
Kini sudah satu minggu aku bekerja di Lan's Caffe. Semua pekerja di sini sangatlah baik dan ramah, kita semua saling membantu. Kita semua tak membedakan mana bawahan dan mana atasan. Pak Darta pun juga baik orangnya dan beliau yang memberi aturan bahwa kita sama-sama membutuhkan bantuan jadi jangan sampai kita berkuasa disini.
Inilah pemimpin yang harusnya patut di contoh yang tak membedakan mana bawahan karena kita saling membutuhkan. Aku kira ketika baru masuk kerja semua Karyawan dan Karyawati disini bakal semena-mena dengan ku tapi ternyata pemikiranku salah, mereka semua sangat baik kepadaku. Ternyata eh tenyata Pak Darta dan Mbak Lena adalah Pasutri alias Pasangan Suami Istri dan Mas Barack alias Mas Reno adalah kembarannya Mbak Lena. Meskipun wajahnya tak hampir mirip, tapi kalau di pandang dengan seksama ternyata mereka mirip.
Mungkin umur Pak Darta sama dengan Kak Juan karena dari segi penampilan mereka seperti seumuran. Sedangkan Mbak Lena seumuran dengan Kak Julio karena usia Mas Reno sama dengan usia Kak Julio jadi ya otomatis Mbak Lena seumuran dengan Kak Julio juga.
Awalnya Ibuku menolak untuk mengizinkan ku bekerja, tapi dengan satu juta rayuan yang syairnya seperti rayuan kelapa, akhirnya Ibu mengizinkan ku bekerja. Toh aku bekerja di tempat yang halal uangnya. Caffe itu juga sering di buat rapat sama para pegawai kantoran. Ya siapa tau ada yang mau nawarin aku kerja di kantoran gitu. Tapi ya jadi OG, lha aku aja baru masuk kuliah ya kali langsung jadi sekretaris si Bapak Pimpinan Perusahaan.
Kerja di sini gajinya memang tak terlalu banyak juga tak terlalu sedikit bisa dikatakan pas untuk gaji seorang pelayan. Banyak sedikitnya gaji tak terlalu penting bagiku yang terpenting halal bila di pergunakan. Percuma kan uang banyak tapi hasil dari korupsi uang rakyat, di dunia aja kalau ketahuan sudah di hukum apalagi di akherat yang udah pasti ketahuan.
Kita tuh harus selalu bersyukur meskipun uang yang kita peroleh hanya cukup untuk makan sehari saja. Masih banyak orang diluaran sana yang hanya makan seminggu sekali. Tidur tak tenang, makan juga seadanya, rumah tak punya, ibadah dilarang, nyawa bisa melayang kapan saja, orang tua yang di siksa. Nikmat tuhanmu manakah yang kau dustakan terhadap kehidupan yang kamu miliki saat ini. Masih tak besyukur kah kita karena masih bisa hidup jauh lebih baik dari mereka.
Bersyukur adalah kunci utama kita untuk menikmati hidup. Bila tak bersyukur semua yang kita peroleh akan sia-sia saja karena kita tak bisa menikmati. Coba saja bila tak percaya.
"Vio, tolong antarkan ini ke meja nomor empat, aku mau ke toilet sebentar," ujar Bella membuyarkan lamuanku.
"Oh ... iya, Bel." Jawabku dan beranjak berdiri. Aku pun keluar dari dapur. Aku pun mengantar makanan dan minuman di meja yang di beri tau Bella tadi.
__ADS_1
Setelah selesai aku pun segera ke dapur, tapi pandanganku tak sengaja tercemari oleh dua insan yang sedang bermesraan. Sakit hati ini melihat dua insan yang usianya sudah tak muda lagi Yaa Robb. Dia, dia Ayahku sedang bercumbu mesra dengan wanita lain. Dosa apakah yang telah Ibuku perbuat Yaa Robb sehingga lelaki yang ku panggil Ayah itu menghianatinya.
Inikah alasannya kenapa lelaki itu tak pernah pulang ke rumah. Lelaki yang jadi cinta pertama ku telah menghancurkan cinta ini. Betapa bejatnya ia mencium tangan, pipi bahkan kening wanita yang bukan istrinya itu. Aku semakin benci dirimu Ayah, setelah kau memperlakukan Ibuku bagai budakmu sekarang kau menghianati kesetiaannya. Tak akan ku biarkan kau menyakiti Ibuku lagi.
Aku pun beranjak ingin memergoki mereka, akan tetapi tanganku di tarik tiba-tiba oleh seseorang dan aku dibawa keruangan Pak Darta.
"Sekarang kamu tau apa yang Ayahmu lakukan?" tanya Kak Juan, ya orang yang menarik ku adalah Kak Juan.
"Ja-jadi ini yang Kakak maksud?" tanyaku dengan menitikan air mata. Kak Juan pun menganggukan kepalanya. Aku pun langsung memeluknya.
Ternyata Ibuku sudah mengetahui ini semua dan lebih parahnya keluarga Ibuku juga tau. Kenapa Ibuku hanya diam ketika melihat suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Kenapa semua orang tau tanpa memberi tahuku. Apa yang harus ku lakukan jika Ibuku sudah tau semua ini.
"Tapi kenapa Kak? mereka telah menyakiti Ibuku. Ibu harus pisah sama Ayah!" ujarku dengan menangis di pelukan Kak Juan.
"Kita lihat kedepannya, Dek. Kakak minta tolong sama kamu, awasi mereka kalau perlu rekam setiap kata yang keluar dari mulut mereka." Ucap Kak Juan dengan mengelus pundakku.
"Vio, nggak sanggup Kak, kalau lihat mereka seperti itu." Jawabku dengan sesenggukan.
__ADS_1
Kak Juan pun mengangkat wajahku dan mengusap air mataku yang mengalir dan dia berucap, "kamu harus bisa, Dek. Ini semua demi kebaikan kamu dan Ibu."
"Apa Kak Juan punya rencana untuk membalas perbuatan , Ayah?" tanyaku dengan menatap wajah Kak Juan.
"Iya Dek ...." jawabnya dengan menganggukan kepalanya.
"Baiklah, akan Vio coba." Ujarku dengan penuh keyakinan.
Mari kita bersandiwara bak pemeran wayang utama. Apa yang akan mereka lakukan terhadap aku dan Ibuku selanjutnya. Mari kita ikuti takdir yang sedang mengajakku Stund Up Comedy.
Tak akan ku biarkan kalian hidup bahagia di atas penderitaan aku dan Ibuku. Toh harta yang laki-laki itu miliki adalah harta Ibuku. Entah bagaimana Ibuku bisa menerima laki-laki seperti dia, yang lebih kejamnya laki-laki tersebut adalah Ayahku.
Aku semakin benci denganmu wahai Ayah. Aku menyesal telah membuatmu jadi cinta pertamaku terhadap lelaki. Aku menyesal telah memercayai setiap tingkah lakumu. Memercayai ketika kau pulang hanya seminggu dua kali, dengan dalil lembur di Kantor. Memercayai setiap dua minggu sekali kau akan pergi ke luar Kota dengan alasan meninjau proyek. Tapi ternyata semua itu hanya tipu muslihat semata.
Tak kan ku lupakan semua perbuatan kejimu ini. Kumaafkan kau atas perbuatanmu selama ini tapi maaf bila aku tak bisa melupakan. Maaf bila suatu saat aku sudah tak ingin melihat kehadiranmu.
Ku maafkan karena Tuhanku juga Maha Pengampun. Aku tak mau dosa-dosa yang telah ku perbuat tak dapat pengampunan dari Sang illahi karena tak memaafkanmu. Tetapi maaf tak bisa menghilangkan memori tentang perbuatan kejimu. Seperti halnya amal burukmu yang pasti akan di putar di hari pembalasan, meskipun kau telah meminta maaf. Semua akan di putar di depan triliuanan manusia meskipun di dunia hanya segelintir orang yang sudah mengetahuinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH TERUNTUK YANG SUDAH MEMBACA NOVEL UANG KOIN INI. MAAF BILA BAHASANYA TAK ENAK DI BACA. JANGAN LUPQ DI LIKE, DI COMENT DAN DI BERI VOTE ITUNG-ITUNG SEDEKAH. SEKALI LAGI TERIMA KASIH.