
Keyzan dan Keyra akhirnya berhasil membujuk Sheryl supaya mau bertemu dengan mereka berdua.Tapi mereka ketemu di sebuah kafe,tidak mau ketemu di rumah Keyzan.Karena,Sheryl tidak mau kedua orang tua Keyzan semakin berfikiran negatif kepada dirinya.
Sheryl tahu kurang dari seminggu Keyzan akan bertunangan dengan Lusi.Jadi dia tidak mau dicap sebagai wanita murah*n yang masih aja godain lelaki orang.
"Aku kangen sama kak Sheryl." Keyra dengan senang berkata kepada Sheryl.
"Kak Sheryl juga kangen sama kamu." Sheryl meraih tangan kecil Keyra.
Sheryl merasa sedih karena semakin hari Keyra semakin kurus.Dia juga dikasih tahu oleh Keyzan kalau Keyra sering kali nggak mau minum obat, juga sering menolak saat kemo.Padahal,orang tuanya secara khusus membawa dokter pribadi ke kota S.
"Kamu tadi udah minum obat belum,hayo?" tanya Sheryl sambil menyentuh pipi kusut Keyra.
"Udah dong,ya kan kak Key?" Keyra berucap dengan penuh semangat.
"Pinter.." Sheryl mengelus pipi Keyra.
"Kamu nggak nanya aku udah makan belum?" sahut Keyzan berharap perhatian dari Sheryl.
"Udah gede ini,kalau laper pasti juga makan sendiri." ketus Sheryl.
"Ish.."
Setelah hampir sejam Keyzan merasa kesal sendiri.Karena dia dicuekin oleh kedua wanita yang dia sayangi, yang sedang asyik ngobrol dan bercanda.
"Aku dicuekin..." kesal Keyzan dengan cemberut.
"Ini kan obrolan cewek,kak Key nggak usah ikut-ikut." jawab Keyra merasa sangat senang karena bisa ngobrol dengan Sheryl.
"Nggak apa juga deng, kakak udah seneng kok bisa lihat dua wanita yang kakak sayangi, bahagia." ucap Keyzan menatap Sheryl dengan tersenyum, membuat Sheryl menjadi salah tingkah.
Karena sudah agak larut, Sheryl pun akhirnya berpamitan.Meskipun awalnya Keyra bersikeras ikut Sheryl, tapi setelah Sheryl memberi alasan masuk akal, Keyra akhirnya tidak ngotot lagi.Juga Keyzan bersikeras ingin mengantar Sheryl.
"Ya udah, anter aku ke rumah Cintya!" ucap Sheryl setelah eyel-eyelan dengan Keyzan.
__ADS_1
Terbentuklah garis indah dibibir Keyzan.Akhirnya dialah pemenangnya.Sebenarnya ancamannya cuma satu, dia akan mencium Sheryl di depan umum jika Sheryl menolak dianter olehnya.
"Kak Sheryl kenapa nggak tinggal di tempat yang dulu sih?" Keyra penasaran kenapa Sheryl tinggal di rumah orang lain.
"Kak Cintya,temen kakak, dia khawatir kakak tinggal sendiri." jawab Sheryl berbohong.
"Keyra mau kok temenin kak Sheryl supaya kak Sheryl nggak kesepian." Keyra menatap Sheryl dengan tatapan memohon.
"Keyra kan sakit, Keyra harus janji sama kakak untuk sembuh, abis itu Keyra boleh tinggal bareng kakak." bujuk Sheryl,dia tidak mau Keyra akan hidup susah bersama dengan dirinya.
Bagaimana tidak, Keyra dari kecil terbiasa hidup serba kemewahan, apalagi kedua orangnya pasti tidak akan mengizinkan Keyra tinggal bersamanya di kontrakan kecil.
"Apa karena Keyra beban ya kak? Keyra janji nggak akan bikin susah kakak kok, Keyra akan nurut sama kakak." seketika ucapan Keyra membuat Sheryl terpukul.
Dia tidak pernah keberatan jika Keyra tinggal bersama dia.Tapi yang jadi pikiran dia adalah kedua orang tua Keyra.
"Ngomong apa sih dek? kakak nggak pernah anggap kamu sebagai beban, kakak sayang sama kamu." Sheryl memeluk Keyra dengan sedih.Dia tertekan dengan kesedihan Keyra.
"Nggak bisa pak!" jawab Sheryl merasa bimbang.
Air mata sudah mengalir membasahi pipi Keyra yang ada di dalam pelukannya.Hatinya tidak tega dan makin tertekan saat Keyzan berkata:"kamu tega lihat Keyra bersedih terus?"
"Oke kita balik ke apartemen sekarang, tapi apa orang tua kamu kasih izin Keyra tinggal bareng aku?"
"Nanti aku yang bilang sama papa dan mami." Keyra terlalu senang karena akhirnya dia akan tinggal lagi bersama Sheryl.
Entah kenapa semenjak dia ketemu dengan Sheryl, Keyra merasa ingin selalu dekat dengan Sheryl.Apalagi Sheryl orangnya juga sangat baik, membuat Keyra merasa memiliki kakak perempuan.
Mobil berwarna merah itu dengan cepat belok ke sebuah apartemen mewah di kota itu.Senyuman juga tersungging dibibir pengemudinya.Ternyata adiknya memang jurus jitu membuat Sheryl nurut.
"Loh kok kesini?" Keyra merasa heran, setahu dia Sheryl tidak tinggal di apartemen mewah itu, tapi tinggal di kamar kost kecil.
"Kakak udah nggak lagi tinggal di kamar kecil itu, tapi kakak sekarang tinggal disini." jawab Sheryl sembari menarik tangan Keyra, supaya ikut dengan dia masuk.
__ADS_1
Sementara Keyzan sudah berjalan duluan untuk membukakan pintu buat kedua wanita kesayangannya.Selain Romeo dan Cintya tidak ada yang tahu Sheryl dibelikan apartemen mewah oleh Keyzan.
Langkah Sheryl semakin berat saat kakinya mulai memasuki apartemen yang sudah lebih dari seminggu dia tinggalin.Matanya terbelalak karena apartemen itu masih terlihat sangat bersih dan rapi, seperti memang dibersihkan setiap hari.
"Meskipun kamu pergi tapi tiap hari aku kesinibuat bersihin tempat ini, karena hanya disinilah aku bisa bebas menangis saat teringat kamu." ucap Keyzan mendekati Sheryl yang terpaku mendengar ucapan Keyzan.
Sheryl terlalu fokus dengan ucapan Keyzan, yang katanya dia menangis saat teringat dirinya.Masa seorang playboy dingin seperti Keyzan bisa menangis mengingat dia.Sangat nggak masuk akal.
"Kamu nangisi aku?" tanya Sheryl dengan gagap.
"Hmm, aku merasa sangat sedih saat kamu pergi tinggalin aku, tapi untungnya aku bisa ketemu lagi sama kamu." Keyzan berkata dengan tersenyum.Memang terlihat jelas sih dia bahagia saat ini.Tapi sulit bagi Sheryl percaya dengan apa yang diucapkan oleh Keyzan.
Gimana tidak, seorang lelaki yang selalu dikerubungi oleh wanita cantik nan seksi bisa menangis karena seorang wanita yang biasa-biasa aja.
"Sekarang sudah malam mending kamu pulang, biar malam ini aku yang temenin Keyra!" Sheryl mengalihkan pembicaraan.Dia tidak mau semakin terbang,karena dia harus sadar kalau lelaki itu sudah milik orang lain.
"Aku juga mau disini,please!" mohon Keyzan.Dia tidak mau pulang,dia ingin terusan bersama Sheryl.
"Kamu pulang,ingat calon anak kamu!" Sheryl menyentuh rasa sakit dalam hati Keyzan.
Apa nih cewek nggak nyadar kalau aku ini adalah korban, anak itu bukan milik aku.Rasanya ingin banget aku lempar kertas itu ke dia.Gemes.
"Ini kan apartemen aku, terserah aku dong mau pulang atau tetap tinggal." jawab Keyzan dengan santai.
Sheryl membulatkan matanya mendengar jawaban yang sangat menjengkelkan dari lelaki sombong itu.Setelah beberapa kali menghela nafas, hatinya menjadi sedikit tenang.
"Iya, kamu bosnya ,terserah kamu mau apa bos.." Sheryl berkata dengan sedikit sengit.
Akhirnya Sheryl tidak lagi bersikeras menyuruh Keyzan pulang.Berdebat pun tak akan ada gunanya.Karena yang punya uanglah yang pasti akan menang.
Sementara Keyra sudah masuk ke kamar duluan setelah cuci muka.Dia sedang asyik telepon maminya untuk minta izin tidur diapartemen kakaknya.Tapi sesuai intruksi Keyzan, Keyra tidak memberitahu kalau ada Sheryl juga bersama mereka.
Keyzan tidak mau mami atau papanya berpikiran negatif tentang Sheryl.Karena dia masih harus mengurus dulu pertunangannya dengan Lusi.
__ADS_1