
❤❤ Selamat Membaca ❤❤
Kini debangku tidak ada yang bersuara terasa hening untuk mereka padahal di sekitar mereka banyak anak anak yang sedang berlarian dan berteriak triak. Hingga akhirnya Nisya membuka suara.
"Pak?" kata Nisya menoleh menghadap Vano
"Hemm?" kata Vano tetap fokus kedepan melihat Tika
"Bapak kenapa kok liatin Tika gitu amat?" tannya Nisya ikut memperhatikan Tika
"Takut hilang lagi" katanya tanpa mengalihkan pandangan
"Ya Allah pak, gitu amat anaknya takut hilang orang disini aman?!" gumam Nisya namun masih didengar Vano
"Apa?!" kata Vano menatao tajam Nisya
"He...he...he...ngak papa pak, cuman nyari tukang ice cream" kata Nisya mengalihkan pandangannya melihat sekeliling
"Nah itu pak tukang ice creamnya?" kata Nisya menunjuk tukang ice cream
"Hmm?" kata Vani melihat Nisya
"Bapak mau ice cream kalau mau nanti saya beliin pak?" tannya Nisya
"Terserah, Tika juga mau" kata Vano melihat Tika lagi
"Ok pak!" kata Nisya berlalu menuju tukang ice cream.
Setelah beberapa saat Nisya kembali dengan membawa 2. kotak ice cream dan 2 ice creamcap . 2 kotak dibawa menggunakan plastik, dan 2 ice cream cap hanya dipegang
"Ini pak, bapak mau yang cap atau ini?" tannya Nisya saat sudah didekat Vano
"Cap" kata Vano singkat dengan mengulurkan tanhan
"Ini" Nisya memberikan ice cream cap
"Tika!!" teriak Nisya memangil Tika
"Hei...kalau teriak jangan didekat telinga?!" kata Vano sebal karena suara Nisya yang besar
"He...he...he maaf" jawab Nisya dengan cengir kuda
"Iya tante ada apa?" tannya Tika dedipan Nisya
"Wah.. .. Ice cream!!" tariak Tika juga saat melihat ice cream
"Iya, ini mau yang cap apa yang kotak?" tannya Nisya
"Kota aja" kata Tika semangat, dan akhirnya Nisya memberikan Tika ice creamnya
"Duduk disini aja?" ajak Nisya
"Iya tante" kata Tika menurut untuk duduk disebalah Nisya dan Vano, sehingga Tika duduk ditengah tengah.
Kini mereka makan ice cream ditaman dengans senang. Hingga jam menunjukan pukul 17. 45 Vano mengajak mereka pulang
"Ini udah sore mau malem pulang ya?" tannya Vano pada Tika
"Iya " kata Tika denagn menurut
__ADS_1
"Yaudah ayok pulang?!" ajak Vano
"Ya" Nisya jawab denagn mengandeng Tika menuju mobil. Kini posisi di mobil masih sama seperti tdi. Kini mereka melewati jalan yang suka sekali Nisya lewati saat malam hari karena suasana yang nayaman. Nisya teringat seauatu segera ia memberi tahu Tika
"Cantik udah ngantuk belum?" tannya Nisya terlebih dahulu
"Belum" Jawab Tika menghadap Nisya dan mengeleng kepala
"Mau ngak jalan jalan lagi?" tannya Nisya
"Mau !!" jawab Tika semangat
"Mau kemana ini udah mau malam!" kata Vano tegas
"Ke pasar malam?" kata Nisya santai
"No...no...no!!" kata Vano tegas
"Kenapa kan cuman ke pasar malam?" tannya Nisya heran
"Terlalu banyak orang!" jawab Vano datar
"Kan seru kalau banyak orang?" ajak Nisya denagn kekeh
"Engak boleh!" kata Vano lebih tegas
"Iya" jawab Nisya pasrah
"Yah...kan mau ke pasar malam ayah? Ayo lah?!" kata Tika memohon
"Engak boleh, nanti kalau ada apa apa gimana?" tannya Vano tanpa mengalihkan pandangan
"Huft...iya boleh" kata Vno pasrah
"Hore...." Teriqk Tika semangat
"Pinter juga ini bocah ngerayu?" batin Nisya denagn senyum
Karena agak jauh dari taman, namun tak jauh jauh banget. Butuh beberapa menit untuk samapai apalagi sekarang macet. Saat di perjalanan berkumandang azzan magrib, Nisya mwminta untuk menepikan mobil ke masjid tak jauh dari mereka
"Pak, kita sholat berjamaah dulu, udah mangrib?" jak Nisya melihat kearah Vano
"Iya" kata vano singkat
"Didepan masjid disana aja pak?" kata Nisya tak direapon Vano namun ia langsung memberhentikan mobilnya di masjid
"Tante kenapa berhenti? Udah sampai?" tannya Tika terbangun dari tidur
"Belum sekarang kita ke masjid dulu, sholat abis itu baru ke pasar malam, ok?" kata Nisya menjelaskan
"Ooh, iya tente" kata Tika
"Yaudah ayo masuk udah banyak yang masuk, keburu iqomah " kata Vano turun dari mobil karena mobil sudah di parkiran di parkiran masjid. Nisya dan Tika hannya mwngikuti dari belakang. Saat sampai didepan masjid Vano, Nisya dan Tika berpisah. Vano kearah kiri dan Nisya & Tika kearah kanan
"Tante kita mau sholat?" tannya Tika lagi
"Iya sholat magrib dulu ya?" kata Nisya denagn mengandeng tamgan mungil Tika
"Iya, sama nenek juga diajarin buat sholat!" kata Tika bersemangat
__ADS_1
"Bagus" kata Nisya denagn masuk kearah tempat wudu dan melksanakan wudu diikuti oleh Tika walau agak masih salah
"Ok udah?" tannya Nisya
"Udah " kata Tika
"Yaudah ayok masuk?" ajak Nisya denagn mengandemg Tika masuk kedalam masjid
Saat masuk Nisya menuju lemari dipojok ia mencari mukenah yang bersih untuk digunakannya dan digunakan oleh Tika. Dan untung saja ada mukenah kecil untuk Tika. Nisya segera menghampiri Tika dan memakaikan Tika mukenah.
"Sini dipakai dulu, abis itu tante pakai " ajak Nisya dan dituruti oleh Tika
"Yaudah duduk disana ya?" ajak Nisya untuk duduk di barisn depan yang sudah ada ibu ibu.
"Tika duduk dulu ok?" tannya Nisya
"Iya " kata Tika singkat. Setelah Tika duduk Nisya melakukan shalat sunnah thiyatul masjid. Setelah sholat ia duduk didekat Tika dan menunggu iqomah. Nisya duduk didekat ibu ibu yang sudah lumayan tua sekitar umur 50 lah.
"Mbk ini anak nya?" tannya ibu ibu itu dengan melihat kearah ku dan Tika
"Oh bukan buk" kata Nisya sopan
"Oh...saya kira anaknya? Kalau begitu siapanya ya? Anknya pinter lucu lagi" kata ibu itu denagn gemas
"Saya tantenya bu, iya anaknya emang pinter " kata Nisya mengelus kepala Tika yang tertutup jilbab mukenah dan bermain sajadah dibawah
"Iya, aya kira anaknya" kata ibu ibu lagi dan Nisya balas dengan senyum.
Setelah beberapa menit iqomah sudah dikumandangkan dan segera semua jamaah melaksanakan shalat denagn dipimpin oleh imam. Setelah sholat Nisya Tika keluar dari masjid nqmun sebelum keluar ia mwlipat mukenah selerti semula dan menarunya ditempat yang sama. Saat keluar menuju mobil ternyata vano telah berada di dekat mobil dan inggin membuka pintu.
"Pak " kata ku dengan menghampiro mobil
"Udah ayok masuk keburu malem, pasar malamnya jauh ngak?" tannya Vano tak jadi membuka mobil
"Engak pak, ngak jauh kok?" jawab Nisya
"Nanti lurus aja didepan sana udah samapi kok" kata Nisya lagi
"Yaudah ayok masuk?" ajak Vano masuk duluan dan diikuti Nisya yang mwngemdong Tika. Saat di mobil Tika masih diam saja
"Tika kok diem aja tumben? Kenapa?" tannya Nisya mencium pipi Tika
"Sebel sama ibu tadi!" kata Tika cemberut
"Kenapa kok sebel?" tannya Nisya denagn lembut karena tau sekarang Tika sedang sebal
"Tadi ibu itu ciumin pipi, sama di cubit cubit!" kata Nita denagn mengerucutkan bibir
"Tadi di cium sama di cubit gini?" tannya Nisya denagn mencium dan mencubit pipi Tika
"Ih tante" kata Tika merengek
"Iya iya, kalau digituin boleh nolak tapi jangan pakek sebel apalagi marah marah ngak baik. Kan Tika sama ibu tadi lebih tua ibu tadi jadi harus dihormati, ok? " tannya Nisya
"Iya tante" kata Tika senyum, interaksi keduanya hamya dilihat oleh Vano yang menyetir. Tiba tiba
"Wah....!!" teriak Tika degan senang dan membuat Nisya kaget
Maaf jika banyak kesalahn. Aku juga bingung mau gimana mencari nasehat nasehat, kalau ada saran silahkan. Jangan lupa tingalkan jejak😃😊😘😘
__ADS_1