
Pagi hari setelah sholat subuh aku membantu Ibu masak untuk sarapan. Dari sinilah aku belajar memasak dan dari Ibukulah aku mengerti derajat seorang Istri. Memasak memang bukan kewajiban seorang Istri, tetapi kewajiban seorang Suami. Seorang Suami memiliki kewajiban lahir dan batin kepada Istri dan Anaknya.
Kewajiban lahir mencakupi kebutuhan Istri dan Anak sehari-hari sebagai contohnya, memberi rumah layak di huni, memberi makan dan minum, menyukupi jatah uang untuk perawatan dirinya. Sedangkan kewajiban batin mencakupi kebutuhan kasih dan sayang serta cinta yang tulus tanpa embel-embel mendapatkan fulus dari sang mertua seperti Ayahku.
Memberi rumah yang layak dihuni juga harus menjaga dan merawat rumah tersebut. Memberi makan dan minum ya otomatis harus siap santap, jadi kalau cuman di belanjain sayuran yang wajib masak ya Suami. Memberi uang buat perawatan diri, ya jangan pelit-pelit juga.
Kalau Suami cuman kasih uang merah satu ke Istri, si Istri juga cuman bisa beli sabun mandi Lu*,shins***, Life***, So Kli*, Rins*, mama melon, ataupun sunlig** buat keramas Ibu dan Anak-anaknya, jadi kalau Istri dan Anak nggak kinclong seperti rambut keluarga Oh yang disana jangan salahkan Istri salahkanlah sang Suami.
Kalau Suami selingkuh tetap aja salahkan Suami karena Istri itu maha benar. Ibu saya aja perawatan pakai uangnya sendiri dari dulu. Ayah saya kasih uang nggak pernah sepeserpun buat biaya perawatan, buat makan sebulan aja dah syukur-syukur di kasih. Soalnya uang hasil kerjanya tuh dibuat ngehidupin si Tante Seli alias Selingkuhan. Padahal uang hasil kerjanya juga dari perusahaan Ibu. Ya sudahlah suatu saat pasti beliau juga akan dapat balasannya juga.
Kalau tadi tugas untuk Suami dan sekarang tugas untuk Istri apa? tugas Istri yaitu cuman cari ridho dan menyenangkan hati Suami. Untuk mendapatkan ridhonya turutilah perintahnya asal tak bertentangan dengan norma-norma manusia. Kalau untuk menyenangkan ya kalian bisa membantu tugas tanggung jawabnya dengan cara nyapu, ngepel, cuci baju, cuci piring dan masak, serta merawat anak-anaknya, serta mempercantik diri agar suami tak selingkuh. Tapi kalau namanya laki-laki pensil warna ya nggak akan puas dengan satu warna saja, pasti contohnya ya Ayahku.
Dan dari sinilah aku faham tentang derajat ketika seorang wanita yang sudah berkeluarga. Jika kalian kurang faham tanyakanlah pada sang maha tau yaitu Mbah kita alias Goog** karena beliau yang maha tau dari semua manusia yang tau.
#######
Setelah masakannya selesai aku dan Ibu menyajikan makanannya di meja makan. Ketika hendak duduk pandanganku teralihkan oleh suara pintu kamar yang terbuka, dan keluarlah laki-laki pensil warna yang tiada bersyukur memiliki Istri seperti Ibuku.
"Pagi Sayang ...," ucapnya dengan tersenyum manis dan mengecup keningku dam Ibuku. Dih berasa jijik sekarang aku kalau inget tuh bibir habis dibuat cium Tante Seli kemaren.
__ADS_1
"Hmmm." Jawabku dengan berdehem, malas buat jawab sapaannya yang sok manis bagai empedu, keliatan manis tapi pahitnya minta maaf.
"Kapan Ayah pulang?" tanya Ibuku, duh Ibu masih aja baik sama nih orang.
"Kemaren malem, Bu. Ayah pulang kalian dah tidur di kamar, Vio," jawabnya dengan santai bak piknik. Iya iyalah kita tidur ngapain nunggu Anda yang habis tidur sama Tante Seli. Ibuku hanya menganggukan kepala sebagai tanda paham.
"Kuliah kamu gimana, Vio?" tanyanya sambil menatapku.
"Alhamdulillah ... lancar," jawabku seadanya, ngapain juga sih nanya ke aku malas tau nggak buat jawab.
"Alhamdulillah, kalau gitu, belajar yang rajin ya!" sok perhatian banget sih Anda Pak, muak tau sama aktingmu.
"Kamu kok gitu jawab pertanyaannya, Ayah. Kenapa?" Anda sok polos sekali Pak.
"Sariawan ...," jawabku dengan asal, biar laki-laki ini kagak curiga.
"Oh, kurang asupan vitamin C kamu, Vi," ujarnya masih dengan wajah sok polos.
"Hmmm ...," hanya dengan jawaban ini aja dah buat aku kesel tau nggak sih Pak. Ya, nggak taulah Vi. Lo mah double o n banget sih.
__ADS_1
Kita pun melanjutkan sarapan dengan keheningan. Lebih baik begini dari pada dengar ocehan laki-laki Hidung Pensil Warna yang yang tak setia dengan satu warna. Sumpah hal yang paling aku benci adalah kebohongan dan penghianatan, sampai mati pun aku masih ingat. Dendam tidak akan lupa juga tidak akan. Karena memori akan kita simpan di otak sampai hayat, belum lagi ntar di akherat di tayangin memori baik dan buruk. Jadi, ya nggak pernah akan lupa sampai kita di liang lahat.
Lagian kita meninggal juga yang di tinggal juga cerita semasa hidup kita, tergantung kitanya aja yang gimana cara buat cerita hidup kita, yang beriringan dengan nasib dan takdir. Kalau kita baik pasti akan di sanjung-sanjung sampai kita wafat, tapi kalau buruk ya kita dapat gunjingan terus. So, mari kita buat cerita hidup kita dengan cerita yang baik meskipun tak selalu dapat kesan baik dari sang penilai tingkah baik yaitu Ibu-ibu Kompleks.
"Bu ... Vio, berangkat ngampus dulu," izinku kepada sang wanita yang sangat tangguh.
"Iya, Nak. Hati-hati di jalan!" jawabnya dengan tersenyum manis. Wanita ini sangat pandai menyembunyikan luka yang ia terima. Vio semakin sayang padamu Bu.
"Yah ... Vio, berangkat," ujarku dan mencium tangan Ayah, sebenarnya sih jijik, tapi mau bagaimana lagi. Aku harus pura-pura biar tau rencana jahatnya.
"Nggak bareng Ayah aja,Vio?" tanyanya yang sok perhatian. Aku hanya menggelengkan kepala.
"Baiklah, hati-hati di jalan ya!" haduh Pak jangan sok perhatian napa, ntar akunya salah mengartikan perhatianmu. Idiih mau muntah tau dengan sifat sok perhatiannya.
Aku pun berangkat ke Kamus naik Angkot. Entah mengapa kepengen aja naik Angkot. Hari ini hanya ada satu mata kuliah aja, jadi bisa berangkat kerja lebih awal. Semoga aku bisa tau rencana Tante Seli dan laki-laki Pensil Warna itu. Semoga mereka nggak ada niat buruk untukku dan Ibuku, semoga saja.
Aku hanya bisa berucap HASBUNALLAAHU WA NI'MAL WAKIIL. NI'MAL MAULAA WA NI'MAN NASHIIR. Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Dia sebaik-baik pelindung dan penolong. Dengan ayat itulah aku bisa lebih tenang dari kejahatan jin dan manusia. Kita tak tau apa yang akan terjadi dengan kita nantinya. Setiap bangun tidur yang hanya bisaku baca ALHAMDULILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR. segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah mati (membangungkan kami dari tidur) dan hanya kepadanya kami menyembah. Berdo'a sesudah tidur juga wajib bagiku entah bagi kalian dan aku pun tak lupa membaca dua syahadat tujuh kali tanpa napas, karena menurutku itu menguji kita untuk bersyahadat, ketika napas ini sudah mulai di cabut oleh sang pencabut nyawa.
BERSAMBUNG
__ADS_1
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH BACA NOVEL RECEH INI. DAN MAAF BILA KETIKAN SAYA MEMBAWA AJARAN BAGI KALIAN YANG BURUK, KARENA PENGALAMAN SAYA TIDAK SEPERTI ITU SEBAB ITU AUTHOR KETIK BIAR KALIAN JUGA NGERASAIN APA YANG BERMANFAAT DARI AYAT-AYAT SUCI ALLAH. SEDIKIT CERITA DARI AUTHOR PERNAH AUT NAIK SEPEDA MOTOR TANPA BACA BASMALLAH PADAHAL SETIAP MAU NAIK ATAU LAKUIN SESUATU TERMASUK BOHONG AUT SELALU BACA ITU, KARENA BURU-BURU OLEH TERIAKAN IBU AUT, JADI AUT LUPA BACA BASMALLAH SAAT NAIK SEPEDA MOTOR DAN APA YANG TERJADI AUT HAMPIR KECELAKAAN HANYA IBU AUT SAJA YANG KAKINYA KENA LAMPU MOBIL, YA MESKI KAKINYA KALAU DI BUAT JALAN SELALU SAKIT, KATANYA. DARI SINILAH AUT SELALU BERSYUKUR KARENA DENGAN BASMALLAH SAJA AUT TERLINDUNGI APALAGI DENGAN AYAT-AYAT YANG AUT TULIS DI ATAS. SAYA MERASA BERSALAH BANGET SAMA IBU SAYA KARENA LUPA BACA BASMALLAH BELIAU JADI KORBAN. SEMOGA KETIKAN AUT BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA. JANGAN LUPA DI LIKE, DI COMEN DAN DI VOTE ITUNG-ITUNG SEDEKAH BUAT AUTHOR. TERIMA KASIH LOVE YOU ALL.