I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
11


__ADS_3

"Sher,lo nyadar nggak sih kalau pak Keyzan kayaknya suka sama lo?" ucap Cintya sambil masih mengejar Sheryl yang terlihat kesal.Rapi setelah mendengarkan ucapan Cintya seketika Sheryl menghentikan langkahnya.Dan karena tidak tahu Sheryl akan berhenti secara mendadak.Akhirnya,Cintya tidak sengaja menabrak Sheryl sampai terjatuh.


"Aw,akh.Cintya!!" seru Sheryl sewot karena menyebabkan dia terjatuh.Tapi bukannya langsung menolong eh si Cintya malah terbahak.


"Kamu nggak apa-apa kan?" tiba-tiba ada sebuah tangan yang terjulur dan bermaksud menolong Sheryl.


"Eh," Sheryl pun mendongakan kepala dan mendapati seorang lelaki berpakaian rapi dan memakai jas mengulurkan tangan kepadanya.Sheryl pun menyambut tangan lelaki itu kemudian berdiri.


"Terima kasih pak," ucapnya dengan sopan.


"Iya.Oh ya kenalin aku Rakha." ucap lelaki bertubuh tinggi besar itu kembali menjulurkan tangannya.


"Aku Sheryl dan ini teman aku Cintya." mereka lalu berkenalan.Setelah itu Sheryl dan Cintya kembali berjalan bersama.Sheryl sengaja tidak balik ke ruangan Keyzan akan tetapi memilih ke meja kerja Cintya.


Meskipun di tempat itu banyak orang yang menggosipkan dirinya.Tapi Sheryl tidak peduli,toh bukan dia yang ingin menjadi assisten melainkan bos mereka sendiri yang memaksanya.Sheryl juga menyadari kalau teman-temannya yang lain itu hanya iri.


"Eh Sheryl,tumben main kesini? Aku kira kamu udah nggak mau kesini lagi karena udah nyaman duduk di samping pak presdir." sindir salah seorang teman di divisi itu.Tempat dimana pertama kali Sheryl di tempatkan sebelum akhirnya dia dipindah menjadi assisten pribadi.


"Iya,aku kesini kangen sama Cintya." jawab Sheryl santai.


"Eh Sher,kamu cari pel*t dimana sih kok sampai bikin pak presdir kepincut jadiin kamu assisten pribadi? Bagi-bagi info dong!" ucap salah seorang teman yang lain.


Sheryl kaget dengan pertanyaan itu.


Pel*t?


Apakah aku serendah itu?


Akan tetapi Sheryl yang tidak mau menanggapi serius ucapan teman-temannya hanya memutar bola matanya.


"Kalian ngomong apa sih? Jangan suka ngomong ngaco!" Cintya yang justru marah mendengar sahabatnya di fitnah.


"Udahlah nggak usah dianggep serius ucapan mereka!Mereka cuma iri kan ya sama aku?" ucap Sheryl bertanya tanpa basa basi ke teman-temannya yang punya pikiran kotor ke dia.


"Ih ya nggaklah,ngapain juga iri." elak mereka dengan bergidik.

__ADS_1


"Alah iri juga nggak apa-apa.Mau aku kasih tahu nggak rahasia aku bisa jadi assisten pribadi pak presdir?" Sheryl mulai terpancing untuk menanggapi keusilan teman-temannya.


"Ah palingan kamu cari pel*t."


"Ya ampun,ini udah jaman kapan woi,udah nggak ada tuh yang namanya pel*t atau apalah."


"Terus apa rahasianya?" teman-temannya semakin penasaran.Pasalnya selama ini presdir mereka tidak mau mempekerjaan wanita di sampingnya.Bahkan sekretarispun dia memilih seorang pria.


"Rahasianya.Dengerin baik-baik ya! Rahasianya tuh,kalian harus buang tuh pikiran negatif kalian,pikiran liar kalian,jangan melulu iri dengan hidup orang lain!" ucap Sheryl telak.Itu sama artinya dengan Sheryl berkata kalau dia memang lebih pantas daripada mereka semua.


Bukannya Sheryl sombong tapi itu memang adalah sebuah fakta.Keyzan lebih suka wanita yang apa adanya seperti Sheryl daripada wanita yang berpura-pura baik di depannya.Juga tidak suka dengan wanita yang selalu berpikiran negatif ke sesama karyawan tapi soal pekerjaan dia nol besar.Jadi dia hanya akan nyaman di posisi itu aja tanpa mau berusaha menjadi lebih baik lagi.


"Gue balik dulu ya Cin?" pamitnya ke Cintya sebelum teman-temannya yang lain pada marah karena ucapannya.Sheryl bukannya takut tapi dia cuma males aja ribut sama orang-orang seperti itu.


"Pak Keyzan kemana?" tanya Levin yang sudah menunggu di meja kerjanya yang ada di depan ruangan presdir.


"Tadi sih ada di kafetaria bawah,mungkin masih makan disana." jawab Sheryl yang memang tidak tahu persis kemana bosnya sekarang.


"Oh ya udah,kamu siapin berkas buat meeting siang ini.Perwakilan dari perusahaan lain udah datang dan sedang menunggu di ruang rapat sekarang.Kalau udah langsung ke ruang meeting aja!" perintah Levin dan langsung dikerjakan dengan patuh oleh Sheryl.


"Kalian udah saling kenal?" tanya Keyzan sedikit masam.


"Baru aja kenal tadi,assisten kamu lucu juga ya orangnya,cantik lagi." puji Rakha yang jelas membuat Keyzan sedikit emosi.


Tapi karena profesionalnya Keyzan mampu menahan amarahnya sampai akhir rapat dan mereka akhirnya memutuskan untuk bekerja sama.Setelah itu Rakha berpamitan dan memberikan kartu namanya ke Sheryl.


"Ini nomer pribadi aku,kamu simpan ya!" ucapnya menunjuk sebuah nomer yang biasa dia gunakan secara pribadi.Sheryl tak menjawab hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Sementara di sampingnya terlihat Keyzan yang hampir tidak bisa menahan amarahnya.Dan begitu Rakha meninggalkan tempat.Dengan kasar Keyzan menarik tangan Sheryl,membawanya ke ruangannya.


"Pak kamu menyakiti aku!" erang Sheryl.Tanpa menjawab Keyzan mengendorkan genggaman tanganya.


"Bapak kenapa sih?" tanya Sheryl tak tahu apa yang sedang merasuki bosnya.


Begitu masuk ke ruangannya Keyzan mengunci pintu ruangan itu.Dan menelepon Levin supaya tidak mengganggunya dulu.

__ADS_1


"Bapak kenapa?" tanya Sheryl lagi dengan nada sedikit naik.Dia panik ketika pintu ruangan di kunci.Apalagi di dalam hanya ada mereka berdua.


"Sejak kapan kamu kenal Rakha?" tanya Keyzan menatap tajam ke Sheryl yang terhimpit ke pintu masuk.Keyzan menatapnya dengan tajam dan tangan yang satunya menahan tangan Sheryl supaya Sheryl tidak kabur.


Dekat,terlalu dekat jarak antara mereka membuat Sheryl sulit untuk bernafas.Jantungnya juga berdegup dengan sangat kencang.Dia juga bisa mendengar detak jantung Keyzan karena mungkin saking dekatnya.


"Jawab,sejak kapan kalian kenal?" Keyzan mengulangi pertanyaannya.


"Baru tadi siang."


"Baru tadi siang tapi sudah begitu akrab? Jujur,sejak kapan?"


Sheryl menatap Keyzan yang masih marah kepadanya.Sheryl berusaha untuk mendorong Keyzan dan melepaskan diri tapi Keyzan semakin mempererat genggamannya.


"Lepasin aku pak! Bapak menyakiti aku." ucap Sheryl dengan kasihan.Dia tidak tahu apa yang membuat Keyzan begitu sangat marah.


Karena dia kenal Rakha?


Karena cemburu?


Jelas tak mungkin.Sheryl selalu menganggap ucapan Keyzan hanyalah sebuah candaan.Dia tidak serius menanggapi ucapan Keyzan yang ingin menjadikannya pacar.


Menurut Sheryl,Keyzan hanya main-main dn hanya ingin menggodanya.Jadi jelas tidak mungkin Keyzan marah hanya karena Sheryl yang ngobrol dengan Rakha.


"Aku baru aja kenal sama pak Rakha tadi siang."


"Jangan sebut nama Rakha dengan sangat mesra!" bentak Keyzan konyol.


Rakha?


Mesra?


Apanya yang mesra coba?


"Kamu sebaiknya mempertimbangkan tawaranku tadi pagi.Pertimbangkan untuk menjadi pacar aku! Kamu tidak di perbolehkan memikirkan lelaki lain!" ucap Keyzan dengan otoriter.

__ADS_1


"Ih maksa."


__ADS_2