Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku

Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku
......


__ADS_3

🌹🌹 Selamat Membaca 🌹🌹


POV Vano


Karena aku sudah selesai dengan urusan kampus niat ku untuk pergi ke kantor namun tiba tiba mama menelfon bahwa untuk menjemputku di taman tak jauh dari kampus.


Akhirnya aku menjemput mereka di taman. Sesampainya di taman aku mencari cari mama dan anakku, aku melihat mama dan tika sedang duduk dan bermai dibangku taman. Aku yang melihat pun menghampiri mereka.


"Assalamuallaikum ma" sapaku sambil mendekati mama


"Waalaikumsalam " jawab mama dan Tika bersamaan


"Ayah...ayah udah dateng?" sapannya denga menghampriku


"Iya sini " ajakku dan mengendong Tika


"Ayah sekarang kita pulang ya?" tannyanya lagi


"Iya pulang ini udah mau sore juga" jawab ku dengan duduk di bangku tepat mamku duduk


"Ma pulang yuk" tannyqku pada mama


"Ayuk ini juga udah sore mama juga capek tapi nanti mampirdulu ke restoran ya laper" ajak mama ku dan yang pasti aku setujui


"Iya nanti mampir dulu " jawabku


"Yaudah ayuk" kata mamku berjalan duluan menuju mobil dengan membawa mainan Tika.


Setelah mam masuk mobil aku juga mengendong Tika untuk masuk kedalam mobil dan dari arah jau ada yang melihatnya namun tak aku sadari, yang tak lain adalah Nisya.


Setelah aku masuk aku menghidupkan mesin mobil ku dan melajukannya menuju sebuah restoran tak jauh dari taman tadi, setelah sampi direstoran aku mama dan Tika keluar dari mobil dan pergi kedalam. Saat samapi didalam aku mencari temapat duduk yang kosong dan agak jauh dari orang orang karena aku tidak suka, setelah menemukannya aku dudk diikuti mama dan Tika.


Kami memesan makanan yang beraneka ragam dan bergizi karena membawa Tika.


Saat kami sedang menunggu pesanan datang tiba tiba Tika memengil seseorang yang baru saja masuk restoran tersebut. Aku refleks menegok kearah pintu masuk resto mamapun juga melakukan yang sama. Alangkah terkwjutnya siapa yang selama ini diceritakan oleh anakku dan disebut sebut oleh anakku. Dan ternyata ia juga menghampiri mejaku namun ia tak menyadari diriku.


POV Nisya


Setelah memberi uang pada pengemis aku terus melanjutkan langkahku menuju kedalam restoran, saat aku sudah di dalam namun masih didepan pintu tiba tiba ada yang memangilku denagn sebutan tante cantik aku yang sadar dipanhil mengedarkan pandaganku kesegal arah dan menemukan tika. Aku menghampirinya namun aku tak sadar bahwa ada pak Vano diantara mereka.


"Assalamuallaikum" sapaku dengan menghampiri meja tika


"Waalaikumsalam " jawab Tika dan seorang wanita stengah paru baya yang tak lain mama Pak Vano, namun aku juga yang mendegar suara vamiliar pak Vano menegokkan kepalaku kearah suara laki laki itu


"Bapak!" teriakku dengan kaget sehingga membuat pengunjung resto melihatku buru buru aku menutup mulutku


"Oh silahkan nak duduk" perintah wanita setengah paru baya tersebut, aku yang di perintah segera mendudukan bokongku di kursi dekat denagn Tika

__ADS_1


"Baik bu terima kasih" jawabku dengan duduk


"Jangan pangil ibu pangil yante aja" kata nya lagi


"Iya tante"


"Hai tante cantik gimana kabarnya? Aku pengwn banget tante ketemu tante tapi kemarin ngak ketemu temu ! " kata Tika dengan memeluk ku


"Iya kah? Kemarin Tika cariin tante? Kan waktu itu udah ketemu di taman? " tannyaku lagi denagn mengangkatnya duduk di pangkuanku


"He.. He... He iya tante" jawabnya dengan tersenyum


"Oh iya pak bapak siapanya Tika pak?" tanyaku pada Pak Vano yang duduk didepanku


"Saya ayahnya Tika" jawabnya singkat dan aku jawab denagan angukan kepala dan melanjutkan ngobrolku dengan tika


"Oh...ini ya yang namanya tante cantik?" tannya mama pak vano


"Ah... Iya tante" jawabku denagan mengarahkan pandangan ku kearahnya


"Namanya siapa? Masa tante cantik sih?" tannyanya lagi denagan tersenyum


"He...he...he... Nisya tante namanya" jawabku sambil memangku Tika yang sedang memainkan rambut panjang ku


"Wah namanya cantik ya kayak orangnya " kata mama Pak Vano yang membuat ku tersipu


Setelah beberapa saat pesanan makanan datang sebelumnya aku juga sudah memesan jadi diantar bersamaan denagan pesanan pak Vano, mamanya dan Tika. Kami menikmati makanan dengan tenang aku juga sekali kali menyuapi Tika juga denagan lembut dan sabar. Setelah selesai makan mama Pak Vano memulai pembicaraan


"Oh iya nak sekarang kegiatannya apa? " tannya mama Pak Vano


"Em...masih kuliah tan " jawabku denagn tersenyum


"Kuliah diamana?" tannyanya lagi


"Kuliah di universitas xyxy tante" kataku lagi


"Wah berarti muridnya Vano dong?" tannyanya lagi


"Iya tante dosen saya, tapi ngeselin" jawabku keceplosan dan mendaklat tatajam dari sang empu, aku yang keceplosan seketika menutup mulut ku denga satu tangan


"Ha...ha...ha memang vano itu ngeselin dirumah juga gitu" jawab mama denagan tawabnya dan ku balas denagan tawa namun tak terlalu keras


"Ma kok aku ngeselin? Emang aku kenapa?" tannya Pak Vano protes pada mamanya


"Iya lah kamu mah kalau ngomong irit, ngak bisa di ajak ngobrol, ngesilin jadinya" jwab mama Pak Vano yang tak mau kalah


"Ih mama khan emang begini dari dulu " jawab Pak Vano

__ADS_1


"Iya terserah" jawab mama pasrah


"Oh iya boleh minta no telfonya nak?" tannya mama Pak vano pada ku


"Boleh tante ini" jawabku denagn menyerahkan ponsel ku ke mama Pak vano


"Ini van masukin nomor kamu kamu juga catat nomermu " kata mama lak vano memberikan hp ku ke arahnya


"Lha kok aku kan yang minta mama?" tannya pak vano bingung.


"Iya nanti kalau sewaktu waktu tika minta telfon tante cantiknya " jawab mama demagn melirik ku dan Tika bergantian


"Iya sini" katannya dnagn mengambil hp ku dan menulis no mornya pada hp ku


"Nanti kalau udah kirim ke mama" kata mama merintah Pak vano, aku hanya diam hp di beri nomor hp Pak Vano.


"Ini nak hp nya"katannya sambil memberikan hp ku


"Iya tante" jwabku dan memasukannya ke dalam tas ku


"Udah punya pacar kamu?" tannya mama pada ku


"Belum tante masih senderi" jwabku demagn senyum kikuk


"Ih masa si, cantik kok masih sendiri sih?" tannya nya tak percaya


"He... He... He jodohnya masih dalam perjalanan tan" jawabku denagan agak candaan


"Kamu mah bisa aja" jawab mama Pak Vano


"Yah ayuk pulang aku udah ngantuk" kata Tika yang ada di pangkuanku dan menegelamkan kepalanya di dadaku


"Yaudah sama ayah " kata nya ingin mengagkat Tika dari pelukannku namun tika engan melepaskannya dan lebih mengeratkannya


"Mau nya sama tante cantik" kata tika denagn posisi yang masih sama


"Yaudah nak anterin pulang Tika dulu ya nanti pasti dianterin Vano samapi rumah" kata mama Pak Vano


"Iya tannte ngak papa" jawabku dengan. Semyum dan mengelus kepala Tika


"Maaf ya kalau ngerepotin" kata mama lagi


"Ngak papa tante" jawabku denagn senyum


Akhirnya aku pulang namun tak pulang kerumah melainkan pulang terlebih dahulu kerumah Pak Vano untuk mengantar tika pulang.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

__ADS_1


🌹 Hai kaka aku udah up tapi maaf cuman 1, ngak papa ya. tetep dukung aku saran dan kritiknya selalu aku tunggu. Jangan lupa like nya😊😊🙏😘🌹


__ADS_2