
"Katanya lo juga mau curhat?" tanya Cintya penasaran.Jarang-jarang Sheryl galau sampai curhat segala.Biasanya kalau dia curhat itu masalah pekerjaan kalau nggak masalah keluarga,atau cerita tentang cowok yang naksir dia.
"Gue mulai darimana ya?" Sheryl bingung.
"Kenapa sih?"
"Gue sebenarnya udah jadian sama pak Keyzan." ucqp Sheryl dengan hati-hati.
"Ha? lo jadian sama pak Keyzan?" Cintya tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.
Sheryl menganggukan kepalanya,lalu menjelaskan kenap dia dan Keyzan bisa jadian.Dan juga tidak lupa bercerita tentang adanya surat perjanjian diantara hubungannya dengan Keyzan.
"Lo suka sama pak Keyzan?"
"Gue nggak berani,lo tahu sendiri gue apa pak Keyzan apa.Gue nggak mau menganggap tinggi diri gue." jawab Sheryl jelas terlihat sedih.
"Sher,lo berhak kok buat suka sama orang,cinta itu kan urusan hati,juga cinta kan nggak bisa diatur." Cintya mencoba memberi semangat untuk Sheryl.
"Entahlah Cin,gue nggak mau terlalu berharap,lo juga tahu pak Keyzan itu kan playboy." Sheryl masih memiliki keraguan kepada Keyzan.
"Iya juga sih.Tapi gue harap lo nggak ngebohongin perasaan lo sendiri,karena rasanya sakit banget Sher," Cintya berkata dengan lesu.Dia tahu betul sakitnya membohongi perasaan sendiri.Sampai akhirnya dia kehilangan cinta dan juga orang yang dia cintai.
"Btw,gue baru lihat kali ini lo galau karena seorang cowok." goda Cintya membuat Sheryl malu.
"Lah gue kan juga manusia nj*r." omel Sheryl tapi sesaat kemudian dia tersenyum.
"Sebenarnya lo lebih beruntung sih Sher,pak Keyzan terang-terangan menyatakan sukanya,orang tuanya juga setuju kalau kalian ada hubungan,apa lagi sih yang lo khawatirin?" Sheryl tidak menjawab pertanyaan Cintya hanya menggelengkan kepalanya pelan.
Entah apa yang membuat Sheryl masih ragu sama Keyzan.Apa karena Keyzan yang seorang playboy,atau karena Lusi yang masih saja mendekati Keyzan.
Tapi memang rasa takut itu ada dalam hati Sheryl.Dia takut,dia hanya salah satu dari korbannya Keyzan.
Akan tetapi apa yang bisa dia lakukan?
Hanya mengikuti alur saja,karena masih ada perjanjian diantara mereka.
"Lama banget.." omel seseorang yang baru aja tiba di kafe itu bersama seorang lelaki yang Sheryl dan Cintya kenal.
"Maaf pak,keasyikan ngobrol jadi lupa waktu." Cintya tersenyum sungkan.
Keyzan dan juga Romeo akhirnya ikut gabung dengan kedua wanita itu.Keyzan tidak mau membiarkan kekasihnya digangguin sama orang lain saat dia tk ada disisi Sheryl.
__ADS_1
"Ngomongin apa sih?" tanya Keyzan lagi.
"Ya ada deh,itu rahasia dong." jawab Sheryl tidak mau Keyzan tahu kalau dia membicarakan tentang Keyzan.
"Ngomongin cowok pasti." tebak Keyzan dengan manyun.
"Iya pastilah,masa iya cewek ngomongin cewek,itu ghibah namanya."
"Ngomongin cowok juga ghibah namanya." sahut Romeo.
Romeo yang melihat betapa perhatiannya Keyzan ke Sheryl menjadi curiga kalau mereka berdua sudah saling suka.Romeo lalu berinisiatif untuk mencari tahu dengan cara memprovokasi Keyzan.
"Sher,kamu udah punya cowok belum?" tanya Romeo.
"Kenapa pak emangnya? Bapak mau jadi pacar aku?" ucap Sheryl asal tapi itu jelas memprovokasi kemarahan Keyzan.
Seketika Keyzan menatap tajam ke arah Sheryl yang merasa tidak bersalah.Apa maksudnya coba nih cewek,batin Keyzan dengan marah.
"Kalau kamu mau sih,aku yes." jawab Romeo sembari menatap Sheryl.Itu semakin membuat Keyzan kepanasan karena cemburu.
"Ngomong sekali lagi gue hajar lo!" ancam Keyzan memukul kepala Romeo.
"Kenapa sih Key?" protes Romeo sambil mengelus kepalanya yang sakit karena pukulan Keyzan.
Ah,bodo amatlah yang penting Sheryl terhindar dari playboy satu ini.
Lah sendirinya nggak nyadar kalau dia juga seorang playboy.
"Cewek lo? serius kalian udah jadian?" Romeo menjadi semakin heboh.Sementara Sheryl tidak menjawab malah menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
"Hmm." Keyzan juga hanya bersenandung.
"Terus Lusi?"
"Dah putus."
"Terus kalau Reny sama Siska?" Romeo tak sadar kalau ada mata yang seketika menatapnya dengan tajam.Ya,itu mata Keyzan.
Keyzan tidak berharap Romeo akan menjadi lemes seperti ini.Apalagi saat Sheryl menatapnya juga dengan tajam.Keyzan yakin Sheryl pasti akan salah paham lagi.
"Ups,sorry bro.." Romeo cengar cengir nggak jelas.
__ADS_1
Ada rasa tidak enak di dalam hati Sheryl.Dia ingat betul perkataan Keyzan yang akan memutuskan semua pacarnya jika dia menerimanya jadi pacar.Tapi ternyata playboy tetap saja playboy.
"Balik yuk Cin!" Sheryl berdiri dan menarik tangan Cintya.
"Mau balik kemana?" tanya Keyzan menahan tangan Sheryl.
"Apartemen." jawab Sheryl singkat.Keyzan menyadari kalau Sheryl marah karena perkataan Romeo barusan.
"Nggak mau nemenin Keyra?" Keyzan tahu betul apa yang membuat Sheryl akan tetap tinggal.
Dan benar saja,Sheryl memutuskan untuk tetap tinggal di rumah sakit.Dia masih sangat khawatir dengan keadaan Keyra.Meskipun sudah ada kakak dan kedua orang tuanya.Tapi Keyzan berkata kalau Keyra selalu ingin ditemenin Sheryl.
"Jadi gimana,pulang nggak nih?" tanya Cintya yang sudah bersiap akan pulang.
"Nggak jadi,aku disini aja nemenin Keyra." jawab Sheryl cengar cengir sementara Cintya memutar bola matanya.
"Lo anterin Cintya pulang!" perintah Keyzan kepada Romeo.
"Nggak usah pak,aku bawa motor kok." Cintya menolak karena merasa canggung.Mereka tidak sedekat itu sebelumnya.
"Udah ayo,nanti aku ikutin kamu dari belakang." Romeo menarik tangan Cintya dan meninggalkan Sheryl dan Keyzan yang masih di kafe itu.
Tak lama kemudian Sheryl juga meninggalkan kafe itu dengan diikuti oleh Keyzan di belakang.Sesekali Keyzan menggandeng tangan Sheryl tapi selalu ditarik lagi oleh Sheryl.Bahkan Sheryl juga tidak berkata sepatah kata pun sampai di depan bangsal.
"Kamu kenapa sih?" tanya Keyzan dengan geli.Dia menyadari kalau Sheryl sedang cemburu.Tapi Sheryl masih aja terdiam tidak mau menjawab pertanyaan Keyzan.
"Hey,kamu kenapa?" Keyzan meraih kedua pipi Sheryl lalu menatapnya dengan hangat.Tapi sekali lagi Sheryl tidak menjawab hanya menolehkan kepalanya menghindari tatapan Keyzan.
Tapi Keyzan karena saking gemasnya dia menggigit pelan pipi Sheryl.Membuat Sheryl kesakitan."Keyzan ah," keluh Sheryl dengan suara manja.
"Kamu kenapa? cemburu?" tanya Keyzan lagi.
"Kamu nggak usah dengerin apa kata Romeo,kamu cukup dengerin hati aku aja.Aku kan udah janji sama kamu kalau kamu nerima aku,aku bakal putusin semua pacar aku demi kamu." karena Sheryl yang masih belum mau ngomong akhirnya Keyzan menjelaskan supaya Sheryl tidak terus-terusan salah paham.
Mendengar penjelasan Keyzan,membuat hati Sheryl kembali berbunga.Dia menatap Keyzan yang tepat berada disampingnya,juga sedang menatapnya.
"Kenapa kamu mau lakuin itu?" tanya Sheryl.
"Karena aku cinta sama kamu." jawab Keyzan.
"Dulu kamu pasti juga cinta sama Lusi,tapi kenapa kamu masih aja punya pacar lain?"
__ADS_1
"Karena kamu berbeda,kamu special tanpa telur." jawab Keyzan sedikit bercanda.
Keyzan sedikit tertawa kemudian memeluk Sheryl dengan hangat."Aku bercanda,karena aku mau serius sama kamu." ucapnya mencium puncak kepala Sheryl.Jujur,Sheryl merasakan kenyamanan yang belum pernah dia rasakan.Sheryl tersenyum lalu membalas pelukan Keyzan.Sehingga mereka sal8ng berpelukan dengan mesra.