I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
43


__ADS_3

Sabtu pagi Sheryl berangkat ke kota M untuk menjenguk Keyra, dan juga bertemu dengan Keyzan. Dia ingin memberi kepastian buat Keyzan.


Setibanya di kota M, Sheryl langsung saja menuju rumah orang tua Keyzan. Saat itu hari sudah menjelang malam. Kedatangan Sheryl membuat kedua orang tua Keyzan bahagia sekaligus kaget.


"Sher?" sapa maminya Keyzan, yang sudah lama memendam rindu juga kepada Sheryl.


"Apa kabar tante?" tanya Sheryl berjalan mendekat ke maminya Keyzan, yang sedang ngobrol dengan seorang wanita, yang Sheryl tahu namanya adalah Vanka.


Wajar aja sih jika ada Vanka di rumah orang tua Keyzan. Dia adalah calon menantu mereka. Dengan tersenyum kecil Sheryl menanyakan kabar Keyra.


Tapi maminya Keyzan malah menangis tersedu, dan memeluk Sheryl. Maminya Keyzan juga memohon kepada Sheryl untuk menemui Keyra yang mungkin sekarang tidak ada semangat untuk hidup.


"Tolong Sher! Keyra nggak mau berobat lagi," ucap Refina menangis.


"Maafin Sheryl tante, seandainya Sheryl pamit waktu itu, Keyra nggak akan seperti sekarang." Sheryl merasa bersalah.


Dia tahu, bahwa dirinyalah semangat hidup Keyra. Tapi, karena pikiran labilnya membuat dia sering kabur-kaburan dan membuat Keyra seperti sekarang.


"Kamu nggak salah sayank." maminya Keyzan mencium kening Sheryl dengan lembut. Dialah menantu yang diimpi-impikan oleh maminya Keyzan.


"Boleh Sheryl ke kamar Keyra?" Sheryl meminta ijin. Maminya Keyzan menganggukan kepalanya pelan.


Tanpa ba bi bu, Sheryl berlari kecil bergegas menuju kamar dimana Keyra dirawat. Di rumah itu memang ada kamar khusus untuk perawatan Keyra.


Sementara Vanka menatap Sheryl dengan tajam. Dia tak menyangka Keyzan akan jatuh cinta kepada wanita yang mirip dengan dirinya. Dia sempat berfikir bahwa Keyzan tidak bisa move on dari dirinya. Tapi dia kembali teringat betapa cueknya Keyzan ke dia akhir-akhir ini.


"Itu yang namanya Sheryl, tante?" tanya Vanka masih menatap Sheryl.


"Iya, dia adalah Sheryl, seseorang yang membuat kedua anak tante sedih ketika dia pergi, membuat bahagia ketika dia ada." jawab maminya Keyzan membanggakan Sheryl.


"Oh ya kamu tahu nggak Keyzan kemana?" tanya Refina khawatir, karena dari siang dia tidak melihat anak lelakinya, hape juga tidak aktif.

__ADS_1


"Nggak tante, hapenya mati." jawab Vanka, dia sebenarnya juga kesal, dia diajakin ke rumah itu oleh Keyzan, bukan diajak sih tepatnya dia ikut sendiri. Tapi Keyzan selalu keluar tanpa mengajaknya, juga terkesan cuek.


"Dia pasti seneng banget tahu Sheryl kembali dan sekarang ada disini." ucap maminya mencoba menghubungi keyzan tapi panggilannya dialihkan.


Refina tahu putranya pasti sangat merindukan Sheryl. Sejak Sheryl pergi tanpa kabar, Keyzan banyak berubah. Dia lebih pendiam, banyak murung, juga tidak ada semangat bekerja. Padahal, Keyzan dikenal sebagai orang yang gila kerja.


Beruntung ada Romeo yang menangani semua urusannya di kantor. Jadi perusahaannya tidak keteteran karena sering ditinggal.


Refina juga tahu bahwa Vanka adalah mantan kekasih putranya. Tapi dia bisa melihat bahwa Keyzan sudah tidak lagi mencintai Vanka. Bahkan Keyzan terkesan cuek kepada Vanka, berbeda saat dia bersama Sheryl.


Keyzan pernah dalam kegalauannya, mengatakan kepada kedua orang tuanya, bahwa dia mencintai Sheryl dan hanya ingin menikahi Sheryl. Kedua orang tuanya sih setuju aja. Apapun yang membuat anak-anaknya bahagia, mereka akan selalu mendukung.


Di lantai dua, di ruangan khusus perawatan Keyra, Sheryl menangis melihat kondisi Keyra. Tubuh yang semakin kurus, wajah yang terlihat pucat, juga beberapa alat medis menempel di badannya. Sheryl tak kuasa menahan air matanya.


Langkah demi langkah dia mendekat ke tempat dimana Keyra berbaring. Di sebelahnya masih setia menunggu, seorang perawat khusus.


"Gimana keadaan Keyra,sus?" tanya Sheryl pelan, dia tidak mau mengganggu istirahat Keyra.


"Mbak istirahat aja! biar aku yang nungguin Keyra. Oh ya, sekarang udah waktunya minum obat kan?" Sheryl sangat paham kondisi Keyra, dan juga jadwal makan dan minum obat Keyra.


Perawat itu kemudian pergi dan memberi Sheryl waktu untuk membujuk Keyra. Dengan lembut Sheryl mencoba membangunkan Keyra yang masih terlelap karena obat bius. Karena setiap kali menolak minum obat, Keyra harus selalu diberi obat dengan suntikan, sekaligus obat penenang.


"Dek, makan dulu ya!" ucap Sheryl dengan lembut. Mata Keyra tiba-tiba terbuka ketika mendengar suara yang tidak asing buat dia.


"Kak..." ucap Keyra lemas.


Sheryl merasa senang dan hanya menganggukan kepalanya pelan. Sheryl mengirim makanan ke mulut Keyra. Saat itu Keyra hanya menatap tanpa membuka mulutnya, dia masih tak percaya apa yang dia lihat itu adalah Sheryl.


"Ayo buka mulutnya!" Sheryl membujuk lagi. Kali ini Keyra membuka mulutnya pelan-pelan.


"Pinter, abis ini minum obat!"

__ADS_1


"Kak Sheryl." ucap Keyra pelan.


"Iya sayank, ini kak Sheryl, kakak minta maaf ya karena pergi nggak pamit sama kamu!" Sheryl memeluk Keyra dengan menangis.


"Kakak jangan pergi lagi! jangan tinggalin aku!" lirih Keyra juga menangis.


"Iya, kakak janji." Sheryl mengecup kening Keyra dengan lembut. Setelah kangen-kangenan, Sheryl kembali membujuk supaya Keyra mau melanjutkan makannya kemudian minum obat.


Benar saja, kehadiran Sheryl seperti obat yang sangat mujarab buat Keyra. Dia dengan patuh makan lalu minum obat. Beberapa saat kemudian Keyra sudah kembali terlelap, tapi dengan raut wajah yang lebih berseri.


Waktunya Sheryl giliran menemui Keyzan dan menyelesaikan semua. Meskipun mereka tak akan pernah bersatu, tapi Sheryl ingin meminta izin untuk terus merawat Keyra.


Begitu keluar dari ruangan rawat khusus, Sheryl bertemu dengan Vanka, yang sedari tadi memperhatikan Sheryl yang sedang membujuk Keyra makan. Awalnya mereka terlihat canggung, tapi sesaat kemudian Sheryl memperkenalkan dirinya.


"Aku Vanka,"


"Tahu kok, pacarnya pak Keyzan kan?" ucap Sheryl tersenyum canggung.


"Bukan, aku cuma mantannya kok, Keyzan kan cinta sama kamu." ucap Vanka, membuat Sheryl terbelalak.


"Nggaklah, aku cuma mantannya assisten pak Keyzan kok, pak Keyzan kan masih cinta sama mbak." sanggah Sheryl. Sheryl merasa Vanka sedang cemburu kepadanya.


"Ah masa?" Sheryl hanya mengangguk dengan canggung lalu berjalan meninggalkan Vanka.


Akan tetapi langkah Sheryl terhenti karena panggilan dari Vanka lagi. Sheryl sempat mengerutkan keningnya sebelum akhirnya dia berbalik.


"Bisa ngobrol berdua bentar?" pinta Vanka.


"Boleh, kita ngobrol di taman depan rumah ini! Aku masih ada urusan sama pak Keyzan soalnya." jawab Sheryl terus terang.


Vanka setuju dengan ide Sheryl, lalu mereka berdua berjalan bersama ke taman di halaman depan kediaman orang tua Keyzan. Sheryl penasaran sih apa yang ingin Vanka obrolan dengan dirinya. Yang pasti itu tidak jauh dari nama Keyzan.

__ADS_1


__ADS_2