I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
9


__ADS_3

"Beneran kamu diantar sampai sini aja?" tanya Keyzan ketika sampai di taman dekat kost Sheryl.


"Iya." jawab Sheryl yakin lalu bergegas membuka pintu mobil dan keluar.Tak lupa Sheryl mengucapkan terima kasih.


Keyzan terdiam dan hanya tersenyum tipis.Dia menatap Sheryl yang berjalan tanpa menoleh dan hilang di sebuah gang kecil di dekat taman itu.Keyzan masih tersenyum tatkala dia kembali teringat ucapan Sheryl yang berkata kalau dia bukanlah tipe idaman Sheryl.


"Apa kurangnya aku?" gumam Keyzan seorang diri masih dengan senyum tipis yang ambigu.Tapi terlihat begitu sangat tampan.


Sementara Sheryl menganggap ucapan Keyzan yang ingin menjadikannya pacar hanyalah omong kosong.Sheryl tahu itu semua hanya godaan dari Keyzan.Lelaki playboy seperti Keyzan tidak akan pernah puas dengan satu wanita.Dan Sheryl tidak mau menjadi orang bodoh karena itu.


Sheryl bukan pertama kali deket sama seorang lelaki.Dulu sewaktu SMA dan duduk dibangku kuliah,banyak cowok yang naksir dia tapi selalu dia tolak.Alasannya karena dia ingin fokus sekolah.Alasan yang sebenarnya adalah dia masih belum merasakan jatuh cinta.


Entah lelaki seperti apa yang dia suka.Tapi yang jelas dia tidak akan pernah suka dengan lelaki playboy.


"Key,kakak pulang." ucapnya saat masuk ke rumah.


Dia tersenyum senang melihat Keyra yang sedang beberes.Sheryl tidak pernah menyuruhnya untuk bersih-bersih rumah tapi mungkin itu inisiatif gadis berambut panjang itu untuk melakukannya.


"Kakak udah pulang?" tanya Keyra juga terlihat senang.


Sheryl hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum lalu meminta Keyra buat istirahat dan makan.Sementara Sheryl menggantikan dia beberes.


"Kok cuma satu,kakak udah makan?" tanya Keyra.


"Udah tadi dijalan," jawab Sheryl berbohong.Dia sebenarnya sengaja beli makanan satu bungkus karena uangnya pas-pasan.Dan dia ingin Keyra yang makan sementara dia bisa menahan lapar.


Keyra yang merasa curiga lalu mengajak Sheryl untuk makan bersama,satu bungkus berdua.Tapi Sheryl tidak mau,dia tetep melanjutkan kebohongannya dengan mengatakan kalau dia sudah kenyang.


Ya dia harus menghemat mulai dari sekarang.Dia punya tanggung jawab lain sekarang,yaitu Keyra.Meskipun baru ketemu tapi Sheryl sudah sangat menyayangi Keyra seperti adiknya sendiri.


Diam-diam Keyra meneteskan air matanya.Dia menyesali keputusannya yang kabur dari rumah.Karena tindakannya,dia sekarang harus merepotkan orang lain.Keyra bersikeras untuk segera menemukan rumah kakaknya.Dia berjanji akan meminta kakaknya mengganti apa yang telah Sheryl perbuat untuk dirinya.


****


Berhari-hari sudah Keyra masih belum ketemu dengan kakaknya.Dan Keyzan juga masih belum menemukan petunjuk dimana adiknya berada.Belum lagi dia harus mengurusi pekerjaan yang menumpuk beberapa hari.

__ADS_1


Terlihat jelas raut kelelahan dari diri Keyzan.Mungkin berhari-hari dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.Dan lagi maminya yang sekarang sakit karena adiknya belum ketemu.


Keyzan masih fokus dengan beberapa dokumen yang menumpuk di depannya.Sesekali dia akan merilexkan tubuhnya dengan bersandar ke belakang kursi kerjanya.Dan juga sesekali dia memijit keningnya yang pusing.


Melihat tubuh lelah dari bos nya,Sheryl pun tanpa dikomando membuatkan minum untuk bos nya.Supaya bos nya merasa lebih tenang dan rilex.


"Kopi bapak." ucap Sheryl pelan menaruh secangkir kopi di meja Keyzan.Lalu kembali duduk di meja yang agak jauh dari meja Keyzan.Sheryl tidak mau menganggu konsentrasi Keyzan.


"Makasih." jawab Keyzan dengan senang.Dia menatap Sheryl yang fokus dengan pekerjaannya juga.Dia tidak pernah bikin masalah,hanya diam dan sesekali melakukan sesuatu sesuai perintahnya.


"Nanti siang ikut ke rumah sakit,mami pengen ketemu kamu!" ajak Keyzan dan hanya disambut dengan anggukan kepala oleh Sheryl.Sheryl sadar itu adalah bagian dari pekerjaannya.Makanya dia akan patuh.


"Tumben nggak nolak?" goda Keyzan.


"Aku masih butuh pekerjaan ini kok pak." jaeab Sheryl dengan dingin.


"Apa itu artinya kamu mau belajar jadi wanita penurut gitu?" Keyzan semakin ingin menggodanya.


"Ya itu terserah anggapan bapak sih.Kalau aku sih,lakuin ini semua demi pekerjaan." jawab Sheryl masih dengan dingin.


"Ya siapa sih yang nggak suka dengan uang?" ucap Sheryl realistis.


"Bener juga.Gini aja kalau kamu mau jadi pacar aku,aku akan kasih kamu uang yang banyak gimana?" tanya Keyzan dengan konyol.


Hei,kamu kira kamu bisa beli hati dan perasaan aku dengan duit?


Dan lagi itu kedua kalinya Keyzan mengatakan seperti ini.Pertama dia akan membelikan rumah jika Sheryl mau jadi pacarnya.Dan yang kedua dia akan memberi uang yang banyak buat Sheryl.


"Bapak sudah dua kali ya bilang seperti itu ke aku.Apa bapak berniat menjadikan aku sebagai pelakor?" tanya Sheryl masih sangat tenang bahkan hatinya tidak tersentuh sama sekali dengan ucapan Keyzan.


"Ya itu sih kalau kamu mau." jawab Keyzan.


"Aku menolak,aku masih bisa kerja dengan halal untuk mendapatkan uang." ucap Sheryl dengan tegas.


"Kenapa? Apa karena aku kurang kaya?" tanya Keyzan membuat Sheryl menghentikan pekerjaannya dan menoleh menatap Keyzan yang menopang dagunya dengan satu tangan dan menatapnya.

__ADS_1


"Bapak kaya,kaya banget malahan.Meskipun aku suka uang tapi tidak dengan menjual diri juga.Selama aku masih bisa bekerja dengan halal ya aku akan bekerja.Aku tidak mau mengandal orang lain untuk memuaskan keinginan aku.Jadi bapak carilah wanita yang suka dengan mau bekerja!" jawab Sheryl menatap tajam ke arah Keyzan.


Hidup susah tidak lantas membuat Sheryl harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.Dia masih sehat dan masih muda jadi dia akan kerja untuk mendapatkan uang.


Keyzan tersenyum mendengar jawaban Sheryl.Dia semakin ingin mendapatkan Sheryl.Dia semakin ingin membuat Sheryl jatuh cinta ke dia.Bagi Keyzan,Sheryl adalah wanita yang unik.Dia hidup susah tapi dia tidak mau mendapatkan uang dengan mudah.


Sementara para wanita yang pernah bersamanya sebagian besar dari keluarga berada.Tapi mereka juga tidak mau berusaha keras tapi justru menyodorkan tubuhnya ke Keyzan sebagai ganti uang yang mereka gunakan.Bahkan ada yang rela menyodorkan tubuhnya dengan imbalan supaya Keyzan mau jadi penyuntik dana di perusahaan keluarga.


Sedangkan gadis yang ada di depannya saat ini,berbeda.


"Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Keyzan lagi.


"Belum.Aku masih mau fokus ke karier." jawab Sheryl dengan santai.


"Kalau aku putusin semua pacar aku,apa kamu mau mempertimbangkan aku menjadi pacar kamu?" tanya Keyzan yang membuat Sheryl terkejut.Seketika Sheryl menoleh dan beradu pandang dengan Keyzan.


Jujur dalam hati Sheryl ada getaran yang tak karuan saat mereka beradu pandang.Tapi lagi dan lagi Sheryl harus bangun dari mimpi,dia cukup sadar diri terhadap perbedaan status diantara mereka.Lagipula Sheryl yakin Keyzan hanya membual.


"Maaf bapak bukan tipe aku.Aku nggak suka sama bapak." Sheryl kembali menolak Keyzan.


"Tapi aku yakin suatu saat kamu akan jatuh cinta sama aku." ucap Keyzan dengan sangat percaya diri.


"Mustahil."


"Gini aja,kasih aku kesempatan buat jadi pacar kamu,dalam tiga bulan aku yakin bisa bikin kamu jatuh cinta."


"Tapi kalau nggak?"


"Kalau nggak,kita putus."


"Tapi maaf aku nggak mau." jawab Sheryl yakin.


"Masih banyak wanita yang lebih baik dari aku."


"..." Keyzan tak menjawab hanya tersenyum kembali.

__ADS_1


__ADS_2