I Love You,Boss Playboy

I Love You,Boss Playboy
19


__ADS_3

Setelah beberapa hai koma akhirnya Keyra mulai sadarkan diri.Dan betapa bahagianya kedua orang tuanya juga Keyzan dan Sheryl.Ketika matanya mulai terbuka Keyra mengembangkan senyuman bahagianya.Dia bisa melihat kedua orang tuanya juga kakaknya ada di dalam ruangan itu.Ada juga kakak perempuan yang belum lama ini dekat dengan dirinya.


"Kak Sheryl.." ucapnya dengan lemah.Pertama kali yang dia ucap adalah nama Sheryl.Itu menandakan betapa Keyra sangat dekat dengan Sheryl.


"Iya dek," Sheryl tak kuasa menahan tangis bahagianya.Dia menggenggam erat tangan Keyra.


"Terima kasih..."


"Ssstttt,," Sheryl menghentikan perkataan Keyra.Dia tidak mau terus-terusan mendengar ucapan terima kasih karena dia ikhlas melakukan itu semua.


"Kak Key.."


"Iya bawel," Keyzan mencubit pelan pipi adiknya yang semakin kurus.


"Mi,pa..Maafin Rara udah ngerepotin mami sama papa."


"Jangan banyak ngomong,kamu harus segera sembuh!" ucap maminya yang jelas sudah menangis duluan.Maminya lalu memeluk anaknya dengan erat.Dia bersyukur setidaknya masih bertemu dengan anaknya meskipun dengan keadaan yang tidak dia harapakan.


Sheryl tidak mau mengganggu keharmonisan keluarga iu lalu dengan mengendap-endap keluar dari ruangan.Dia duduk di depan ruangan rawat Keyra.Beberapa menit kemudiaan hapenya berbunyi.Sheryl mengerutkan keningnya,dia tidak klenal dengan nomer yang memanggilnya itu.Dia memutuskan untuk tidak menjawab.Tapi nomer itu kembali menelepon berkali-kali.Sheryl pun berpikir kalau mungkin saja panggilan itu penting.Setelah mempertimbangkan beberapa saat akhirnya dia menjawab panggilan itu.


"Ya." jawabnya.


"Sher,aku Rakha." jawab seseorang diseberang telepon.


"Rak- pak Rakha? Kok tahu nomer aku?" Sheryl seketika menjadi gagap.


"Iya,aku minta nomer kamu dari Levin sekertaris Keyzan,abisnya kamu nggak hubungi aku,padahal aku dah nunggu-nunggu." keluh Rakha.


Sheryl bahkan tidak menyangka kalau Rakha akan menghubunginya duluan.Sheryl bukannya sombong tapi dia tidak mau orang lain berpikiran kalau dia juga menggoda Rakha.


"Maaf pak,aku bener-bener sibuk jadi belum bisa hubungi bapak."


"Iya,aku tahu kok,jadi assisten pribadi itu emang sulit.Tapi kamu juga jangan lupa istirahat,jaga kesehatan kamu." Rakha menunjukan perhatiannya dan itu benar-benar bikin Sheryl merasa tidak enak hati sudah membuat Rakha menunggu selama berhari-hari.


"Iya,terima kasih pak." jawab Sheryl singkat.


"Nanti malam ada waktu nggak Sher? aku mau ajak kamu makan malam!" tanya Rakha.

__ADS_1


"Eh..kalau malam ini nggak bisa pak,aku masih ada kerjaan.Gimana kalau besok siang aja?"


"Oke besok siang ya,nanti tempatnya aku kabarin." ucap Rakha senang.


"Iya pak," Sheryl lalu buru-buru mematikan ponselnya,dia tidak mau Keyzan tahu kalau Rakha meneleponnya.


Dan benar saja selang semenit kemudian,Keyzan keluar dari ruangan rawat adiknya mencari Sheryl.Begitu melihat Sheryl yang duduk di depan bangsal sambil mainan hape,Keyzan pun menghela nafas lega.


"Aku kira kamu kemana." ucap Keyzan membuat kaget Sheryl.


"Keyra udah tidur?" Sheryl bertanya kepada Keyzan yang duduk di sebelahnya.


"Masih ngobrol sama mami dan papa."


"Sher,makasih ya?" Keyzan kembali mengucapkan terima kasih yang membuat Sheryl kembali tidak enak hati.


"Nggak usah ngomong makasih teruslah pak,aku bener-bener ikhlas kok," ucap Sheryl.


"Dibilangin kalau berdua panggil Key aja,ngeyel.." omel Keyzan sembari menarik hidung Sheryl yang sedikit bulat.


Lebih dekat dan lebih dekat lagi,Sheryl beradu pandang lagi dengan Keyzan.Serius jantung Sheryl berdetak dengan sangat cepat.Wajah Sheryl juga merasa sedikit panas dan memerah.


Sheryl tensinnya bukan main,karena perutnya berbunyi dan itu terdengar oleh Keyzan.Sementara Keyzan hanya tersenyum sambil masih menatap Sheryl yang mungkin sudah ingin berlari karena malu.


"Aku laper.." ucap Sheryl sambil tersenyum beg*.


"Kalau gitu kita makan yuk! aku juga laper," ajak Keyzan dengan alasan dia juga lapar karena tidak mau membuat Sheryl malu.


Dengan senang hati Sheryl mengiyakan dan mengikuti langkah Keyzan menuju kafe depan rumah sakit.Saat mereka selesai makan dan kembali ke bangsal,mereka bertemu dengan Cintya yang bermaksud ingin menjenguk Keyra.


"Sher..." panggil Cintya berlari kecil mendekat ke Sheryl yng berdiri bersama dengan bosnya.


Dengan membawa buah ditangan sebagai buah tangan,Cintya berjalan bersama dengan Sheryl dan Keyzan.


"Pak Keyzan nemenin lo nungguin Keyra?" Cintya bertanya pelan,dia senang melihat Sheryl yang semakin dekat dengan Keyzan.


"Kalian udah jadian?" Cintya kembali bertanya.

__ADS_1


"Apaan sih lo..Keyra itu adiknya dia." bisik Sheryl.


"Ha?" Cintya terkejut dengan jawaban Sheryl.


"Kenapa Cin?" tanya Keyzan yang kaget dengan teriakan Cintya.


"Nggak kok pak,nggak apa-apa." jawab Cintya dengan cengar-cengir.


Setelah menjenguk Keyra,Cintya lalu meminta izin untuk mengajak Sheryl ke kafe depan.Cintya bermaksud ingin curhat kepada Sheryl tentang Jaka.Dia sudah berhari-hari menahan,kali ini dia sudah tidak kuat lagi menahan.


"Boleh ya pak? Lagian ini kan juga udah jam pulang kantor." Cintya memohon kepada Keyzan.


"Boleh ya?" giliran Sheryl memohon juga.Dengan jurus mata kucing akhirnya Keyzan tidak tega dan mengizinkan Sheryl keluar berdua dengan Cintya.Awalnya Keyzan memaksa ingin ikut tapi dilarang oleh Sheryl dengan alasan Cintya pasti akan malu kalau Keyzan tahu curhatan dia.


"Makasih pak." ucap Cintya kegirangan.Gimana tidak,dia dan Sheryl memang sudah seminggu lebih nggak hangout bareng atau sekedar nongkrong bareng.Karena kesibukan Sheryl yang memang tidak bisa di ganggu.Cintya juga paham semua itu kan demi pekerjaan.


"Tapi inget jangan lama-lama!" pesan Keyzan ke Sheryl dan Cintya.


"Siap bos." Sheryl memberi hormat ke Keyzan lalu menarik tangan Cintya dengan bahagia.Sheryl juga ingin bercerita tentang hubungannya dengan Keyzan.


Sampai di kafe depan rumah sakit,curhatpun dimulai.Di awali dengan cerita Cintya tentang hubungannya dengan Jaka.Terlihat jelas Sheryl kaget dengan pengakuan Cintya.


"Mangkanya lo sewot mulu ya saat Jaka deket sama cewek.Gue udah curiga sih sebelumnya." Sheryl mengutarakan kecurigaannya.


"Gimana lagi,gue suka sama dia."


"Terus kalian udah jelasin kesalahpahaman kalian?"


"Udah,tapi telat.Dia udah mau nikah." Cintya berkata dengan sedih.Karena tidak tega melihat shabatnya bersedih,Sheryl meraih tangan Cintya dan menyemangatinya.


"Lo kuat,lo hebat,gue yakin lo juga bakal ketemu sama orang yang baik.Semangat." ucap Sheryl membuat Cintya tersenyum kecil.Cintya bahagia saat seperti ini dia masih punya sahabat yang peduli dan mau memberi dia semangat.


"Makasih ya Sher,lo emang sahabat terbaik." Cintya berkata dengan senang.


"Jadi rencana lo sekarang apa? Mau move on atau nunggu sampai anak Jaka lahir terus balik lagi ke dia,seperti maunya dia?"


"Move on lah,gue emang nggak keberatan nerima anaknya tapi gue juga nggak mau rusak rumah tangga Jaka." Cintya berkata dengan tegas.

__ADS_1


"Cakep,itu baru sahabat gue.Dengan seperti ini aja lo diingatkan supaya sadar kalau Jaka bukanlah milik lo.Jadi hempaskan saja,berikan mantan kepada yang lebih membutuhkan." Mereka lalu tertawa bersama.


"Elo ah," Cintya mendorong pelan kepala Sheryl lalu mereka berpelukan.Sahabat ialah dia yang hadir dengan segala kebaikan dan semangat untuk memberikan rasa nyaman.Dia yang mau menerima juga mau menasehati kita ketika kita salah.Dia yang tidak mau membenarkan kesalahan hanya karena rasa sungkan.Tapi dia yang berani menegur ketika kita melakukan hal yang tidak benar.Itulah sahabat,selalu ada untuk memberi semangat,selalu hadir saat dibutuhkan.


__ADS_2