Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku

Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku
....


__ADS_3

✨✨ Selamat Membaca ✨✨


"Apa?! Calon mertua?!" tannya Arka heran dan terkejut


"Bukan calon mertua, itu tadi tante sita" jawabku cepat


"Iya tante sita kan mama nya Pak Vano!" kata Nita menambahkan


"Mama nya Pak Vano? Sejauh apa sih kalain mengenal Pak Vano jadi pusing sediri gue?! " kata arka melirik kita berdua


"Gue sih kagak jauh jauh, kan tadi gue udah bolang" kata Nita menjawab


"Iya tapi makin kesini kalain kayak deket banget sama Pak Vano, ibu nya aja kenal" kata nya lagi denagan heran


"Oh...kalau ibunya itu Nisya yang paling kenal, orang pernah kerumah Pak Vano" kata Nita menjelaskan


"Lo pernah ketemu ibunya Nis?" tannya Arka pada ku


"Pernah, kenapa?" tannyaku kembali


"Kagak papa sih"


"Gue harus lulang masih ada urusan!" kata Arka denagn berdiri dari kursi


"Sok sibuk lo'kata ku dan Nita bersamaan


"Eh emanag gue sibuk, bye.....bye...." katanya dengan berlalu pergi


"Eh Nit katanya mau ketemuan sama tante Sita sama Tika" kata Nita mengigatkanku


"Iya gue lupa" katu dengan mengambil hp dan melihat notif pesan dari tante sita bahwa ketemuannya di cafe yiyy yang tak jauh dari kampis ku


"Ini tante sita udah kasih alamat tingala kita berangkat, ayuk" ajak ku dan pergi dari temapat ku


"Di mana ?" tannya nya dengan mengikutiku


"Cafe yiyy yang ngak jau dari sini" kata ku menyeimbangkan langkah dengan langkah Nita


"Yau dah yok " katanya denagn berjalan mendahuluiku


Akhirnya kami samapai di cafe, aku dan Nita melihat seisi cafe dan tatapan ku terpaku pada seorang wanita paru baya dan seorang anak aku mengajak Nita untuk menghampiri mereka yang tak lain Tante Sita dan Tika


"Assalamuallaiku?!" sapaku dan Nita bersama saat sudah sampai


"Waalaikumsallam!" jawab tante Sita dan Nita


"Maaf tante menunggu lama" kataku denagn duduk di sebelah Tika diikuti oleh Nita


"Ngak papa tante sama Tika juga belum lama dateng" katnya denagn senyum

__ADS_1


"Wah sekarang Tika makin gendut ya udah lama ngak ketemu?!" kata Nita denagn mencubit pipi Tika karna gemas


"Ih...tante sakit" katnya demagn memundurkan kepala dan dibalas ejekan Nita


"Oh iya ini temannya Nisya ya? Namanya siapa?" tannya tante sita


"Iya tante saya temennya Nisya, nama sata Nita tan" kata Nita denagn senyum dan tundukan kepala singkat


"Wah pantesan sama sama cantik" kata tante tersenyum


"Makasih tante, tante mah bisa aja" kata Nita membalas


"Bagaimana kuliah kalain ?" tannya tante Sita denagn melihat ku dan Nita yang sedang bermain denagn Tika


"Baik tante, lancar" kataku


"Alhamdullilah"


"Kalau nak Nita udah punnya pacar belum?" tanya tante sita tersenyum pada Nita


"Masih sendiri tante" kata Nita malu


"Ya sama kayak Nisya dong, cantik cantik kok sendiri sih?" kata tante Nita agak tertawa kecil


"Jodohnya jauh belum sampai, macet tante perjalanan nya, jadi agak lama!" kata Nita dengan candaan recehnya


"Ih...kamu mah bisa aja?!" kata tante sita tertawa


"Tadi sebelum kesini udah makan tante, kita pesen minum aja deh" kata Nisya memberitahu


"Terserah kalian aja, terus Tika mau makan lagi?" tannya tante Sita pada Tika yang sedang bermain denagn ku


"Ndak mau maunya es krim" kata Tiak menjawab


"Yaudah nenek pesenin klianjuga pesen" kata tante sita melirikku dan Nita bergantian


"Iya tante" kata ku & Nita bersamaan


Kami menunggu pesanan dengan brcanda dan saling mengobrol, hingga pesanan datang kami menghentikan obrolan, dan memulainya lagi setelah pelayan pergi.


POV Vano


Kini perjalannan ku menuju kekantor. Saat perjalanan aku mendapat telfon dari Brian


"Hallo, ada apaan?" tannyaku pada penelfon


"Bro bantuin gue, gue habis ketemu klayen terus mobil mogok" kata nya di sebrang telfon yang tak lain Brian


"Terus gue harus apa? Cari bantuan sendiri gue mau kekantor!?" ktaku dengan malas

__ADS_1


"Ayo lah bantuin jemput gue, plissz ini gue nunguin panas, gue ditengah jalan ayolah" katannya degan memelas.


"Nyusahin lo, ya gue susul!" kataku dengen berbelok kearah yang ditunjukan oleh Brian. Saat sampai aku melihatnya sedang dusuk di trotoar jalan, aku yang melihatnya menahan tawa karena melihat kelakuan Brian yang aneh.


"Ha...ha...ha....kayak orang gembel lo duduk di trotoar, nunggu di mobil kan bisa?!" kata ku denagn menuruni mobil


"Iya juga ya gue kagak kepikiran, bo*ohnya diriku?" katanya menghampiriku


"Lo kayak gitu emang dari dudlu"


"Iya...buruan gue udah capek gosong kulit gue nunggin elo" katnya denagn masuk kedalam mobil


"Woi....elo lah yang nyetir!, masa gue yang nyetir gue kan bosnya?!" teriakku diluar


"Ayo lah bro...sekali kali capek guenya, panas lagi" katannya dengan mengeluarkan kepalanya lewat jendela


"Bosnya siapasih disini?"ocehannku denagn menaiki mobil.


" Nah gini kan enak, sekali kali gue yang jadi bosnya!"kata Brian denagn menyenderkan kepalanya pada jok korsi


"Enak bener ya elo kalau ngomong!!" kataku dengan sebal


"Santei mas bro" katanya dengan tersenyum kecil, dan kurespon dengan deheman singkat


Saat sampai di perusahaan segera aku turun dan aku tinggalkan Brian didalam mobil


"Sabar sabar" kata brian denagn mengelus dada, karena kesusahan mengimbanggi gerakan kaki ku yang lebih dulu pergi. Setelah samapi diruangan ku ternyata Brian masih mengikuti dibelakang


"Mau apa lo? Ngikutin gue?!" tannya ku denagn menatap dingin brian


"Sono keruangan lo sendiri!!" perintahku denagn tegas


"He.he..he salah ruangan gue" katanya dengan tawa garing


"Hem..." jawabku dengan masuk kedalam dan membanting pintu denagn keras, yang membuat brian kaget dan hampir terjatuh kebelakang


"Gila bos gue?!" kata Brian dengan berlalu pergi keruangannya yang tak jauh. Aku didalam ruangan memandanggi foto seorang wanita yang tengah berdiri denagn dres diatas lutut namun tak terlalu pendek, wanita itu tersenyum dalam foto.


Kuambil foto itu dan ku usap wajah nya denagn lembut, tiba tiba aku menjadi sedih, dan memiliki rasa bersalah pada diriku sendiri


"Sintia sayang maaf udah bikin kamu kayak gini, aku ngerasa bersalah sama kamu sayang!" kataku pelan dan tanpa terasa bulir air mata jatuh di pipiku. Sintia adalah istri Vano yang sudah tiada


Aku tatap foto itu dengan seksama dan dalam. Tiba tiba ketukan pintu membuyarkan lamunanku, segera ku hapus air mata dan menyimpan foto tersebut ketempat semula, kemudian kulersilahkan masuk orang yang sudah mengetuk pintu


"Maaf pak miting 5 menit lagi dimulai" kata sekertaris wanita


"Baiklah" jawabku denagn berjalan bersama nya. Aku memiliki 2 sekertaris namun untuk urusan pribadi lebih mengandalkan Brian. Aku segera pergi keruangan miting dan memulai miting.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖⭐⭐

__ADS_1


hai aku up lagi, janagn lupa tinggalkan jejaknya . Terima Kasih😘


__ADS_2