Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku

Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku
.....


__ADS_3

❀❀ Selamat Membaca ❀❀


Kini semua mahasiswa/i sudah duduk dikursi masing masing karena sudah waktunya masuk kelas. Beberapa saat kemudian dosen masuk kedalam


"Selamat pagi?" kata dosen masuk kelas


"Selamat pagi Pak Vano!" jawab semua mahasiswa/i dengan serempak


"Baiklah sekarang kita mulai pembelajaran nya!kata Vano dengan mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Sedangkan Nita tau siapa yang di cari oleh Vano


"Ar liat deh pak Vano kayaknya lagi nyari seseorang gitu?"kata Nita degan memjukan kepalanya untuk menunjuk Vano


"Iya siapa yang dicari?" tannya arka mengikuti pandangan Vano yang melihat keseluruh ruagan


"Pak Vano itu lagi nyariin Nisya kayaknya" kata Nita santai dengan mencatat materi


"Hah? Nisya?!" triak Arka dan seluruh kelas melihat ke arah Arka.


"Kenapa kamu teriak? " tannya Vano


"Maaf pak kelepasan!?" kata Arka dengan senyum manisnya


"Baiklah sekarang kita lanjutkan?" kata Vano dan disetujui oleh semua mahasiswa/i. Setelah beberapa waktu bahkan hingga beberapa jam pembelajaran telah usai. Semua mahasisw/i sudah keliar dan didalam tinggal Vano sendiri saat keluar Vano melihat Nita yang masih berada didepan pintu.


"Pak" kata Nita dan membuat Vano berhenti berjalan didepan pintu


"Ya ada apa?" tannya Vano datar


"Bapak tadi cari Nisya ya pak?" tannya Nita dengan senyum


"Hah?" tannya Vano tak paham


"Iya tadi bapak kan dikelas lehat kemana mana, cariin tika ya?" tannya Nita lagi


"Iya" kata Vano singkat


"Iya pak Nisya ngak masuk izin alergi nya kambuh lagi pak" kata Nita


"Alergi apa?" tannya Vano tetap cool


"Alergi dingin, kayaknya karena tadi malam deh pak? Kan tadi malem dia ngak pakek jaket terus udara juga dingin + nyariin Tika yang hilang sampai keringetan kayak kemarin? " kata Nita menjelaskan


"Ohh.. Baiklah semoga cepat sembuh, saya permisi" kata Vano dengan berallu pergi


"Wih. Lak vano bilang cempat sembuh?" kata Nita heran


"Halah cuman bilang gitu aja" kata Arka, dan berjalan menjauh dari Nita menuju kantin


"Woi...Arka!!?" triak Nita dan menyusul Arka yang sudah menjauh


"Woi...gila lo kalau jalan kayak orang lari " kata Nita dengan ngos ngosan


"Yang lelet elo aja kalik" kata Arka


"Enak aja gue lelet, kaki elo aja yang kepanjangan jadi langkahnya lebar" kata Nita


"Makanya jangan pendek pendek" kata Arka menonyor kepala Nitahingga membuat Nita hampir jatuh

__ADS_1


"Eh gila kalau gue jatuh gimana?" tannya Nita dengan memegangi kepala yang ditonyor Arka


"Paling elo malu" kata Arka sanati denagn masuk kekantin


"Enak bener lo?" kata Nita mengikuti masuk. Setelah masuk mereka menghentikan perdebatan karena malu menjadi bahan tontonan nanti. Mereka masuk kantin dan memesan makanan. Saat menunggu pesanan Nita memecah keheningan diatara keduanya


"Elo cemburu kan sama pak Vano?" tannya Nita melihat kearah Arka


"Engak " kata Arka mengalihkan pandangan


"Halah jangan boong elo suka kan sama Nisya?" tanya Nita lagi


"Engak siapa bilang?" kata Arak tanpa melihat kearah Nita


"Alah elo ngak bisa boong sama gue, elo suka kan sama Nisya?" tannya Nita lagi dengan menyentuh pundak Arka


"Iya" kata Arka pasrah demgan jawabnya


"Nah kan gue bener?" kata Nita dengan teriakan dan mendorong pundak Arka


"Woi jangan triak triak?!" perintah Arka menatap tajam Nita


"Iya iya sorry" kata Nita dengan senyum khasnya


"Elo tau dari mana kalau gue suka sama Nisya?" tannya Arka menatap Nita


"Dari sikap elo sama Nisya, pandangan elo sama Nisya, kadang kalau Nisya lagi ketawa atau senyum atau lagi ngobrol gini elo suka perhatiin dia bahkan sampai elo senyum senyum sederi, iya lan?" tannya Nita dengan menaik turunkan alisnya


"Iya tapi dia ngak sadar" kata Arka lagi


"Dia bukannya ngak sadar, yapi dia ngak peka" kata Nita


"Ih gitu aja nyerah, sebelum janur kuning melengkung pepet dong" kata Nisya dengan senyum lebar


"Bener sih tapi Nisya kan ngak pernah sadar" kata Arka


"Iya Nisya mah ngak pernah peka!" kata Nita yang juga sebal karena Nisya yang kurang peka


"Keras kepala lagi" kata Arka menambahi


"Tapi ya gue jamin nih akhir bulan ini kalau engak pertengahan bulan besuk Nisya udah dapet jodohnya, bahkan Nikah" kata Nita dengan senyum dan melihat lurus kedepan


"Dari mana elo tau? Terus sama siapa coba?" tannya Arka serius dan menatap Nita


"Liat aja nanti?" kata Nita menatap Arka denagn serius juga


"Emang elo dukun bisa tau apa apa?" kata Arka masih menatap serius Nita


"Jangan salah, elo ngak inget setiap perkataan atau tebakan gue pasti bener?" kata Nita bangga


"Halah PD lo" kata Arka menonyor kepala Nita


"Gue engak PD tapi kenyataan liat aja nanti" kata Nita sebal dan mengelus kepala yang ditonyor Arka


"Iya juga ya? Nanti kalau bener giman?" tannya Arka pada Nita


"Kalau Nisya nikah elo cari yang lain" kata Nita dengan tawanya

__ADS_1


"Sialan lo" kata Arka sebal dengan kelakuan Nita. Mereka terus berdebat hingga makanan yang mereka pesan datang, setelah makan meraka akan pulang karena tidak ada kelas tambahan


"Gue mau jenguk Nisya ya?" tannya Arka saat berjalan keluar kantin


"Kosan gue sama Nisya kosan cewek" kata nita bermain hp


"Kan bisa keluar" kata Arka


"Terserah aja" kata Nita pasrah


"Yaudah naik mobil gue aja dari pada nungguin taksi online


"Gue yang nyetir ya?" tannya Nita semangat


"Kagak entar kalau elo yang nyetir jantung gue copot" kata Arka menolak


"Ayolah sekali ini aja?" tannya Nita


"Engak kalau elo yang nyetir ngebut terus lewat jalan jalan yang berliku liku bahkan elo kalau nyetir ugal ugalan" kata Arka menolak


"Ya kan biar seru kalau di tempat sepi terus ngebut" kata Nita


"Seru pala lo, kalau elo mau ikut gue naik tapi gue yang nyetir kalau elo yang nyetir mending pesen taksi online aja elo" kata Arka denagn masuk kedalam mobil


"Iya elo aja yang nyetir kayak siput" kata Nita dengan masuk kedalam mobil


Didalam mobil mereka masih saling berdebat entah aoa yang mereka perdebatkan, pasti mereka memiliki tema tersendiri untuk diperdebatkan .


Sedangkan Vano setelah mengobrol dengan Nita ia kembali keruangannya. Sebenarnya Tika ikut dengannya karena ia ingin bertemu dengan Nisya. Diruangan Vano Tika bersama Brian


"Ayah mana tante cantik?" tannya Tika saat Vano masuk kedalam


"Tante canti ngak masuk, sakit dia" kata Vano memangku Tika dan duduk disofa


"Yah" kata Tika kecewa


"Udah sekarang Tika bobok udah siang" kata Vano mengelus kepala Tika, karena Tika yang mudah untuk tidur jadi tidak butuh lama Tika tidur


"Yan kenapa kok kusut gitu" tannya Vano saat melihat Brian yang tampak pusing duduk di karpet tempat Tika dan Brian bermain tadi


"Pusing gue tuh anak lo ngomongin tante cantik terus, apalagi yang diomongin itu itu aja lagi bikin pusing guenya" kata Brian memegangi pelipisnya


"Gue setiap malem dengerin kayak gitu" kata Vano menyenderkan kepalanya pada sandaran sofa


"Maknya nikah bro, atau ngak nikahin itu tante cantik" kata Brian


"Ngaco kalau ngomong" kata Vano


"Emang tante cantik lebih tua dari elo? Apa umurnya udah 30 an lebih?" tannya Brian


"Ngak tau" kata Vano cuek


"Elo kalau di tannya selalu kayak gitu?" kata Nrian sebal


"Udah ayo pulang, Tika udah tidur, terus entar ke perusahaan" kata Vano memebereskan mainan Tika dan mulai mengendong tika


"Yaudah yok" kata Brian. Merka akhirnya pulang kerumahnya sedangkan Nita dan Arka sudah samapi di kosan

__ADS_1


hai kok makin kesini like nya sedikit? πŸ˜–πŸ˜–, ceritannya membosankan ya?πŸ˜”, ayo dong likenya yang banyak jangan dikit dikit😚😁. Maaf juga aku jarang up, tapi terus dukung author ya? Terima Kasih😘😚


__ADS_2