
Sementara di kota S,Cintya dan Romeo berkencan untuk pertama kalinya.Sebenarnya alasan mereka bertemu adalah merencanakan jebakan cinta untuk Sheryl dan Keyzan.Mereka berdua tahu kalau sahabat mereka sama-sama saling suka.Tapi Sheryl masih malu untuk mengakuinya.
"Kamu yakin kalau Sheryl suka sama Key?" tanya Romeo.
"Yakin banget pak,aku kan udah lama temenan sama Sheryl.Dia juga pernah bilang ke aku kalau dia suka sama pak Keyzan." jawab Cintya yakin.
"Kalau gitu kita harus buat jebakan supaya Sheryl mau mengakui cintanya." Romeo menerangkan strateginya kepada Cintya.Dan dimengerti oleh Cintya.
"Jadi sekarang aja nih kita mulai?"
"Lebih cepat lebih baik."
Setelah membahas rencana jebakan cinta,mereka berdua melanjutkan ke taman.Awalnya Cintya sedikit ragu mengiyakan tapi akhirnya dia setuju juga.
"Kamu tahu nggak kenapa setiap pasangan suka banget main ke taman?" tanya Romeo.
"Emang kenapa pak?"
"Aku juga nggak tahu,makanya aku nanya kamu."
"Apalagi aku pak,"
Gemerlapnya lampu taman menambah indahnya malam itu.Di bawah lampu indah itu sepasang muda dan mudi saling bergandengan tangan.Mereka seakan lupa kalau mereka bukanlah sepasang kekasih.Tapi keindahan malam membuat mereka terhanyut dalam keindahan.
"Maaf pak." ucap Cintya ketika sadar dia sedang berpegangan tangan dengan atasannya.
"Jangan panggil pak,panggil Romeo aja,atau kalau nggak panggil Romi aja!" suruh Romeo kepada Cintya.
"Tapi kan bapak atasan aku,nggak sopanlah kalau harus panggil nama aja."
"Atasan kan kalau di kantor.Kalau luar kita teman." sanggah Romeo.
Romeo mengajak Cintya untuk berkeliling.Tidak lupa mereka berdua juga bersua foto.Romeo yang jahil,mengirim foto itu ke Keyzan.Maksud Romeo adalah supaya Keyzan memberitahukan ke Sheryl.
"Aku kirim foto ini ke Key." ucap Romeo.
"Jangan pak,nanti Sheryl ngomel kalau tahu aku deket sama bapak."
Romeo seketika menoleh menatap Cintya."Kenapa kamu nggak boleh deket sama aku?" tanyanya bingung.
__ADS_1
"Katanya karena pak Romeo playboy." jawab Cintya tersenyum kecil.
"Ish,orang Key yang playboy,aku mah enggak." Romeo merasa tidak terima dengan tuduhan Sheryl.
Tapi tetiba moment itu rusak karena Jaka yang marah karena melihat Cintya bersama dengan lelaki lain.Jaka tidak tahu kalau lelaki yang bersama Cintya itu adalah Romeo,manager di kantornya.Karena kebetulan agak gelap jadi tidak terlihat wajah Romeo dengan jelas.
"Jadi karena dia,lo nggak mau lanjutin hubungan kita?!" ucap Jaka marah bahkan hampir memukul Romeo.
Seketika Cintya menoleh dan berteriak karena terkejut.Apalagi saat melihat ternyata lelaki yang marah itu adalah Jaka.
"Kamu apaan sih?" teriak Cintya mendorong Jaka menjauh dari Romeo.
Seketika Romeo juga menoleh dan mendapati Jaka yang sedang marah.Romeo dengan tersenyum santai menatap Jaka yang terlihat kaget melihat Romeo.
"Oh aku kirain siapa ternyata kamu? Ada masalah apa ya? bukannya kamu sudah mau menikah? Kenapa marah ketika Cintya bersama lelaki lain?" tanya Romeo dengan santai.
Dia tahu dari awal kalau lelaki yang sudah buat Cintya menangis ditengah hujan pada siang itu adalah Jaka.Tapi Romeo selalu bersikap biasa,karena dia tidak mau ikut campur urusan Cintya.
"Kamu hebat.Mangkanya kamu nggak mau balik sama aku,karena kamu sudah dapat lelaki kaya,bullshit semua ucapan kamu yang bilangnya kamu cinta sama aku.Omong kosong!" teriak Jaka mencengkeram lengan Cintya dengan kuat membuat Cintya kesakitan.
"Kalau kamu emang lelaki jangan berani sakiti wanita!" Romeo menepis tangan Jaka supaya melepaskan lengan Cintya.
"Saya harus ikut campur karena Cintya adalah pacar saya.Jadi apapun tentang dia saya harus ikut campur!" jawab Romeo asal.
Cintya menoleh menatap tajam ke arah Romeo.Dia tidak ingin sebenarnya Romoe berbohong seperti itu.Cintya tidak mau melibatkan Romeo dalam permasalahannya.
Sementara Jaka yang kecewa hanya mampu menatap tajam ke arah Cintya yang menundukan kepalanya.Jaka tidak menyangka bahwa Cintya akan secepat itu move on dari dirinya.
"Lo jahat." lirih Jaka dengan geram.
"Jahat? lo bilang gue jahat? lebih jahat mana gue atau lo yang katanya cinta sama gue tapi nikah dengan wanita lain? lo pikir hati gue nggak sakit gitu?" teriak Cintya dengan marah.
Cintya sudah benar-benar muak dengan perilaku otoriterJaka.Dia hamilin wanita lain dan menikahinya,dia juga ingin Cintya menunggunya cerai dari istrinya.
Dia pikir Cintya wanita seperti apa?
Apa dia pikir Cintya wanita yang bisa bahagia diatas derita wanita lain?
Egois.
__ADS_1
"Gue juga ingin bahagia dengan lelaki yang mampu menghargai gue." lanjut Cintya dan itu membuat Jaka terdiam tanpa berkata.Mungkin Jaka bisa rasain sakit hatinya Cintya.Tapi dia tidak bisa melepas Cintya bersama lelaki lain.
"Jangan egois.Kamu sama Cintya tidak ditakdirkan bersama." Romeo kembali berkata lalu berlari mengejar Cintya yang sudah duluan meninggalkan dirinya dan Jaka yang mematung.
****
Setelah puas berkeliling,Keyzan dan Sheryl kembali ke rumah orang tua Keyzan.Disana sudah ada kedua orang tua Keyzan juga Keyra yang menunggu mereka.
"Loh Keyra kok belum bobok?" tanya Sheryl saat melihat Keyra yang masih rebahan di ruang keluarga.
"Kakak dari mana? aku kirain kakak pulang." Keyra memeluk Sheryl yang berdiri di dekatnya.
"Kak Sheryl tadi diajakin sama kakak kamu keliling kota."
"Kak Sheryl jangan pulang!" rengek Keyra tidak mau ditinggal oleh Sheryl.
"Kak Sheryl kan harus kerja dek,tapi malam ini kak Sheryl nginep disini kok temenin kamu." Sheryl dengan menyentuh hidung Keyra menenangkan Keyra.
"Setelah punya kakak cewek,kak Keyzan udah nggak dibutuhin lagi nih." sindir Keyzan mendekati adiknya yang masih berpelukan dengan wanita yang dia cintai.
"Makanya kak Key harus segera nikahin kak Sheryl! agar Rara tambah sayang sama kak Key."
"Papa yes." sahut papanya Keyzan.
"Mami juga setuju." mami Keyzan tak mau kalah.
Sedangkan Keyzan dan Sheryl hanya tersenyum mendengar perjodohan mereka oleh keluarga Keyzan.Meskipun Sheryl masih belum mengakui cintanya ke Keyzan tapi Keyzan dan yang lain tahu dengan jelas kalau Sheryl suka dengan Keyzan.
Gimana nggak suka coba?
Keyzan aja memberi perhatian yang bikin Sheryl selalu meleleh.Sekuat apapun dia bertahan,hatinya pasti akan luluh dengan kelembutan Keyzan.Apalagi Keyzan sudah tidak lagi dekat dengan wanita lain.
"Kapan kamu siap aku lamar?" bisik Keyzan membuat wajah Sheryl memerah seketika.
"Jangan senyum! ntar aku nggak bisa berhenti menatap kamu." bisik Keyzan lagi semakin membuat Sheryl memerah.
Bener-bener dah nih cowok.Nggak bisa sehari aja nggak bikin tersipu,batin Sheryl.
Sheryl tanpa menjawab hanya mampu tersenyum dengan malu-malu.
__ADS_1