itu tanpa menunggu jawaban Rakha.
Setelah Sheryl keluar dari ruangan.Giliran Keyzan yang meminta Levin untuk tinggal sementara dirinya keluar mengejar Sheryl.Ada penyesalan dari diri Keyzan ketika dia melihat air mata yang hampir jatuh disudut mata Sheryl.
Dia tidak bermaksud ingin menghina Sheryl.Tapi sakitnya yang memaksa dia untuk tidak masuk akal.
"Sher.." seru Keyzan mengerjar Sheryl yang berlari tanpa menoleh.Begitu sampai di parkiran Keyzan berhasil menghentikan langkah Sheryl.
"Maafin aku." ucap Keyzan menarik Sheryl dalam pelukannya.
Sheryl saat itu sudah menangis dan meronta-ronta dalam pelukan erat Keyzan.Sekuat tenaga Sheryl meronta,semakin erat pula Keyzan memeluk Sheryl.
"Aku minta maaf." lirih Keyzan masih tidak mau melepaskan pelukannya.
"Lepaain aku,jangan bikin orang berpikir negatif ke aku.Aku nggak mau dituduh sebagai perebut laki orang!" Sheryl kembali meronta.
Keyzan lalu dengan paksa menarik Sheryl fan membawanya masuk ke dalam mobilnya.Tentu saja Sheryl menolak masuk ke dalam mobil tapi karena paksaan Keyzan juga karena dia tidak mau menarik perhatian akhirnya dia nurut juga.
"Kita mau kemana?" tanya Sheryl dengan dingin.
"Ke apartemen kita." jawab Keyzan cepat.
"Nggak mau,aku nggak mau kesana.." Sheryl panik sendiri.
"Kenapa kamu tinggalin aku?" tanya Keyzan serius.
"Tinggalin? kita aja nggak pernah bersama,apanya yang ditinggalin?" ucap Sheryl masih sangat dingin.
Keyzan dengan cepat meraih tangan Sheryl dan menciumnya."Kembali ke aku,aku cinta sama kamu." lirih Keyzan menatap Sheryl.
"Nggak mungkin,kita sudah bahagia dengan pasangan masing-masing."
__ADS_1
Tapi tanpa peringatan Keyzan mencium bibir Sheryl dengan paksa membuat Sheryl kaget kemudian meronta-ronta.