I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
23


__ADS_3

Lusi berusaha mengikuti Keyzan yang menarik tangan Sheryl.Tapi ternyata setelah sampai parkiran,dia tidak melihat mobil Keyzan berada di parkiran.Dia yakin,dia ditinggal oleh Keyzan.


Dengan marah Lusi menghentakan kakinya.Ketika dia menoleh dia melihat Rakha yang berjalan menuju mobilnya.Lusi meminta supaya Rakha mau memberinya tumpangan.Tapi Rakha yang tidak terlalu dekat dengan Lusi dari jaman kuliah,menolak.


"Maaf,aku masih ada kerjaan." Rakha beralasan.Jadinya Lusi semakin kesal.


Dia sudah susah payah mengajak Keyzan makan siang tapi ternyata dia ditinggalin demi wanita yang hanya karyawannya saja.Semakin bencilah Lusi terhadap Sheryl.Lusi juga menyadari satu hal,kalau Keyzan sudah jatuh cinta kepada Sheryl.


****


Di mobil Keyzan keheningan terjadi beberapa lama.Keyzan tidak berbicara sepatah katapun tapi raut wajahnya mengisyaratkan kalau dia sedang marah.Begitu juga Sheryl dia terlalu takut untuk berkata,dia tidak mau kejadian kemarin di dalam mobil terulang lagi.


"Kamu semakin berani ya bohongin aku." ucap Keyzan menahan amarahnya.


"Kamu juga bohongin aku,jadi kita impas dong." jawab Sheryl sedikit gemetar.


Keyzan seketika menoleh menatap kedinginan dari wanita itu.Meskipun begitu dingin tapi Keyzan dapat melihat bahwa wanita itu gemetaran.Terlihat tangannya yang dia remas-remas sendiri untuk mengurangi rasa takutnya.


"Sejak kapan kamu berhubungan dengan Rakha? bukankah aku sudah suruh kamu untuk membuang name card dia?" tanya Keyzan masih berusaha menekan amarahnya.


"Baru kemarin sore,itupun pak Rakha yang menghubungi aku,ngajak makan siang." jawab Sheryl dengan jujur.


"Terus kamu mau? terus kenapa kamu harus berbohong? yang katanya keluar sama Cintya?" Keyzan masih belum terima dia dibohongin.


"Kalau aku jujur pergi sama pak Rakha apa bapak akan ngizinin?"


"Nggak akan!"


"Makanya,aku memilih untuk berbohong."


Keyzan yang semula ingin meledak amarah tapi begitu melihat wanita itu bersedih dan ketakutan membuat Keyzan melunak.Keyzan menggenggam tangan Sheryl supaya dia tenang.Juga mengkonfirmasi bahwa dia tidak marah.

__ADS_1


"Aku akan maafin kamu kali ini.Tapi aku harap nggak ada lain kali.Kemana pun kamu pergi,kamu harus izin sama aku dan jangan bohong!" ucap Keyzan mulai bisa mengendalikan amarahnya.


Sheryl tanpa berkata hanya menganggukan kepalanya.Dia merasa sangat lega,akhirnya Keyzan tidak melampiaskan kemarahannya seperti kemarin.Karena Sheryl benar-benar takut Keyzan akan nekad.


"Juga jangan panggil nama Rakha dengan mesra,aku nggak suka." Keyzan mulai bertingkah kekanakan.


"Pak,bapak kan juga belum bisa ninggalin pacar bapak,kenapa kita nggak urus aja kehidupan masing-masing? aku juga butuh temen pak,butuh sosialisasi dengan orang lain juga." Sheryl sudah mulai berani mengemukan pendapatnya.


"Toh juga mereka nggak tahu tentang hubungan kita."


"Apa itu artinya kamu mulai tertarik dengan Rakha?" Keyzan mulai cemburu lagi.


Hadeh,kenapa nih orang cemburu mulu sih?


Dia aja bebas kesana kemari dengan wanita lain,juga tidak berani mengakui hubungan kita di depan orang,untuk apa cemburu segala?


"Bukan seperti itu.Meskipun pak Rakha menarik tapi aku nggak semudah itu tertarik sama orang yang baru aku kenal."


"Hah,terserah bapak ajalah." Sheryl tidak mau lagi membahas apapun dengan Keyzan.Dia lebih memilih untuk diam.Sheryl cuma nggak habis pikir aja kalau ada orang yang seegois itu.


Setelah melihat Sheryl hanya diam dengan wajh ditekuk.Keyzan mulai berkata,dia menjelaskan kenapa dia bisa pergi dengan Lusi tadi.


"Itu semua nggak seperti yang kamu pikir.Aku pergi dengan Lusi supaya dia nggak bikin keributan mulu di rumah sakit,mami,papa sama Keyra nggak suka melihat dia.Jadi aku ajak aja dia keluar untuk makan siang." Keyzan menjelaskan.


Jujur saja Sheryl merasa tersentuh dengan penjelasaan Keyzan.Dia tidak mau tahu kenapa Keyzan dan Lusi bisa pergi bersama.Tapi ternyata Keyzan menjelaskan semua supaya dia tidak salah paham.


"Jadi jangan marah oke?" ucap Keyzan menyentuh pipi Sheryl dengan lembut.Membuat Sheryl menjadi tersipu.


****


Disisi lain,Jaka dan Cintya ketemu di taman dekat kantor mereka juga dekat dengan tempat tinggal Sheryl dulu.Mungkin pertemuan itu adalah pertemuan mereka yang terakhir.Meskipun mereka tetap akan satu kantor tapi pasti akan berbeda.

__ADS_1


"Gue minta maaf ya?" kata itu yang selalu Jaka ucapin setiap kali ketemu sama Cintya.


"Jangan ngomong itu terus,itu hanya akan semakin membuat aku sakit." ucap Cintya berusaha tegar di depan Jaka.


"Lo bakal hadir nggak waktu nikahan gue?" tanya Jaka berharap Cintya tidak hadir karena dia tidak akan tega melihat Cintya sedih,juga takut keyakinannya akan goyah.


"Lo nggak mau gue dateng?"


"Gue nggak mau lihat lo sedih."


"Itu semua memang sulit buat gue,tapi gue bakal berusaha move on kok.Kita masih bisa berteman juga kan." ucap Cintya masih terlihat tegar meskipun dalam hatinya hancur.


"Gue tanya sekali lagi,lo masih mau nggak balik sama gue setelah anak gue lahir?" tanya Jaka yang membuat Cintya semakin nggak kuat.Cintya berusaha tidak menatap Jaka.


"Maaf Jack,jawaban gue tetap sama.Gue nggak mau jadi pelakor,gue nggak mau bahagia diatas derita wanita lain." Cintya menahan air mata yang hampir pecah.


"Gue cuma mau kembaliin ini." Cintya memberikan sebuah kalung berbentuk pecahan hati.Kalung itu Jaka berikan sebelum kesalahpahaman itu terjadi.


"Lo simpan aja sebagai kenang-kenangan!" Jaka menolak,kalung itu adalah bukti bahwa dia pernah jatuh cinta dengan wanita bernama Cintya.Dan perasaan itu masih ada sampai sekarang.Sekalipun dia akan menikahi wanita lain tapi mungkin perasaan itu akan selalu tersimpan indah dalam hatinya.


"Maaf,gue nggak bisa lagi nyimpen ini.Gue mau move on,dan gue harap lo selalu bahagia." ucap Cintya lalu pergi meninggalkan Jaka.Cintya sudah tidak kuat menahan air matanya yang sudah memenuhi sudut matanya.


Begitu dia berjalan agak jauh dan sudah tidak terlihat lagi oleh Jaka,barulah dia menangis dengan sangat menyedihkan.Air mata yang tertahan beberapa lama akhirnya tumpah.Dengan memegangi dadanya Cintya berusaha kuat menahan sesaknya dada.


Apa yang belum dia mulai tapi sudah harus berakhir.Mungkin rasa sakit itu jauh melebihi dari rasa sakit karena dikhianati.


"Ah......." Cintya mencoba mengeluarkan amarah di dalam hatinya berharap dia akan kembali baik-baik saja.


Bahkan sampai hujan mulai turun pun,Cintya masih berlutut dengan menangis.Dia tidak peduli dengan cuaca yang mulai berubah.Hatinya terlalu sakit.


Tapi saat dia kembali berteriak untuk mengurangi beban dalam hatinya.Ada seseorang yang berdiri di sampingnya dengan membawa payung.

__ADS_1


"Berteriaklah! keluarkan semua beban dalam hati kamu,setelah itu bangkitlah,jalani semua dengan semangat dan harapan baru,karena perjalanan hidup kamu masih panjang." ucap seorang lelaki yang berdiri tepat disampingnya juga melindungi dia dari air hujan.


__ADS_2