I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
17


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar dari Keyzan,orang tua Keyzan segera menuju rumah sakit.Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak bungsunya.Dengan tergesa-gesa kedua orang tua Keyzan berkari kecil menuju ruangan dimana Keyra terbaring,dengan mengikuti petunjuk dari Levin.


"Sher," sapa maminya Keyzan dengan air mata yang sudah berderai dipipinya.


"Tante,pak Keyzan masih didalam.Tunggu pak Keyzan dulu,kata dokter harus gantian masuknya." jelas Sheryl sambil merangkul maminya yang gemetaran.


"Apa kata dokter?" tanya papanya Keyzan.


"Anu om,katanya Keyra telat kemo jadi tubuhnya tidak kuat nahan, terus dia pingsan." Ada rasa bersalah dari diri Sheryl.Seandainya dia tahu dari awal tentang penyakit Keyra.


Tak begitu lama Keyzan keluar dari ruangan dimana adiknya dirawat.Keyzan memeluk mami dan papanya,sambil meminta maaf.Keyzan merasa gagal menjadi kakak,dia merasa semua ini adalah kesalahannya.


"Bukan salah kamu nak.Adik kamu yang sedikit keras kepala." ucap maminya membesarkan hati Keyzan.


"Mami mau lihat adik kamu." ucap maminya setelah kemudian memakai baju yang sudah disiapkan oleh perawat sesuai dengan prosedur.


Begitu memasuki ruangan dimana ada anaknya yang terbaring air matanya kembali mengalir.Dia bisa memahami kenekadan anaknya untuk pergi dari rumah.Tapi dia tidak pernah menginginkan hal seperti ini.


Lima tahun yang lalu Keyra divonis menderita kanker darah.Selama lima tahun dia menjalani kemoterapy seminggu sekali.Keyra juga harus menjalani kehidupan yang beda dengan teman sebayanya.Dia harus melakukan apapun dirumah.Bahkan sekolah pun dia harus dirumah.Keyra sangat dekat dengan kakaknya.Hanya kakaknya yang mau membawanya keluar rumah meskipun hanya sebentar dan hanya sekedat jalan-jalan di taman.


Akan tetapi beberapa bulan terakhir Keyzan sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk pulang.Mungkin dari itu Keyra merasa sangat jenuh dan nekad kabur mencari kakaknya.Tapi siapa sangka kejadian naas menimpa dirinya.


"Maafin mami Ra.Mami nggak bisa jagain kamu,nggak bisa bahagiain kamu.Maafin mami ya?" suara mami Keyzan terdengar sangat memilukan.Dia mengungkan penyesalan juga kasih sayangnya dengan sesegukan.


Di luar,papanya Keyzan sangat berterima kasih kepada Sheryl yang sudah merawat anak perempuannya.Papa Keyzan baru aja tahu semuanya dari Keyzan.

__ADS_1


"Sama-sama om." ucap Sheryl rendah hati.Dia tidak mau membuat orang lain merasa berhutang budi kepada dirinya.Dia sendiri juga tidak tahu kalau Keyra adalah adiknya Keyzan.Dia menolong Keyra hanya menuruti kata hati nuraninya.


"Pak,aku mau ngomong empat mata sama bapak!" ajak Sheryl.Dan Keyzan menurut,dia mengajak Sheryl ngobrol di kafe depan rumah sakit.


Pertama Sheryl merasa gugup,dia tidak tahu harus mulai ngomong darimana.Tapi dia tidak mau terus-terusan menjalani hubungan yang ambigu.


"Kenapa,hmm?" Keyzan dengan sangat lembut meraih tangan Sheryl.Tentu saja itu membuat Sheryl semakin dilema.Saat menatap Keyzan yang begitu lembut dia tidak mau merusak suasana indah itu.


"Ada apa sih?" Keyzan masih dengan begitu lembut bertanya karena Sheryl masih saja terdiam setelah beberapa menit.


"Aku tadi dengar bapak bilang cinta sama aku,apa...itu..." Sheryl bertanya dengan ragu.


"Apa itu benar atau aku yang salah denger?" Sheryl bertanya dengan mantap.


"Itu benar,kamu nggak salah denger." Keyzan berkata sambil terus dan masih menatap Sheryl.Jujur,Sheryl merasa sangat senang tapi dia tidak mau tertipu dengan mulut manis Keyzan.


Dimata Sheryl,Keyzan tetap adalah seorang playboy.Adalah seorang lelaki yang otoriter,suka mainin cewek dan juga suka kencan dengan lebih dari satu wanita.


"Tapi maaf pak,aku nggak.Aku ngajak bapak karena aku ingin memutuskan hubungan kita." Jedarrrr bagai disambar petir di siang bolong.Wajah yang sedari tadi mengembangkan senyum berubah menjadi muram.


"Bapak harus tahu,alasan aku nerima bapak dan uang bapak,itu karena Keyra butuh banget uang itu supaya dia segera ditangani.Dan karena bapak adalah kakaknya Keyra jadi aku rasa,aku tidak berhutang apapun sama bapak." Sheryl berkata dengan yakin tapi dia tidak melihat jelas kemarahan diwajah Keyzan.


"Tapi aku nggak mau putus." ucap Keyzan dengan sedikit geram.


"Jadi setelah aku selamatin adiknya bapak,bapak masih ingin aku membayar hutang itu?" Sheryl sedikit murka.Dia tidak bermaksud untung itung-itungan tapi Keyzan sungguh sangat keterlaluan.

__ADS_1


"Jadi kamu nggak ikhlas nolongin adik aku?" Keyzan bertanya dengan sinis.


Mendengar pertanyaan Keyzan mata Sheryl membulat.Dia tidak habis pikir kalau Keyzan akan menuduhnya seperti itu.


Tidak ikhlas?


Mendengar dua kata itu membuat rasa sakit di dalam hati Sheryl.Seandainya dia tidak ikhlas,dia tidak akan mau menjual perasaannya,atau menjilat ludahnya sendiri untuk menerima Keyzan menjadi pacarnya.


"Terserah bapak mau nuduh aku nggak ikhlas atau apalah terserah.Yang penting mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun selain pekerjaan." Sheryl tidak mau lagi meneruskan hubungannya.Dari awal dia sudah tidak suka sama Keyzan.Meskipun hatinya sudah mulai tersentuh tapi dia tidak mau semakin dalam.Dia harus mengakhiri.


Brakkkk Keyzan menggebrak meja lalu menarik tangan Sheryl dan membawanya masuk ke dalam mobil.Keyzan mulai menggila dengan mencium bibir Sheryl dengan paksa.


"Um." Sheryl mencoba mendorong tapi tenaganya tidak bisa melawan Keyzan.Sheryl akhirnya pasrah,air mata mengalir dari matanya.Dia merasa malu pada dirinya sendirinya.


Mengetahui bahwa Sheryl menangis,Keyzan pun mulai melunak.Dia menatap,mengusap air mata Sheryl lalu mengecup kening Sheryl dengan lembut.Keyzan juga menarik Sheryl ke dalam pelukannya.


"Maafin aku." lirihnya.Ada penyesalan disana.Keyzan juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.Dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri sewaktu Sheryl memutuskan hubungan mereka.


"Aku nggak bisa kendaliin diri aku sendiri.Aku nggak mau putus.Jangan lagi ngomong putus ya? Kita selesaiin perjanjian kita,kalau saat itu kamu nggak cinta sama aku,aku janji aku bakal lepasin kamu." pinta Keyzan dengan lembut sembari mengelus rambut sebahu hitam milik Sheryl.


Sheryl yang masih gemetaran karena takut saat itu hanya menganggukan kepalanya pelan.Sesekali masih terdengar isak tangisnya.


"Jangan nangis lagi!" Keyzan mengecup kening Sheryl lagi dengan lembut dan lembut.


Keyzan sangat sadar bahwa dia sudah mulai jatuh cinta pada si penyelamat adiknya.Mungkin rasa itu sudah ada saat pertama mereka bertemu di taman malam itu.Saat itu Keyzan memang melihat ada yang beda dari diri Sheryl.Tidak seperti kebanyakan wanita lain yang manja juga selalu mengandalkan kecantikan untuk tujuan tertentu.

__ADS_1


__ADS_2