
"Kamu dimana sih Sher? aku kangen." gumam Keyzan setelah beberapa hari belum bisa menemukan dimana Sheryl berada.
Keyzan bahkan berkali-kali mendatangi kantor Rakha, tapi Sheryl tidak ada juga. Dia bertanya kepada Cintya, tapi Cintya justru menangis setiap kali Keyzan menanyakan Sheryl. Ternyata, Cintya juga kehilangan jejak Sheryl. Nomernya bisa dihubungi, tapi Sheryl tidak mau menjawab atau membalas telepon juga chat dari Cintya.
"Rom lacak dimana Sheryl berada!" perintah Keyzan kepada Romi.
Keyzan mengirim chat berkali-kali untuk Sheryl, dia menyatakan cintanya, bilang kangen, tapi Sheryl masih saja tidak mau membalas, hanya dibaca saja. Keadaan seperti itu membuat Keyzan semakin cemas, dia takut terjadi apa-apa dengan Sheryl.
Sedangkan Sheryl yang berusaha menenangkan dirinya merasa sedikit terganggu dengan chat atau panggilan dari Keyzan juga Cintya. Dia hanya butuh waktu untuk mengembalikan ketenangan hatinya.
Sheryl tidak bermaksud menghindari masalah yang terjadi, tapi hanya ingin memiliki waktu luang untuk menyiapkan mentalnya menghadapi kenyataan yang akan terjadi. Sheryl juga membaca semua chat yang dikirim oleh Keyzan, tapi dia tidak mau lagi menanggapi apapun tentang Keyzan. Sudah cukup dia merasa bodoh
namun begitu dia tidak menyalahkan Keyzan. Tapi dia menyalahkan dirinya sendiri yang terlalu baper dengan kebaikan serta kelembutan Keyzan.
Tempat liburan itu sangatlah tenang. Ada di sekitar pegunungan dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata. Sheryl enggan untuk kembali, tapi dia masih harus menjalani hidupnya. Dia juga harus bekerja untuk kelangsungan hidupnya.
Hampir seminggu Sheryl menyendiri di tempat yang jauh dari hingar bingar kota. Menikmati alam dengan sejuta keindahannya. Meski hatinya terasa sepi, tapi dia merasakan ketenangan dalam hatinya. Dan saatnya kembali untuk menghadapi kenyataan yang ada.
Jangan terus-terusan bersembunyi, tapi hadapi semua masalah yang terjadi. Karena sejatinya, masalah tidak akan hilang kalau kita terus-terusan menghindar.
Seperti biasa Sheryl membaca pesan yang masuk di hapenya. Ada satu pesan yang membuat dia begitu sangat sedih, yaitu pesan dari Keyra. Keyra mengirim foto dirinya yang sedang memakai alat bantu pernafasan, tubuhnya yang semakin kurus membuat Sheryl tidak tega melihatnya. Ditambah pesan yang membuat Sheryl menangis.
Aku kangen kakak
Tulis Keyra difoto yang dia kirim untuk Sheryl.
__ADS_1
"Maafin kakak." lirih Sheryl sembari mengusap air matanya.
Sheryl bingung apa yang harus dia lakukan. Dia tidak mau lagi berhubungan atau ketemu dengan Keyzan, tapi dia juga tidak tega melihat keadaan Keyra. Bisa dibilang, untuk saat ini hanya dialah yang bisa membuat Keyra semangat menjalani kehidupannya.
Tapi pada akhirnya Sheryl memutuskan untuk kembali dan menemui Keyra. Dia tidak mau menyesal suatu saat nanti jika Keyra harus pergi dan dia tidak ada disampingnya.
Dengan hati yang mantap, Sheryl pulang ke kota S dengan menggunakan kereta. Pertama, dia menghubungi Cintya dan bertemu dengan Cintya di sebuah kafe yang sudah dia pesan.
Selama hampir satu jam dia menunggu, akhirnya Cintya dengan terburu-buru datang ke kafe itu. Dengan marah pula Cintya memarahi Sheryl yang pergi tanpa kabar, membuat dia khawatir.
"Dasar brengs*k lo, seneng banget bikin gue khawatir!" omel Cintya lalu memeluk Sheryl dengan erat. Air mata bahagia tak kuasa di bendung oleh kedua sahabat itu.
"Lo khawatirin gue?" canda Sheryl, membuat Cintya kembali mengomel.
"Lo kemana aja? gue kangen tahu nggak, chat gue juga nggak lo bales, nyebelin!" Cintya menyedakepkan kedua tangannya didada sembari manyun.
"Gue ziarah ke makam nyokap gue, sekalian liburan disana." jawab Sheryl, lalu mengeluarkan tas berisikan oleh-oleh yang dia beli khusus untuk sang sahabat.
"Kenapa lo nggak ajak gue sih? biasanya lo kan ajak gue kalau kesana!"
"Iya maaf, besok-besok gue ajak lo kok." Mereka lalu kembali berpelukan. Mereka rindu satu sama lain.
Setelah selesai makan, Cintya menceritakan keadaan Keyzan selama Sheryl pergi. Tapi Sheryl sudah tidak mau lagi mendengar apapun tentang Keyzan.
"Lo harus tahu, pak Keyzan nggak pernah kembali sama mantannya, dia terus-terusan nyariin kamu, bahkan sekarang dia terlihat agak kurusan." Cintya tetap aja bercerita tentang Keyzan meskipun Sheryl melaranganya.
__ADS_1
Cintya tahu, kedua orang itu saling mencintai dan mereka hanya salah paham saja. Seperti dirinya yang awalnya juga mengira kalau Keyzan hanya main-main dengan Sheryl. Tapi setelah dia melihat sendiri betapa cueknya Keyzan ke Vanka, juga dari cerita Romeo, Cintya menjadi berubah pikiran. Dia bisa melihat betapa Keyzan sangat mencintai Sheryl.
"Lo masih aja percaya sama buaya." Sheryl benar-benar tidak mau mendengar apapun tentang Keyzan.
"Sher, pak Keyzan beneran suka sama lo, lo tahu nggak acara pertunangan itu sebenarnya wanita yang pak Keyzan maksud adalah lo, tapi keburu si mantan muncul duluan." jelas Cintya seperti yang Romeo katakan.
"Udahlah nggak usah bahas dia lagi, gue mau ke rumah sakit jengukin Keyra." Sheryl mengalihkan pembicaraan.
"Lo tahu Keyra masuk rumah sakit lagi? tapi Keyra tidak dirawat disini, tapi dikota asalnya." Cintya memberitahukan. Kenapa Cintya tahu, karena sudah dua hari Keyzan juga pulang ke kotanya untuk melihat adiknya, sampai sekarang belum juga kembali.
"Kalau Keyzan pergi terus perusahaan?"
"Diurus pak Romeo." Sheryl mengangguk-anggukan kepalanya pelan.
"Pak Keyzan sekarang udah nggak kayak dulu, sekarang dia seperti kehilangan separuh nyawanya." Cintya kembali mengabarkan kabar tentang Keyzan.
"Cobalah untuk menemui pak Keyzan,Sher! beri dia kepastian!" Cintya kembali menggugah hati Sheryl.
"Kasian pak Keyzan."
Sheryl hanya terdiam mendengar ucapan Cintya. Tapi dia bener-bener tidak mau berurusan lagi dengan Keyzan. Akan tetapi, apa yang diucapkan Cintya ada benernya. Dia harus menemui Keyzan dan menyelesaikan semuanya. Supaya itu jelas untuk Keyzan dan juga dirinya.
"Ya udah, nanti gue akan ke rumah Keyzan dan selesaiin semua." jawab sheryl setelah beberapa saat berpikir.
Mungkin inilah yang harus dia lakukan. Supaya semuanya jelas dan dia tidak lagi harus kabur-kaburan. Sheryl sudah mantap untuk menemui Keyzan.
__ADS_1