
Sheryl panik karena tirak mendapati Keyra di rumah.Tapi kemudian tetangga kostnya bipang kalau Keyra dibawa oleh teman Sheryl ke rumah sakit.
Pingsan?
Mendengar penjelasan tetangganya Sheryl menjadi semakin panik.Kemudian Sheryl berlari dan mencegat taxi.Di tengah kepanikan Sheryl mengambil ponsel bermaksud untuk menghubungi Cintya.
Akan tetapi ternyata dia sudah mendapat panggilan banyak dari Cintya.
"Ya ampun,hp gue silent karena tadi takut ganggu maminya pak Keyzan." gumam Sheryl menepuk jidatnya.Tapi ternyata Cintya juga meninggalkan pesan kalau Keyra di bwwa ke rumah sakit xxx.
Tanpa banyak membuang waktu Sheryl meminta sopir taxi untuk segera menuju rumah sakit xxx.Begitu sampai Sheryl yang masih sangat panik buru-buru menuju ruang IGD.
"Keyra gimana?" tanya Sheryl panik sambil terengah-engah karena habis lari-larian.
"Masih di tanganin dokter." jawab Cintya yang juga masih terlihat sangat panik.
"Maaf tadi hape gue silent." ucap Sheryl sedikit menyesal.Karena Sheryl terlalu takut terjadi apa-apa dengan Keyra.Meski bukan saudara tapi sayang Sheryl ke Keyra tulus.
"Nggak apa-apa.Semoga Keyra nggak kenapa-napa." Cintya merasa kasihan melihat sahabatnya lalu memeluknya untuk menenangkan Sheryl.
Sudah hampir satu jam dokter memeriksa Keyra.Satu jam pula Sheryl merasa sangat panik.Dia tidak bisa duduk dengan tenang.Hanya mampu duduk semenit sampai tiga menit lalu berdiri lagi.
Cintya bisa melihat kepanikan yang sangat dari raut wajah Sheryl yang serius.
"Sher,lo yang tenang.Gue beliin minum ya?" Cintya memeluk Sheryl dan mengelus lengan Sheryl dengan lembut.
"Gue takut Keyra kenapa-napa.Dia kan belum ketemu sama kakaknya."
"Keyra pasti baik-baik aja kok." Cintya berusaha menghibur Sheryl.
Awalnya Cintya ingin curhat masalah Jaka ke Sheryl.Tapi melihat Sheryl dalam keadaan yang tidak memungkinkan,jadi Cintya menahan untuk tidak curhat ke Sheryl dulu.Tapi justru berusaha menghibur Sheryl.
Beberapa menit kemudian akhirnya dokter keluar dari ruang IGD.Dokter lalu mengajak Sheryl untuk membicarakan penyakit Keyra.Dan dari perkataan dokter dapat disimpulkan bahwa penyakit Keyra memang serius.Dokter menyarankan supaya Keyra dirawat secara intensif.
__ADS_1
Dan yang menjadi permasalahn itu adalah biaya yang tidak murah.Bingung,sedih numpuk jadi satu dalam pikiran Sheryl.Darimana dia dapat uang sebanyak itu?
Nggak mungkin Sheryl akan pinjam ke Cintya.Meskipun dia dari keluarga berada tapi biaya pengobatan Keyra itu sangat mahal.
Keluar dari ruangan dokter,Sheryl tampak lesu.Dia bingung kemana harus mencari uang sebanyak itu.Meskipun itu bukanlah tanggung jawabnya tapi tidak mungkin Sheryl akan meninggalkan Keyra begitu saja.Sisi kemanusiaannya menentang hal itu.
"Kenapa Sher?" tanya Cintya curiga karena selepas keluar dari ruangan dokter wajah Sheryl berubah suram.Dia menyenderkan kepalanya ke tembok dengan lesu.Seperti ada beban berat di kepalanya.
Setelah beberapa saat terdiam.Sheryl menghela nafas panjang,pandangan matanya kosong."Gue bingung Cin,." ucapnya dengan lesu.
"Keyra punya penyakit kanker dan karena dia telat kemo jadi penyakitnya semakin parah.Keyra harus dirawat secara intensif,tapi masalahnya biayanya mahal banget.Darimana gue bisa dapatin uang sebanyak itu?" lanjut dengan sedih.Sheryl ingin menangis tapi dia tidak mau terlihat lemah.Jadi dia berusaha untuk menahan air matanya.
"Gue juga cuma punya tabungan sedikit,tapi kalau lo butuh lo pakai aja dulu!" solidaritas yang hebat ditunjukan oleh Cintya.Tapi ditolak oleh Sheryl.Karena Sheryl tidak mau merepotkan siapapun.
Setengah jam berpikir akhirnya Sheryl memutuskan untuk mencari Keyzan.Kebetulan Keyra di rawat di rumah sakit yang sama dengan mami Keyzan.
"Tolong jagain Keyra bentar ya Cin! Gue ada urusan bentar." pamit Sheryl dengan terburu-buru.Belum sempat Cintya bertanya tapi Sheryl sudah berlari aja meninggalkan Cintya.
Meskipun itu sangat bertentangan dengan prinsipnya tapi dia tidak punya pilihan lain.Hanya dengan cara itu dia bisa mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan Keyra.
Cuma jadi pacar kan?
Oke nggak masalah,yang penting Keyra bisa segera ditangani.
Begitu sampai di depan ruang rawat maminya Keyzan.Sheryl ragu untuk mengetuk pintu.Selain sudah malam dan takut mengganggu tapi juga karena dia sangat gugup.
Tapi setelah meyakinkan beberapa kali akhirnya dia mengetuk pelan.Tidak ada jawaban,akhirnya dia langsung membuka pintu.Dan betapa kagetnya dia melihat Lusi yang tertidur dipangkuan Keyzan.
Sheryl hampir lupa kalau Lusi malam ini menginap untuk merawat maminya Keyzan.Melihat pemandangan yang begitu tidak mengenakan mata Sherylpun kembali menutup pintu dengan pelan.
Beberapa saat yang lalu,Lusi merengek supaya dia diizinkan untuk tidur dipangkuan Keyzan.Keyzan awalnya menolak tapi karena Lusi terus-terusan merengek akhirnya Keyzan mau Lusi tidur dan menjadikan pahanya sebagai bantal.Selain dia capek dia juga tidak mau berdebat dengan Lusi karena maminya perlu banyak istirahat.
Dan begitu pintu hampir tertutup tetiba Keyzan membuka mata dan melihat Sheryl menutup pintu.Dengan pelan dia menyingkirkan kepala Lusi yang ada di pahanya.Keyzan lalu buru-buru mengejar Sheryl.Saat itu kedua orang tuanya sudah tertidur.
__ADS_1
"Sher!" panggil Keyzan mengikuti Sheryl di belakang.
"Kamu kenapa balik lagi?" tanya Keyzan tergesa-gesa.
"Sebenarnya ada yang mau aku omongin tapi nggak jadi," jawab Sheryl dengan masam.
"Ada apa? Kenapa?" Keyzan bertanya dengan sangat lembut.Dan itu membuat hati Sheryl sesikit bergetar.Dia menatap Keyzan lekat,tapi tak mampu untuk berkata.
"Kenapa?" tanya Keyzan lagi sambil menyentuh pipi Sheryl dengan lembut.Jujur saat itu hati Sheryl benar-benar bergetar,jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
Apa bener ini Keyzan Aditama?
Apa bener ini bos yang dingin itu?
Apa benar ini bos yang arogan dan otoriter itu?
Sheryl suka dengan Keyzan yang begitu sangat lembut.Tapi saat dia teringat bahwa lelaki itu adalah seorang playboy maka hilanglah semua kekaguman dan rasa suka itu.
Tapi demi nyawa seseorang apa dia harus benaran jadi pacar lelaki playboy itu?
Ah,ya sudahlah.
Mau dia playboy kek yang paling penting dia bisa segera mendapatkan uang.
"Apa tawaran pak Keyzan tadi siang masih berlaku?" tanyanya dengan sedikit malu.Tapi apa boleh buat.
Keyzan memicingkan matanya sembari menatap Sheryl yang tertunduk di depannya.Tadi siang dia masih menolak tapi kenapa sekarang dia bertanya?
Apa dia mau menerima tawarannya?
Apa dia ternyata bukan seperti yang aku bayangkan?
Apa dia ternyata sama saja dengan yang lain? Suka uang?
__ADS_1