I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
44 END


__ADS_3

Sempat sama-sama terdiam akhirnya Vanka mulai membuka suara. Dia mengutarakan cintanya ke Keyzan tanpa basa basi kepada Sheryl. Terlihat dari raut wajahnya, sebenarnya Sheryl males mendengar kisah cinta Keyzan dengan Vanka. Bukan karena cemburu, mungkin itu juga salah satunya, tapi menurut dia itu tidak penting.


"Dulu kita sama-sama saling mencintai, dia orangnya nggak mau nyerah banget, dia berusaha banget buat dapatin aku," Vanka masih bernostalgia dengan masa lalunya.


"Dia orangnya juga baik banget,lembut juga kepada wanita yang dia cintai." Vanka semakin terlarut dengan masa lalunya, sementara Sheryl semakin bosan mendengarnya.


"Tapi sekarang dia sudah bukan milik aku lagi, dia sudah jatuh cinta sama orang lain, dan orang lain itu kamu." hanya ketika Vanka mengatakan bahwa Keyzan mencintai Sheryl, Sheryl terkejut dan hampir melompat dari tempat duduknya.


Dengan cepat Sheryl mengatur nafasnya, setelah kemudian dia bertanya:"maksud kamu?" tanyanya terbata-bata.


Vanka menoleh dan tersenyum melihat wajah serius Sheryl."Keyzan cinta sama kamu." katanya mengulangi ucapannya sebelumnya.


"Bukankah kalian balikan? dan akan nikah?" Sheryl masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.


Dan semakin bingung saat Vanka menertawakannya.


"Kenapa sih?" tanyanya bingung.


Vanka kemudian menceritakan alasannya kembali. Vanka berkata dia kembali karena diminta oleh Joe. Joe berkata, kalau Keyzan masih mencintainya, dan menyusun rencana untuk Lusi saat acara pertunangan itu. Menurut Joe, Keyzan menolak pertunangan itu karena masih belum bisa move on dari Vanka. Itu sebabnya Vanka mau kembali. Apalagi Vanka tahu bahwa rumor tentang Keyzan dulu itu hanyalah tipu daya Lusi.


"Aku kira dia beneran masih mencintai aku, tapi ternyata wanita yang dia cintai sekarang adalah kamu, Sheryl." jelas Vanka.


"Jadi malam itu?"


"Ya malam itu sebenarnya Keyzan ingin melamar kamu, tapi karena aku tiba-tiba muncul kamu jadi salah paham, maafin aku ya?!" Vanka meraih tangan Sheryl yang sudah gemetaran dari tadi.


"Kamu juga suka kan sama Keyzan?" tanya Vanka lagi.


"Aku.. aku.. ya aku suka sama pak Keyzan." jawab Sheryl berterus terang.


"Kalau kamu suka sama dia, aku minta kamu jangan pernah sakiti dia, kalau nggak aku bakal rebut dia dari kamu." ancam Vanka tapi dengan tersenyum.


Salut kepada Vanka yang dengan legowo menerima kenyataan bahwa Keyzan sudah mencintai wanita lain. Jika Vanka tidak memiliki hati yang besar, dia tidak akan mampu melakukan hal itu.

__ADS_1


"Keyzan dimana?" tanya Sheryl tergesa.


"Nggak tahu, dari siang dia pergi belum kembali, hapenya juga mati. Sejak dua hari lalu setelah tiba disini, dia selalu pergi entah kemana, dan pulang sangat larut." jelas Vanka lagi, dia juga khawatir dengan keadaan Keyzan yang semakin kacau.


Setelah berpikir sejenak, akhirnya Sheryl tahu dimana Keyzan sekarang. Dia lalu berpamitan untuk menemui Keyzan. Dia juga berpesan kepada Vanka, jika Keyra mencarinya.


"Kamu beneran tahu dimana Keyzan sekarang?" tanya Vanka ragu.


"Ya," jawab Sheryl menganggukan kepalanya dengan yakin.


Dengan menggunakan taxi, Sheryl bergegas menuju taman yang pernah dia kunjungi dengan Keyzan beberapa waktu lalu. Dia yakin Keyzan ada disana, karena waktu itu Keyzan berkata ketika dia sedih, dia selalu merenung ditempat itu.


Setibanya di taman, Sheryl berlarian mencari dimana Keyzan. Dan benar saja, dia melihat seorang pemuda yang sedang menyendiri di sebuah bangku di depan danau. Pemuda itu sepertinya sedang melamun.


Sheryl tersenyum lega karena pemuda itu adalah Keyzan, orang yang dia cari. Sheryl tiba-tiba duduk di samping pemuda yang terlihat menyedihkan. Benar kata Cintya, Keyzan kurusan dan juga terlihat kacau seperti orang depresi.


Merasa ada seseorang yang duduk disampingnya, seketika membuat Keyzan menoleh. Tapi betapa terkejutnya dia melihat siapa yang duduk di sebelahnya.


"Hai pak," sapa Sheryl dengan tersenyum. Bukannya menjawab sapaan Sheryl, Keyzan malah melongo. Beberapa kali dia mengedip-ngedipkan matanya untuk memastikan bahwa wanita itu adalah wanita yang dia tunggu.


Keyzan lagi dan lagi tidak menjawab, tapi malah menarik Sheryl dalam pelukannya. Cairan bening mengalir dari kedua mata Keyzan. Dia sangat merindukan Sheryl. Keyzan bahkan sampai menatap,mencium dan memeluk Sheryl lebih erat.


"Bapak kok menyendiri disini?" tanya Sheryl menatap Keyzan.


"Aku kangen kamu, jangan tinggalin aku lagi!" lirih Keyzan kembali memeluk Sheryl.


"Kenapa aku nggak boleh pergi? bapak kan mau nikah sama mbak Vanka." Sheryl sengaja mengatakan hal seperti itu, dia ingin mendengar jawaban langsung atau tepat ungkapan langsung dari mulut Keyzan.


"Aku cinta sama kamu, aku hanya akan menikah dengan kamu! hanya kamu, aku hanya akan menikah dengan kamu!" Keyzan berkata dengan yakin, dan masih belum melepaskan pelukannya.


Senyuman melebar dibibir tipis Sheryl. Sheryl memeluk balik Keyzan, membuat Keyzan tersenyum senang. Malam itu sangatlah indah, bintang gemerlapan menambah keindahan malam itu.


"Kamu kemana aja?" Keyzan bertanya sembari menatap Sheryl dengan penuh cinta.

__ADS_1


"Nggak kemana-mana, aku kan ada dihati bapak." Sheryl mencoba bercanda.


"Bapak kok kurusan?"


"Kamu pergi tanpa kabar, apa aku masih bisa menikmati makan?" Sheryl tersenyum menatap Keyzan.


Itu pertama kalinya Sheryl berani menatap mata Keyzan. Mata yang sangat jernih, mata yang begitu indah.


"Kan ada mbak Vanka yang bisa menjadi penyemangat?" sindir Sheryl masih menatap mata Keyzan.


"Dengerin aku, hanya kamu yang aku cintai dan hanya kamulah penyemangat aku." Keyzan menatap mata Sheryl dengan tajam.


"Aku juga cinta sama bapak." ucap Sheryl membuat Keyzan terbelalak, dia membulatkan matanya.


"Kamu ngomong apa tadi? coba ulangi lagi!" suruh Keyzan.


"Nggak ada replay,"


"Kan aku nggak denger."


"Siapa suruh nggak mau dengerin!" bentak Sheryl kesal.


"Ulangi sekali lagi, sekali aja! aku dengerin baik-baik kok." pinta Keyzan lagi.


Sheryl bersikeras tidak mau, tapi Keyzan semakin memaksanya. Akhirnya Sheryl pun mau mengulangi ucapannya yang tadi lagi.


"Sekali aja ya? dengerin baik-baik!" ucap Sheryl dengan sewot.


"Iya aku dengerin kok." Keyzan mendekatkan telinganya ke mulut Sheryl.


Setelah menghela nafas, Sheryl lalu berkata:"I Love You,Boss Playboy." ucapnya mengulangi perkataan sebelumnya. Dan senyuman terukir dibibir tipis Keyzan.


"I love you too,sayank." ucapnya, kemudian tanpa peringatan dia mencium bibir tipis Sheryl dengan lembut. Awalnya Sheryl kaget, tapi sesaat kemudian dia menikmati ciuman yang mendominasi dari pria itu.

__ADS_1


Cinta yang tak tahu kepada siapa akan jatuh. Tak terduga tapi begitu bahagia. Mencintai dan juga dicintai adalah hal yang sangat indah. Cinta tidak bisa merubah seorang playboy untuk setia, tapi seorang lelaki playboy akan berubah demi wanita yang dia cintai untuk setia.


#Terima kasih untuk para readers semua atas dukungannya. Tunggu karya aku yang selanjutnya. Tetap berpikir positif dan jalani kehidupan dengan optimis. Love you all. Salam sayang dari author 😘. Terus dukung karya aku yang lain ya pren 😘😉😊🙏


__ADS_2