
"Kamu mau pulang? Aku anter ya?" tanya Keyzan masih memeluk Sheryl yang masih ketakutan.
"Aku mau disini aja,nemenin Keyra.Karena biar bagaimanapun Keyra seperti ini karean kelalaianku." Sheryl masih merasa bersalah.Dengan tersenyum Keyzan mencium puncak kepala Sheryl.Keyzan merasa senang aja dengan kebaikan hati Sheryl.
Beberapa saat kemudian mereka balik ke rumah sakit.Saat itu urusan kantor ditanganin oleh Levin.Jadi Keyzan bisa sedikit tenang untuk menjaga adiknya.Ketika mereka tiba,Lusi dan papanya sudah ada di depan rawat inap Keyra sedang berbincang dengan mami dan papanya Keyzan.Melihat Sheryl yang datang bersama dengan Keyzan membuat Lusi sedikit kesal.
"Key,kamu darimana aja sih?" tanya Lusi mendekati Keyzan lalu bermanja kepada Keyzan.
"Makan." jawab Keyzan singkat.Keyzan menyingkirkan tangan Lusi berkali kali,dia tidak mau Sheryl akan salah paham dan memutuskan lagi hubungan mereka.
"Kamu tahu dari siapa kalau aku disini?" tanya Keyzan dengan dingin.
"Aku tadi ke kantor kamu,tapi kata Levin kamu kesini.Aku seneng banget akhirnya adik kamu bisa segera ketemu.Orang yang nyelamatin dia pasti baik banget ya." ucap Lusi yang tidak tahu kalau Sheryl-lah yang menyelamatkan adiknya Keyzan.
"Iya,emang baik banget,makanya aku traktir dia makan." jawab Keyzan yang langsung disadari oleh Lusi kalau Sheryl-lah yang menyelamatkan adiknya Keyzan.
"jadi lo yang udah tolongin adiknya Key? Kenapa nggak langsung omong sama Key? Atau jangan-jangan lo emang sengaja sembunyiin adiknya Key,biar kamu bisa minta ganti rugi gitu?" masuk akal sih tuduhannya Lusi.
Tapi saat itu Sheryl benar-benar tidak tahau kalau Keyra itu adalah adiknya Keyzan.Karena Keyzan juga tidak kasih tahu dia foto adiknya.Mana Sheryl tahu kalau adik yang dicari Keyzan itu adalah orang yang diselamatin.
"Ngomong apa sih lo? jangan ngaco deh!" Sheryl terlalu malas untuk berdebat hal yang penting dengan Lusi.
"Loh bisa aja kan,lo sembunyiin dia,terus lo bertingkah seolah lo adalah pahlawan.Setelah itu Key akan merasa hutang budi sama lo,terus lo bisa nikah sama Key dan jadi nyonya besar deh." analisa yang luar biasa dari Lusi.Tapi itu justru semakin membuat Keyzan percaya sama Sheryl.Kalau emang itu rencana Sheryl nggak mungkin dong dia mau menjilat ludahnya sendiri setelah dua kali menolak Keyzan.Dan yang Sheryl lakuin adalah meminjam uang untuk biaya pengobatan adiknya.
__ADS_1
"Bukan kamu ya,yang selama ini deketin aku supaya aku mau kasih suntikan dana ke perusahaan papa kamu yang hampir bangkrut?" Keyzan selalu tidak terima Lusi berpikiran negatif terhadap Sheryl.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih? kamu lebih belaan dia daripada aku?" Lusi mulai memakai jurus manja seribu watt nya untuk membuat Keyzan luluh.
"Dia karyawan aku,jelas aku lebih belain dia daripada kamu.Ingat kita udah putus." ucap Keyzan yang membuat Sheryl tersenyum pahit.
Sebelumnya Sheryl berpikir kalau Keyzan akan mengakui hubungannya di depan Lusi dan kedua orang tuanya.Tapi ternyata dimata Keyzan dia tetap aja seorang karyawan.Dengan tersenyum pahit Sheryl menghibur dirinya sendiri.Juga menertawakan dirinya sendiri,menertawakan kebodohannya yang berharap Keyzan akan mengakui dirinya sebagai pacarnya.Ya sudahlah,harusnya aku sadar diri.
"Maaf,sebaiknya anda dan Lusi pergi dari sini,saya nggak mau ada keributan yang akan mengganggu adik saya!" secara tegas Keyzan menyuruh Lusi dan papanya meninggalkan rumah sakit.
Kecewa bercampur marah akhirnya Lusi dan papanya pergi meninggalkan rumah sakit sesuai perintah Keyzan.Kalau bukan karena masih membutuhkan dukungan dari Keyzan atau papanya mungkin saat itu papanya Lusi akan marah,karena merasa dihina oleh Keyzan.
Sepeninggalnya Lusi dan papanya,maminya Keyzan menyuruh Sheryl untuk duduk disampingnya dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.Sheryl hanya tersenyum dan memeluk maminya Keyzan dengan hangat.
"Kamu sudah melakukan yang terbaik nak,"
Kedua perempuan beda generasi itu lalu berpelukan dengan erat.Sheryl sangat bahagia,dia seperti kembali menemukan kasih sayang ibuyang sudah hilang selama dua tahun ini.Begitu juga Keyzan dan papanya yang sangat bahagia melihat orang yang mereka sayangi bisa saling menguatkan dan berpelukan.
"Seandainya Key,punya pacar kayak kamu.Pasti akan sangat bagus." ucap papanya Keyzan mendekati dan menepuk pelan pundak Sheryl.Sementara Sheryl tidak menjawab hanya tersenyum kecil.
"Kalau aku beneran pacaran sama Sheryl apa papa dan mami setuju?" tanya Keyzan tiba-tiba.
"Setuju banget,apalagi kalau kalian berjodoh." jawab maminya Keyzan menyentuh pipi Sheryl.
__ADS_1
"Nggak mungkinlah tante,aku juga sadar diri kok.Aku hanya karyawan pak Keyzan." Sheryl sengaja menekankan kata 'karyawan' supaya membuat Keyzan sadar kalau dia tersinggung dengan jawabannya ke Lusi tadi.
Keyzan sesaat terdiam setelah akhirnya dia sadar kalau Sheryl merasa tidak nyaman dengan ucapannya tadi.Keyzan berjalan mendekat dan memeluk Sheryl didepan kedua orang tuanya.Sheryl membulatkan matanya lalu meronta tapi kemudian dengan terus terang Keyzan mengakui hubungannya kepada kedua orang tuanya.
"Jadi kalian beneran pacaran?" tanya mami Keyzan merasa sangat senang.
"Iya mi,tadi aku sengaja nggak ngakuin dia di depan Lusi,karena aku nggak mau bikin Lusi semakin ngaco menuduh Sheryl,aku takut ucapan negatif Lusi akan mempengaruhi pemikiran kalian ke Sheryl." Keyzan menjelaskan dengan gamblang alasannya,itu juga sebagai klarifikasi kepada Sheryl supaya tidak lagi salah paham.
"Mami juga nggak suka dengan Lusi,dia terlalu memaksakan kehendaknya sendiri,menurut mami." ucap mami Keyzan mengutarakan alasan kenapa dia tidak begitu respect terhadap Lusi.
"Tapi kan bukannya kamu sam Lusi pacaran?" sahut papanya Keyzan mengkonfirmasi.
"Aku udah putus sama dia pa,dia selingkuh dengan teman Key." jawab Keyzan membuat lega kedua orangnya.
Dari awal mereka memang tidak suka dengan Lusi.Apalagi waktu itu dengan tanpa malu Lusi ngomong kalau dia sering menginap di villa milik Keyzan.Ditambah mereka tahu maksud dan tujuan Lusi serta papanya mendekati keluarganya.Mereka berdua lebih senang dengan Sheryl,bukan kjarena Sheryl penyelamat anak perempuan mereka tapi dari awal mereka yakin kalau Sheryl adalah orang baik.
Kedua orang tua Keyzan juga tidak memandang harta dan martabat untuk mencari memantu.Karena mereka dulunya juga orang susah sampai bisa seperti sekarang itu semua karena usaha dan kerja keras.Jadi mereka tidak mau memandang orang hanya dari status sosialnya saja.
"Kapan nih kita bisa silahturahmi ke orang tua kamu?"
"Aku anak yatim piatu tante." jawab Sheryl dengan sedih.Sheryl bukannya sengaja tidak mau menganggap ayahnya tapi selama ini dia memang sudah tidak lagi dengar kabar ayahnya.Dan ayahnya juga tidak mencarinya.Tidak salah dong kalau Sheryl menganggap ayahnya sudah mati.
"Maaf,tante lupa." ucap maminya Keyzan kembali memeluk Sheryl.
__ADS_1