
✨⭐ Selamat Membaca ⭐✨
Setelah miting aku kembali keruangn kerjaku dan menyelesaikan pekerjaan pekerjaan yang sudah menumpuk. Sedang kan Nisya dan Nita
POV Nisya
"Maaf tante karena udah mau sore kami pamit ada urusan?" kata Nita sopan
"Iya tante, kami pamit?" sambung ku
"Yaudah ngak papa maaf kalau ngerepotin?" kata tante Sita dengan lembut
"Ngak ngerepotin kok tante" kataku dan Nita samabik senyum
"Tika tante pulang dulu ya?" kataku denagn mengelus kepala nya
"Yah...tante udah mau pulang? Ngak bisa main lagi dong?" tannya Tika sedih
"Yah...masak Tika udah besar cengeng?" kata Nita menghibur tapi juga meledek Tika
"Ih...tante Nita nyebelin" kata Tika denagn bibir di majukan
"Hahaha ih gemes banget sih..." kataku denagn memajukan wajahku dan menciup pipi Tika yang tembeb seperti bakpao
"Ya udah tante pulang dulu ya?" tannyaku lagi
"Nanti boleh telfon tante ?" tannya nya dengan memohon
"Ngak boleh, tante Nisya punya tante Nita !" kata Nita menjaili Tika
"Ih...aku ngak mau ngomong sama tante Nita, sebel...." kata Tika dengan kesal karena ulah Nita
"Iya boleh telfon kok, kalau begitu tante pamit ya?" tannya ku dengan lembut
"Ok tante" katnya dengan menunjukan ibu jarinya
"Asalamualaaikum" kataku dan Nita sambil melambaikan tangan
"Waalaikumsallam" jawab tante Sita dan Tika yang juga membalas lambaian tangan
Setelah aku pergi dari restoran tante sita dan Tikq juga pergi. Aku dan Nita kembali ke kosan
Saat sudah sampai aku segera kedalam kamar mandi setelah itu aku dan Nita melaksanakan solat zuhur karena masih jam 2 dan keburu habis waktunya. Setelah solat kami duduk disofa dengan memangku leptop masing masing untuk mengerjakan tugas kampus
"Nis...nanti malam jalan jalan yuk?" tannya Nita mengajakku
"Ngak mau gue, dirumah aja " kataku sibuk dengan leptopku
"Ah...elo mah anak rumahan mana mau diajak jalan" ocehan Nita pelan namun masih ku dengar
"Ajak Arka sana, dia juga jomblo, pas tuh buat jadi oasangan lo jalan jalan?!" kataku dengan agak tertawa kecil
"Eh elo juga jomblo keles!" kata Nita tak mau kalah
__ADS_1
"Gue mah singel buka jomblo" kata ku tanpa mengalihkan perhatianku lada leptop
"Apa bedanya? Sama aja lah!" kata Nita agak sebal
"Beda, kalau jomblo itu takdir dan kagak ada yang mau sama elo, kalau singel itu pilihan" kataku dengan senyum miring
"Gue boleh bogem elo ngak sih?" kata Nita mengepalkan tanngannya
"Sini aja kalau berani" kaku dengan menatap tajam Nita
"Santai dong" katanya denagn pindah ke kasur
"Udah selesaiin cepet katanya mau jalan jalan elonya? Gue mah ogah mau dirumah aja!" kataku denagn kembali fokus pada leptop. Akhirnya kami fokus pada tugas saat jam menunjukann pukul 15. 38 kami segera melaksanakan sholat dan tertidur kare tugas sudah selesai.
Kini sudah malam pukul 19. 15 dan Nita sudah rapi karena niat nya ingin jalan jalan ketaman dekat kosan
"Lo beneran Nis kagak mau ikutan?" tannya Nita pada ku
"Ngak gue mau bobok cantik aja!" kataku denagn merebahkan tubuh dikasur
"Kerjaan elo kagak ada yang lainnya slain tidur?" tannya nya lada ku
"Kagak ada" jawabku denagn malas dan menutup mata
"Gue mau keluar, gue kunci dari luar ya?" tannya Nita denagn berlalu pergi
"Terserah gue juga masih lunya kunci cadangan " kata ku memejamkan mata, sedangkan Nita ia pergi dan mengunci pintu dari luar. Kini Nisya benar benar terlelap pergi kealam mimpi yang indah
Tring......tring....tring......
Tring......tring.....tringgg
Terdengar lagi deringan telfon video call namun kali ini Nita menolah telfon tersebut kare mengantuk dan malas berbicara
Tring.....tring....tring
Terdegar lagi pangilan vidio call yang ketiga kalinya dan membuat ku sanagt kesal, akhirnya ku buka pangilan dan tiba tiba terdenagr suara triakan anak kecil yang akau kenal dan segera aku duduk dengan kaget
"Hallo tante cantik?!" teriak Tika disebrang telfon
"Eh....halo " kataku denagn kikuk
"Tante habis apa kok rambutnya acak acakan?" tannya Tika denagn memincangkan mata
"Ah...tante bangun tidur kalau begitu tante sisiran dulu ya?" kataku denagn berlalu kekamar mandi tanpa menunggu jawaban Tika yang agak tertawa bersama seorang pria, dan dalma benakku pasti Pak Vano.
Namun aku tak melihat respon pak vano yang kudegar hannya suara Tika. Setelah selesai dari kamar mandi untuk mencuci muka, kemudian aku mengambil sisir dan menyisir rambutku yang berantakan. Kemudian ku ambil hp ku dan memulai percakapan dengan Tika
"Hai Tika maaf tadi bangun tidur" kataku memulai nya
"Ngak papa tante. Tante lagi apa?" tannya Tika melihqtku dari layar hp
"Kan tante udah bilang abis bangun tidur" kataku denagn membenahi duduk
__ADS_1
"Tante, tante mau ngak besok main?" tannya Tika
"Main? Dimana?" tannyaku
"Hem...di taman waktu ketemu sama tante?"
"Oh...boleh tapi sore ya? Karena tante mau ke kampus dulu gimana?" tannya ku lagi
"Mau...mau..mau " kata Tika semangat
"Ayah...besuk main ya sam atante cantik? Ayah juga ikut ya?" tannya Tika pada Pak Vano disebrang telfon namun tak ada wajah Pak Vano di layar hp ku
"Ngak bisa ayah ada kerjaan dikantor?" katanya denagn tegas namun lembut
"Ayolah ayah sekali aja? Ya?" tannya Tika disana denagn berharap
"Iya" jawaban disana singkat
"Hore...tante besuk jadi ya?" tannyanya denagn fokus lagi pada ku
"Iy, sekarang Tika tidur udah malem, ok?" tannya ku denagn ramah
"Di nyanyiin lagi ya ?" katanya denagn memohon
"Ok, tapi tante ngak pandai nyanyi, nanti jangan di ketawain !" kataku swbelum memulai bernyanyi
"Iya" katanya denagn merebahkan tubuhnya dikasur dan aku bisa melihat Pak Vano yang sudah tidur di kasur namun tak tidur hannya berbaring
"Tante mulai ya?" katu lagi
"Iya tante" jaqabnya semangat
"Bintang beaar dilangit yang tinggi, amat banyak meng- " naynyianku terpotong karena pertannyaan Tika
"Tante kok bintangnya besar kan kecil?" tannyanya denagn heran
"Bintang itu besar enagn kecil" katak ku memberitahu
"Enagn tante, coba tante keluar terus lihat lagit pasti bintangnya kecil" jawabnya dengan kekeh
"Kalau dilihat dari bumi bintangnya kecil, kalau di luar angkasa bintang nya juga kecil tapi sebenarnya bintang itu besar" kata ku memberi jawaban
"Masa sih tante? Tapi kok kecil y?" katanya dengan heran
"Kalau ngak percaya coba deh tannya ayah kamu?" lerintahku pada nya dan dituruti
"Ayah emang bintang besar?" tannya nya Pada pak Vano yang sudah mulai tidur namun harus terganggu oleh pertannyaan tika
"Iya bintang besar" katanya membenarkan
"Ok tante lanjutkan..." katanya lagi. Aku segera melanjutkan nyanyianku denagn merdu dan kulihat Tika dan Pak Vno sudah tertidur segera aku mengahiri video call tersebut aku juga mulai tertidur.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Hai untuk soal bintang aku ngak tau bener apa engak😅😅, karena aku cuman baca sekilas kalau bintang itu besar, yang tau bener engak komen ya😅😅