
Sudah lebih dari seminggu Keyzan tidak ketemu atau dengar kabar dari Sheryl.Dia bertanya kepada Cintya tapi Cintya juga tidak tahu dimana Sheryl sekarang tinggal.Keyzan merasakan hatinya kosong beberapa saat.Bahkan setiap kali Lusi datang ke kantor dia selalu cuek.
Belum lagi saat dia terus-terusan ditelepon oleh adiknya yang menanyakan kabar Sheryl.Karena,mereka berdua kakak adik itu tidak bisa menghubungi nomer telepon Sheryl.Entah sudah ganti atau nomer mereka berdua diblacklist.
Keyzan semakin tertekan dengan keadaan.Apalagi saat adik dan maminya selalu menangis saat menanyakan kabar Sheryl.
Melihat sahabatnya selama beberapa hari terpuruk,Romeo berusaha membantu dengan membujuk Cintya supaya mau memberitahukan alamat Sheryl yang baru.Tapi Cintya selalu mengatakan bahwa dia tidak tahu kemana Sheryl pergi.
"Ayolah! aku nggak tega lihat Keyzan kayak gini terus." bujuk Romeo tak menyerah.Romeo sangat tahu,tidak mungkin Cintya tidak tahu kemana Sheryl.Persahabatan mereka melebihi hubungan persaudaraan.
"Aku beneran nggak tahu pak Romi,kalaupun aku tahu,aku juga nggak akan kasih tahu,biarin aja pak Keyzan seperti itu,salah dia sendiri." jawab Cintya sedikit marah.Dia memang sangat marah kepada Keyzan saat itu,karena sudah mempermainkan perasaan sahabatnya.
"Jangan gitulah,aku yakin Keyzan nggak bermaksud mempermainkan perasaan Sheryl.Alu berani bersumpah kalau Keyzan jatuh cinta sama Sheryl." Romeo sangat mengenal Keyzan.Dia tahu seperti apa Keyzan ketika jatuh cinta pada seorang wanita.
Romeo juga yakin anak yang dikandung Lusi bukanlah anak Keyzan.Kalaupun benar itu anak Keyzan,pasti Keyzan akan menerimanya dengan senang hati.Tapi karena Keyzan yakin itu bukan miliknya,jadi Keyzan bersikeras tidak mau mengakui anak itu.
"Dan lagi aku yakin itu bukan anaknya Keyzan." sambung Romeo membuat Cintya sedikit terbelalak.Tapi sesaat kemudian dia tersenyum sinis.
Mentang-mentang Keyzan adalah temannya,jadi Romeo bisa menutup mata atas perbuatan Keyzan yang memalukan.
"Semua lelaki emang seperti itu.Habis manis sepah dibuang." alasan Cintya berkata dengan masam ialah karena dia teringat akan Jaka.Beberapa hari lalu Jaka sudah resmi menjadi suami orang lain.Tapi seminggu yang lalu,Jaka masih mengejar dia supaya mau menerima Jaka setelah anaknya lahir.
Mungkin seperti itu yang Keyzan ingin lakuin ke Sheryl.Dia ingin Sheryl kembali setelah anak yang dikandung oleh wanita lain lahir.Keyzan juga ingin Sheryl menerima anak itu juga menerima dia kembali.
Sementara Romeo terdiam,dia tahu hati Cintya masih terluka karena pernikahan Jaka.Romeo tidak mau terus membuat Cintya semakin teringat pada Jaka yang telah menyakitinya.
"Aku minta maaf.Jangan sedih lagi!" ucapnya menyentuh lembut puncak kepala Cintya.Tak tahu kenapa Cintya merasa senang saat Romeo menyentuh kepalanya.Bahkan dia merasa gugup karena itu.
"Aku balik ke ruangan aku dulu,jangan sedih lagi!" pamit Romeo berbalik badan dan melangkah dengan pasti.Tapi sesaat kemudian dia berbalik menghadap Cintya lagi.
__ADS_1
"Kalau tahu kabar tentang Sheryl kabarin aku ya?" ucapnya lagi.Cintya tidak mau menjawab atau berjanji tapi hanya menganggukan kepalanya pelan.
Romeo berjalan ke ruangannya dengan dingin.Dia bahkan sempat mendengar beberapa karyawan di kantor memggosipkan dia dengan Cintya,karena kedekatan mereka.Akan tetapi Romeo tidak tertarik untuk menanggapi gosip itu.Dia hanya tersenyum kecil sambil berjalan menuju ruangannya.
Tapi ternyata dia tidak kembali ke ruangan,dia berbelok dan menuju ruangan CEO dimana itu adalah ruangan Keyzan.Romeo tidak mengetuk pintu karena dia sudah bertemu dengan Levin di depan ruangan itu.Dan Levin mengatakan kalau Keyzan juga memerintahkan dia memanggil Romeo.
"Kebetulan pak,pak Keyzan juga sedang mencari anda." ucap Levin yang hanya disambut dengan senyuman dan juga anggukan kepala.
"Kenapa bro?" tanya Romeo tanpa basa basi.
"Gimana udah dapat kabar dimana Sheryl belum?" dengan wajah murung Keyzan bertanya sambil menatap pemandangan sekitar gedung kantornya.
"Belum." mendengar jawaban Romeo,Keyzan hanya bisa menghela nafas panjangnya.
"Tapi lo tenang aja,gue pasti bisa kok bujuk Cintya supaya mau ngomong dimana Sheryl." lanjut Romeo tidak mau menyerah untuk membantu Keyzan.
"Kenapa saat gue sudah membuka hati gue,tapi lagi-lagi orang yang gue cinta selalu ninggalin gue seperti ini." Romeo merasa kasihan mendengar keluhan Keyzan yang begitu menyakitkan.
"Tapi gimana caranya?"
"Kita test DNA aja,katanya bisa kok test DNA sebelum anak itu lahir.Jaman sekarang kan serba canggih." Keyzan terperanjat mendengar jawaban Romeo,kenapa dia nggak kepikiran dari awal.
"Tapi apa gue tega hancurin mimpi orang tua gue yang bahagia banget waktu tahu gue mau punya anak?" Keyzan kembali ragu,dia memikirkan perasaan kedua orang tuanya.
"Terus lo tega gitu lihat orang tua lo tertipu? lo yakinkan itu bukan hasil lo?" Romeo kembali meyakinkan Keyzan.
"Gue yakin,yakin banget malahan." jawab Keyzan dengan yakin.
"Besok kita atur test itu,tenang gue punya saudara yang bisa bantuin lo kok."
__ADS_1
****
Sementara seminggu menjadi sekretaris Rakha,Sheryl sudah mulai terbiasa.Rakha juga sering mengajak Sheryl bertemu dengan klien-kliennya.
Meskipun begitu Sheryl juga masih suka teringat kepada Keyzan.Apalagi saat dia sedang sendirian,dia akan selalu teringat lelaki yang mungkin saat ini sudah menempati hatinya.
"Sher,nanti siang kita akan meeting di perusahaan VK,kita harus semangat supaya perusahaan itu mau kerja sama dengan perusahaan kita.Karena nanti saingan perusahaan kita berat-berat." Rakha mengingatkan Sheryl supaya mempersiapkan dokumen yang akan digunakan juga mempersiapkan mental.
Itu pertama kalinya Sheryl akan melakukan presentasi di depan perusahaan lain.Sebuah kehormatan juga sebuah tantangan untuk Sheryl pribadi.
"Baik pak." jawab Sheryl yakin meskipun terlihat sedikit gugup.
Sejam kemudian Rakha bersama Sheryl tiba di perusahaan VK.Kerja sama itu bernilai milyaran jadi Rakha mengingatkan Sheryl supaya fokus.
"Tenang jangan gugup!" Rakha meraih tangan Sheryl yang sedikit gemetar.
"Kalau kita gagal-"
"Apapun hasilnya yang penting kita sudah berusaha." Meskipun proyek itu besar tapi Rakha tidak mau menekan Sheryl harus mendapatkannya.
"Ada aku,jangan gugup!" Rakha kembali menenangkan Sheryl yang duduk disebelahnya.Alasan Sheryl gugup ialah karena pesaing mereka adalah perusahaan kelas atas semua.
Tok tok tok
"Maaf saya terlambat." Sheryl membulatkan matanya mendengar suara pria yang sudah tidak asing lagi bagi dia.
Sepasang mata menatap wanita yang sudah lama dia rindukan.Pria bernama Keyzan itu juga terkejut melihat Sheryl ada di dalam ruang meeting itu.Terlebih kaget saat tidak sengaja matanya menyapu pemandangan yang tidak ingin dia lihat.
Dengan matanya dia melihat tangan Rakha sedang menggenggam tangan Sheryl.Bagaikan seribu panah menembus ke dadanya.Dia berhari-hati tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan wanita itu.Tapi dengan matanya sendiri dia melihat wanita itu berpegangan tangan dengan lelaki lain.
__ADS_1
Rasa kecewa,sedih,marah semua campur menjadi satu.Kalau saja proyek itu bukan proyek besar,Keyzan pasti sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya untuk memukul lelaki yang sudah berani menyentuh wanitanya.Dan juga tidak sabar untuk merobek wanita yang dia rindukan itu.