
Lusi merasakan tubuhnya sedikit tidak enak badan.Dia juga sering pusing dan mual.Awalnya Lusi mengira kalau dia sakit karena kecapekan.Tapi setelah dia periksa ke dokter ternyata dia sedang hamil 5 minggu.
Lusi ingat betul 5 minggu yang lalu dia masih bersama Keyzan dan juga Joe,selingkuhannya.Akan tetapi Lusi sangat tahu kalau anak yang dia kandung itu bukanlah anak Keyzan,tapi milik Joe.
Lusi tidak mau kembali bersama Joe,alasannya karena Joe tak sekaya Keyzan.Jadi jalan satu-satunya Lusi hanya bisa meminta Keyzan tanggung jawab atas bayi itu.Lusi berkeyakinan kalau Keyzan tidak akan bisa menolaknya,selama dia bisa meyakinkan Keyzan bahwa anak yang dikandungnya adalah milik Keyzan.
"Lus!" panggil seseorang sembari berlari menyongsong dirinya.
Lusi menoleh tapi kemudian memutar bola matanya.Ternyata Joe yang memanggilnya.Lusi sebenarnya malas tapi dia tetap aja berhenti.
"Ada apa lagi sih?" tanyanya dengan ketus.
"Kamu sakit? Sakit apa?" tanya Joe perhatian.
"Cuma nggak enak badan.Udah ya aku capek." ucap Lusi masih dengan ketus
"Bentar Lus,kenapa kamu putusin aku? kamu lebih memilih Keyzan si playboy itu?" Joe sedikit menaikan nada suaranya.
"Jelaslah aku milih Keyzan,dia lebih segalanya dari kamu." Lusi berkata tanpa berperasaan.Dia tidak memikirkan bagaimana perasaan Joe.Padahal dia sedang mengandung anaknya Joe.
"Tapi aku yang sayang sama kamu dengan tulus." ucap Joe merasa tidak terima dibandingkan dengan pria lain,apalagi dia tahu selama ini Keyzan adalah seorang playboy.Dan Lusi bukanlah satu-satunya wanita disisinya.
"Aku lebih baik dari Keyzan!" lanjut Joe sedikit marah.
"Terserah,yang penting kita udah putus.Jangan ganggu aku lagi!" ucap Lusi lalu kemudian membuka pintu mobil lalu melajukan mobilnya meninggalkan Joe dengan kemarahan dihatinya.
"Lihat aja!kamu bakal tahu kalau akulah yang tulus mencintai kamu." Joe menghentakan kakinya dengan kesal.
Lusi melajukan mobilnya menuju perusahaan Keyzan.Ketika dia sampai di kantor Keyzan saat itu Keyzan tidak ada ditempat.Mendapat keterangan dari Levin selaku sekretaris Keyzan,Lusi tahu kemana dia bisa menemui Keyzan.
Kebetulan saat itu,Keyzan sedang keluar bersama Sheryl mengurus kepulangan adiknya dari rumah sakit.Tapi Keyra tidak pulang ke villa Keyzan melainkan pulang ke rumah orang tuanya guna menjalani pengobatan dirumah.
__ADS_1
Kenapa harus dirumah orang tuanya,karena maminya bisa lebih intens merawat anaknya.Dan yang jelas lebih nyaman dirumah sendiri.
Tapi sayang,saat Lusi sampai dirumah sakit.Keyzan beserta adik dan kedua orangnya juga tidak lupa Sheryl sudah terbang ke kota asal Keyzan.Dengan sedikit kecewa,Lusi kembali ke kantornya.Dia berkali-kali menghubungi Keyzan tapi selalu saja ditolak oleh Keyzan dan itu semakin membuat dia marah.
"Pasti dia lagi sama tuh jal*ng sial*n." geram Lusi.
Dia tidak mau berlama-lama menjalankan rencananya.Karena perutnya semakin lama akan semakin membesar.Kalau dia tidak segera minta dinikahi Keyzan.Dia pasti akan cap wanita yang nggak bener,karena hamil tanpa suami.
****
Sementara Sheryl dan Keyzan semakin hari semakin lengket.Apalagi Keyzan benar-benar menunjukan perhatiannya ke Sheryl.Meskipun Sheryl masih sering menolak perhatian Keyzan tapi di dalam hatinya dia juga bahagia.
Siapa sih yang nggak seneng diperhatiin sama lelaki seperti Keyzan?
Apalagi Keyzan bener-bener menepati janjinya,dia tidak lagi dekat dengan wanita lain selain Sheryl.
"Pulang besok malam ya? Rara masih ingin kamu disini." ucap Keyzan.
"Besok kan weekend."
Sheryl menepuk jidatnya sendiri.Dia hampir lupa kalau besok adalah hari Sabtu."Aku lupa pak." ucapnya sambil tersenyum kecil.
Keyzan kemudian menyuruh pembantunya untuk menyiapkan kamar buat Sheryl.Tapi dengan cepat Sheryl menolak."Aku tidur sama Keyra aja." ucapnya.
"Tapi kan..."
"Aku tidur dibawah juga nggak apa-apa,aku mau nemenin Keyra." Sheryl sedikit memaksa tapi akhirnya Keyzan menyetujui permintaan Sheryl.
"Rara kan harus istirahat jadi kita keluar yuk! aku mau ngajak kamu keliling kota kelahiran aku!" Tanpa pikir panjang,Sheryl mengiyakan ajakan Keyzan dengan senang.
Sepasang muda dan mudi itu berkeliling kota dengan sangat bahagia.Keyzan sengaja memakai motor supaya lebih enak aja menikmati keindahan kotanya yang terkenal dengan makanan khasnya yang menggugah selera.
__ADS_1
Tanpa ragu Sheryl melingkarkan tangannya dipinggang Keyzan.Dengan sangat senang Keyzan sesekali memeganga tangan Sheryl yang melingkar diperutnya.
"Kita mampir ditempat biasa anak muda sini nongkrong ya!" ajak Keyzan sambil menghentikan motornya disebuah taman dengan danau ditengah taman itu.Gemerlapnya lampu warna warni menambah kesyahduan tempat itu.
Sheryl melihat ke sekeliling,dia melihat banyak sekali pemuda dan pemudi yang asyik berpacaran.Dia terbawa oleh suasana romantis itu,sehingga saat Keyzan menggandeng tangannya dia tidak menolaknya.
"Kamu dulu pasti sering banget ya ajak pacar kamu kesini?" tanya Sheryl.
"Hmm." Keyzan hanya bersenandung ria.
"Duduk!" suruh Keyzan.Dan Sheryl hanya menurut apa kata Keyzan.Dia duduk di kursi yang ada tepat di tengah taman itu dan juga pas dipinggir danau.
"Dulu kalau aku lagi emosi atau sedih aku pasti kesini.Nggak tahu kenapa perasaan aku tenang aja gitu ketika disini." Keyzan menceritakan kenangannya.
"Emang kamu pernah sedih? bukannya hidup kamu itu sempurna banget ya? punya orang tua yang sayang banget sama anak-anaknya,juga hidup serba kecukupan." tanya Sheryl serius.
Keyzan tersenyum kecil mendengar ucapan Sheryl yang sepertinya hidupnya sungguh sempurna.Padahal mah,apa yang dia jalani berbeda dengan apa yang orang lain lihat.
"Bener,semua yang kamu ucap itu bener.Tapi justru karena orang tuaku kaya,aku justru sulit buat mempunyai teman yang tulus berteman bukan karena aku anak orang kaya.Rata-rata mereka yang dekat dengan aku,hanya memandang aku sebagai anka orang kaya,juga wanita-wanita yang jadi pacar aku." Keyzan menatap jauh ke dalam kegelapan yang ada di depannya.Suaranya sedikit meninggi,mungkin karena dia menahan emosinya.
"Bisa dibilang cuma Romeo yang berteman dengan tulus,tanpa memandang aku siapa,sekaya apa keluarga aku." lanjut Keyzan kembali tersenyum getir ketika mengingat kehidupannya.
"Sebenarnya kekayaan itu bukan patokan hidup yang indah.Menurut aku salah jika seseorang berteman atau mencari pasangan hidup seorang yang kaya.Yang paling utama itu ketulusan juga keikhlasan dalam menerima kekurangan masing-masing,karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing."
"Lagipula harta hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa aja diminta lagi oleh Tuhan.Kalau aku sih lebih suka mendaki bersama pasangan daripada hanya menunggu diatas.Karena dengan mendaki bersama kita akan jadi lebih kuat,dan tahu perjuangan masing-masing dalam mempertahankan sebuah hubungan disaat suka atau duka." Sheryl berkata panjang lebar tentang pemikirannya.Sementara Keyzan menatap wanita yang selalu optimis itu dengan tersenyum senang.
"Jika seandainya semua wanita mempunyai pikiran seperti kamu.Pasti istri aku banyak banget ya?" ucap Keyzan bergurau.
"Ish,dasar playboy." sewot Sheryl.
"Hahaha,..nggaklah,aku cuma mau kamu yang jadi istri aku." ucap Keyzan membuat Sheryl menjadi malu.
__ADS_1
"Apaan sih." ucap Sheryl malu-malu.